Tutup
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta. Selanjutnya...

ayub-s-parnataLahirdi Bandung pada tanggal 4 Desember l932. Menamatkan sekolah HBS (SMA) pada tahun 1951. Tahun 1947, penulis mulai bertani anggrek dan digelutinya sampai sekarang. Pada tahun 1956 bersama kelompok tani anggrek memprakarsai berdirinya Perhimpunan Anggrek Indonesia, berpusat di Bandung.

Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Ensiklopedia Dinosaurus & Binatang Purba
Ensiklopedia Dinosaurus & Binatang Purba

3 Jam Mahir Membuat dan Menghias Cupcake & MInicake
3 Jam Mahir Membuat dan Menghias Cupcake & MInicake

Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit
Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit

Konsultasi Tokek
Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Seputar Kirim Naskah

tanya-jawab-kirim-naskah

Profil Penulis

Isman
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta.
Read more text
Persiapan Budi Daya Jamur Tiram
Ditulis oleh Newsroom   
Jumat, 29 Januari 2010 11:16
Untuk membudidayakan jamur, diperlukan beberapa persiapan awal yang meliputi persiapan, salah satunya ialah persiapan manajemen, yaitu meliputi perencanaan skala usaha, perencanaan produksi, jaminan pasar, sumber daya manusia, dan organisasi pelaksanaan.

A.    Perencanaan Skala Usaha dan Perencanaan Produksi.
Perencanaan ini sangat terkait dengan modal. Modal yang semakin besar akan menghasilkan produksi yang besar pula. Sebagai contoh, pengusaha skala kecil hanya memproduksi jamur rata-rata 50 kg per hari, sedangkan pengusaha sedang dapat memproduksi rata-rata 100 kg per hari, dan untuk pengusaha menengah memproduksi 250—500 kg per hari, serta pengusaha besar umumnya memproduksi lebih dari 500 kg jamur per hari. Bahkan, jika beberapa orang pengusaha besar bergabung membentuk kelompok bisnis, panen jamur yang dihasilkan bisa mencapai lebih dari 1.000 kg per hari.

B.    Jaminan Pasar.
Keberhasilan usaha jamur ditentukan oleh jaminan pasar yang pasti. Sebelum memulai usaha, ada baiknya diperkirakan terlebih dahulu ke mana hasil produk akan dipasarkan sehingga ketika usaha sudah berjalan, Anda sudah memegang jaminan pasar. Internet, salah satu media promosi yang bisa dimanfaatkan untuk memasarkan jamur Anda

Salah satu cara mengetahui jalur pemasaran adalah dengan mencari banyak informasi dari penjual bibit. Biasanya, penjual bibit sudah lama berkecimpung dalam bisnis jamur dan tentunya sudah menguasai jaringan pasarnya. Selain itu, Anda juga bisa mencari informasi melalui media, baik media cetak, seperti koran, majalah, dan tabloid pertanian, maupun media elektronik, seperti televisi, internet, dan radio.

C.    Sumber Daya Manusia.
Hal lain yang perlu direncanakan dalam membudidayakan jamur adalah sumber daya manusia. Pilihlah tenaga kerja yang andal, rajin, cekatan, dan cermat. Jika memungkinkan, pilih pekerja dari penduduk setempat agar tidak terjadi kecemburuan ketika usaha yang Anda jalankan berhasil. Sementara untuk tenaga kerja ahli, pilihlah mereka yang telah berpengalaman dalam budi daya dan bisnis jamur.

D.    Organisasi Pelaksanaan Faktor.
Terakhir yang perlu dipersiapkan adalah organisasi pelaksanaan di lapangan. Pembagian organisasi ini akan meningkatkan efektivitas kerja sehingga hasil yang dicapai lebih maksimal. Umumnya, pembagian organisasi pelaksana di lapangan terdiri atas lima bagian.
1. Bagian substrat tanam, bertanggung jawab menyiapkan substrat tanam, dari persiapan bahan baku, pencampuran, pengepakan, sterilisasi, hingga siap tanam.
2. Bagian bibit, bertanggung jawab pada persiapan bibit jamur, penanaman, hingga pemeliharaan awal.
3. Bagian pemeliharaan, bertanggung jawab dalam pemeliharaan substrat tanam, berhubungan dengan pengendalian lingkungan, baik lingkungan fisik, kimia, maupun biologis; pengendalian hama dan penyakit; kontrol kualitas; dan keselamatan hasil.
4. Bagian panen dan pascapanen, bertanggung jawab terhadap masa panen dan pengelolaan pascapanen sesuai dengan rencana produksi.
5. Bagian pemasaran, bertanggung jawab atas pemasaran produk yang dihasilkan, baik jamur dan olahannya maupun produk tambahan lain seperti penjualan substrat tanam.


Selain persiapan manajemen, juga mesti adanya persiapan infrastruktur, dan persiapan teknis. Persiapan infrastruktur meliputi sanitasi, pemilihan lokasi, perlengkapan, dan permodalan. Sementara persiapan teknis, difokuskan pada kegiatan operasional budi daya.

Artikel ini dikutip dari "Buku Pintar Bertanam Jamur Konsumsi", Redaksi AgroMedia. AgroMedia Pustaka 2009.

Terakhir diperbarui, Jumat, 29 Januari 2010 11:18