Tutup
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta. Selanjutnya...

ayub-s-parnataLahirdi Bandung pada tanggal 4 Desember l932. Menamatkan sekolah HBS (SMA) pada tahun 1951. Tahun 1947, penulis mulai bertani anggrek dan digelutinya sampai sekarang. Pada tahun 1956 bersama kelompok tani anggrek memprakarsai berdirinya Perhimpunan Anggrek Indonesia, berpusat di Bandung.

Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Ensiklopedia Dinosaurus & Binatang Purba
Ensiklopedia Dinosaurus & Binatang Purba

3 Jam Mahir Membuat dan Menghias Cupcake & MInicake
3 Jam Mahir Membuat dan Menghias Cupcake & MInicake

Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit
Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit

Konsultasi Tokek
Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Seputar Kirim Naskah

tanya-jawab-kirim-naskah

Profil Penulis

Isman
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta.
Read more text
Teknik Tepat Memilih Bibit Domba
Ditulis oleh Newsroom   
Jumat, 14 Mei 2010 07:54

 

memilih-bibit-dombaBerdasarkan tujuan pemeliharaannya, kriteria pemilihan domba bakalan setidaknya dibagi menjadi dua, yaitu bakalan indukan dan bakalan penggemukan (untuk dipotong). Pemilihan domba untuk penggemukan lebih mudah dan fleksibel dibandingkan dengan pemilihan domba untuk indukan.


Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih domba bakalan untuk digemukkan.

1. Domba memiliki tubuh yang sehat, lincah, tidak cacat, dan bulunya tidak kusam. Domba yang umurnya masih muda, tetapi terlihat kurus masih dapat dipilih dengan pertimbangan domba masih bisa tumbuh dan berat badannya diharapkan bertambah dengan perlakuan pakan yang lebih baik.

Banyak peternak yang membeli domba bakalan dalam keadaan sakit karena pertimbangan harganya lebih murah. Biasanya, domba yang dipilih adalah yang terkena penyakit scabies (kudis), bukan terkena penyakit berbahaya. Domba ini biasanya kurus karena kurang nafsu makan. Dengan pengobatan menggunakan salep yang mengandung sulfur secara rutin, penyakit scabies bisa disembuhkan dalam waktu sekitar satu bulan. Program penggemukan bisa dilakukan sejalan dengan masa pengobatan atau setelah domba sembuh. Namun, bagi peternak pemula cara ini sangat berisiko.

2. Prioritas domba jantan. Hal ini disebabkan, tingkat pertumbuhan domba jantan lebih cepat. Selain itu, adanya larangan pemotongan domba betina yang masih produktif. Namun, tidak tertutup kemungkinan menggemukkan domba betina yang sudah tidak produktif lagi, misalnya domba betina yang mandul (majir) atau sudah tua.

3. Berasal dari jenis domba lokal dan merupakan domba yang sudah beradaptasi dengan lingkungan setempat. Jika domba terpaksa didatangkan dari suatu lokasi yang kondisinya berbeda dengan lokasi penggemukan maka perlu masa adaptasi sekitar 2—4 minggu, sehingga membutuhkan dana untuk adaptasi ini.

4. Domba yang akan digemukkan memiliki bobot badan sekita 15 kg dan berumur 4 bulan—1 tahun. Untuk mengetahui umur bakalan, peternak bisa melihat catatan domba. Namun, tidak semua hewan ternak memiliki catatan yang lengkap semenjak lahirnya. Karena itu, untuk mengetahui umur domba dapat dilihat dari susunan gigi.

Umumnya orang melihat umur domba dan kambing dari jumlah gigi seri yang sudah tumbuh. Cara penentuan umur domba dan kambing dengan penentuan jumlah gigi seri yang tumbuh tidak selalu tepat. Namun, cara ini dapat memberikan petunjuk yang dapat dipercaya tentang umur ternak tersebut.

 

No Susunan Gigi Perkiraan Umur
1 Gigi susu belum ada yang lepas < 1 tahun
2 Sepasang gigi susu tengah berganti dengan gigi tetap 1—1.5 tahun
3 Dua pasang gigi susu tengah berganti dengan gigi tetap 1.5—2 tahun
4 Tiga pasang gigi susu berganti dengan gigi tetap 2.3—3 tahun
5 Seluruh gigi susu berganti dengan gigi tetap 4 tahun
6 Gigi tetap sudah usang  
Umur sudah lanjut

 

Artikel ini  dikutip dari buku “Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong”, AgroMedia Pustaka: 2009.  Di dalam buku persembahan Redaksi AgroMedia Pustaka ini dibahas secara praktis beternak domba, kambing, dan sapi, mulai dari seputar prospek usaha, pemilihan bakalan, perkandangan, pemeliharaan, pakan, problem kesehatan dan solusinya, panen, pemasaran, hingga analisis usaha.

Terakhir diperbarui, Jumat, 14 Mei 2010 08:07