Tutup
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta. Selanjutnya...

ayub-s-parnataLahirdi Bandung pada tanggal 4 Desember l932. Menamatkan sekolah HBS (SMA) pada tahun 1951. Tahun 1947, penulis mulai bertani anggrek dan digelutinya sampai sekarang. Pada tahun 1956 bersama kelompok tani anggrek memprakarsai berdirinya Perhimpunan Anggrek Indonesia, berpusat di Bandung.

Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit
Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit

Sukses Membibitkan Belut di Lahan Sempit
Sukses Membibitkan Belut di Lahan Sempit

Solusi Sehat dengan Jus Buah & Sayuran
Solusi Sehat dengan Jus Buah & Sayuran

Konsultasi Tokek
Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Seputar Kirim Naskah

tanya-jawab-kirim-naskah

Profil Penulis

Isman
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta.
Read more text
Pala, Buah Mungil dengan Hasil Besar
Ditulis oleh Newsroom   
Sabtu, 30 Juni 2007 00:00
Pala. Tanaman yang satu ini memang memiliki manfaat dan nilai jual yang cukup tinggi. Mulai dari bumbu masak, manisan, hingga minuman bisa dihasilkan dari tanaman ini. Namun, apakah itu saja?

Jelas tidak. Selain ketiga hal tadi, ternyata tanaman yang tergolong kecil ini juga menghasilkan minyak asiri yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Makanya tidak heran jika banyak pengusaha pala yang kaya raya karena rutin mengekspor minyak asiri ke berbagai negara.

Banyak kalangan mengakui bahwa pala Indonesia terbukti paling unggul. Adalah aroma yang khas dan rendemen minyaknya yang menjadikan pala Indonesia cukup dinikmati di pasar internasional.

Bisa dibilang, seluruh bagian dari tanaman pala ini memiliki khasiat yang luar biasa bagi manusia. Biji pala, dipercaya dapat meringankan semua rasa sakit dan nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin. Batang pala, mengandung minyak asiri dan daun pala sering digunakan untuk pewangi makanan. Daging buah pala, dapat diolah menjadi aneka makanan ringan berupa manisan pala, asinan pala, selai pala, dan marmelade.

Sementara itu, fuli—bagian tanaman yang menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman (bunga pala)—yang sudah kering jika diseduh dengan air hangat berkhasiat untuk mendorong keluar gas dalam usus. Selain itu, fuli yang dibungkus dengan kain bisa digunakan sebagai pewangi pakaian sekaligus dapat menenangkan saraf yang tegang.

Lantas, bagaimana dengan tempurung biji pala? Saat ini, melalui modernisasi teknologi pengolahan pertanian, tempurung biji pala yang semula tidak mempunyai nilai jual, akhirnya dapat diolah menjadi karbon aktif yang dimanfaatkan dalam bidang obat-obatan.

Dari keseluruhan bagian pala yang memiliki khasiat tadi, sekitar 60% kebutuhan pala yang berupa biji pala dan fuli kering di dunia dipenuhi oleh Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, produksi pala terus meningkat rata-rata 22% per tahun. Kenaikan produksi ini disebabkan 90% lahan merupakan perkebunan rakyat dan peranan ekspor pala yang cukup besar bagi petani.

Prosepek bisnis pala ini diungkapkan Ir. Dradjat, MS dalam buku Meraup Laba dari Pala yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Melalui buku ini, Anda yang tertarik dengan bisnis pala bisa mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis tersebut. Mulai dari keistimewaan dan manfaat pala bagi kesehatan, pemasaran pala skala lokal dan internasional, sampai klasifikasi dan standar mutu produksi biji dan minyak pala.

Terakhir diperbarui, Selasa, 17 Juli 2007 08:50