Tutup
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta. Selanjutnya...

ayub-s-parnataLahirdi Bandung pada tanggal 4 Desember l932. Menamatkan sekolah HBS (SMA) pada tahun 1951. Tahun 1947, penulis mulai bertani anggrek dan digelutinya sampai sekarang. Pada tahun 1956 bersama kelompok tani anggrek memprakarsai berdirinya Perhimpunan Anggrek Indonesia, berpusat di Bandung.

Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit
Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit

Sukses Membibitkan Belut di Lahan Sempit
Sukses Membibitkan Belut di Lahan Sempit

Solusi Sehat dengan Jus Buah & Sayuran
Solusi Sehat dengan Jus Buah & Sayuran

Konsultasi Tokek
Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Seputar Kirim Naskah

tanya-jawab-kirim-naskah

Profil Penulis

Isman
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta.
Read more text
PDFPrintE-mail


Bertanam Cabai Hibrida secara Intensif
View Full-Size Image


Bertanam Cabai Hibrida secara Intensif

Price: Rp 23.000

Ask a question about this product

Judul: Bertanam Cabai Hibrida secara Intensif
Penulis: Ir. S. Tarigan, MM., MBA & Wahyu Wiryanta
Ukuran: 15,5 x 23,5 cm
Tebal: 120 BW + 16 FC
ISBN: 979-3357-40-1
Harga: Rp 23.000


Cabai pernah dijuluki si emas merah lantaran harganya pernah mencapai Rp 25.000—100.000 per kg. Meskipun saat ini harga cabai sudah normal kembali, masih banyak orang yang tertarik untuk menanamnya karena kebutuhan cabai penduduk Indonesia per tahunnya mengalami peningkatan. Untuk mencapai keberhasil bertanam cabai hibrida, informasi mengenai teknik budi dayanya mutlak diperlukan. Buku ini menyediakan semua informasi tersebut, dari pemilihan dan penyiapan lahan, penyiapan bibit, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pascapanen.