Tutup

Lahir pada tanggal 8 Maret 1964. Pendidikan SD hingga SMA dijalaninya di kota kelahiran, Tulungagung, Jawa Timur. Meraih gelar sarjana pertanian dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1988. Selanjutnya...
Surya Gunawan menyelesaikan pendidikan sarjananya dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bandung. Selanjutnya, penulis bekerja di beberapa perusahaan lokal dan PMA. Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Lele
Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Lele

Petunjuk Praktis Membuat Pestisida Organik
Petunjuk Praktis Membuat Pestisida Organik

Petunjuk Praktis Budi Daya Patin di Kolam Terpal
Petunjuk Praktis Budi Daya Patin di Kolam Terpal

Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Profil Penulis

Ir. Wahyudi

Lahir pada tanggal 8 Maret 1964. Pendidikan SD hingga SMA dijalaninya di kota kelahiran, Tulungagung, Jawa Timur. Meraih gelar sarjana pertanian dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1988.
Read more text
Mengolah Sampah Keluarga Menjadi Bernilai
Ditulis oleh Newsroom   
Rabu, 01 Juli 2009 16:54

AgroMedia–Pengunjung Pesta Buku Jakarta (PBJ) 2009 disita perhatiannya oleh talkshow dan demo membuat kompos dari sampah. Teti Suryati, penulis buku Bijak & Cerdas Mengolah Sampah menjelaskan bagaimana mengolah sampah hingga bermanfaat dan bernilai.

Di sekeliling kita, banyak sampah yang tidak terolah dengan baik sehingga menimbulkan berbagai masalah. "Di DKI Jakarta saja, sekitar 6 ribu ton sampah per hari," tegasnya. Bayangkan saja jika sampah ini terus menumpuk dari hari ke hari. Namun, dengan mengolahnya, jumlah sampah bisa dikurangi.

Metode pembuatan kompos termudah untuk skala rumah tangga ialah menggunakan komposter, yaitu media penyimpan yang terbuat tong plastik atau logam. Kita hanya perlu menyiapkan beberapa bahan dari sampah organik, seperti sayuran dan daun-daunan yang telah dicacah. Kemudian bahan dicampur dengan serbuk gergaji atau sekam dengan perbandingan  1:1:1. Bahan yang sudah tercampur diberi cairan EM4 (5 kg/2 sdm) yang bisa dibeli di toko kimia dan 2 sdm gula, lalu diberi air secukupnya.

Bahan yang sudah jadi tersebut masukkan ke dalam komposter, lalu tutup rapat. Simpan komposter di tempat teduh. Pertahankan suhu dalam komposter 60—70° C dengan cara mengaduk bahan sekali sehari, lalu tutup kembali.

Dalam 7—14 hari adonan telah selesai terfermentasi dan siap digunakan. Angin-anginkan terlebih dahulu bahan sebelum dipakai. Jika menginginkan kompos yang halus, saring menggunakan saringan pasir. Ampas kompos dapat dicampurkan kembali ke proses pembuatan kompos berikutnya.

Mudah bukan? Cobalah di rumah Anda. Dengan begitu, Anda bisa ambil bagian dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Dan, Anda telah menjadi contoh bagi jutaan orang untuk mengubah sampah yang tidak bermanfaat dan membahayakan menjadi barang yang bernilai. Bahan, jika Anda serius menekuninya, Anda bisa menjadi produsen kompos untuk skala usaha.

Selamat mencoba!

Terakhir diperbarui, Rabu, 01 Juli 2009 16:57
 

  RALAT BUKU:                                                                                      

Pembaca yang terhormat,
Ada tambahan data pada buku berjudul Buku Pintar Budi Daya dan Bisnis Walet, pada lampiran III hal 168 sebagai berikut.

http://waletonline.com
Pemilik : Bapak Ferry Wijaya
Hp: 081703228898

Terima kasih
Redaksi AgroMedia