Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Guest Account

budi daya lele sistem filterisasi dan akuaponik

Makin Untung Budi Daya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen

Satu alasan budi daya lele banyak dipilih para petani ikan tentu saja banyak konsumennya. Menurut catatan, kebutuhan lele segar di Jabodetabek setiap hari mencapai 240 ton. Kebutuhan lele segar ini baru tercukupi 140 ton. Sisanya para peternak lele dari Bogor memasok kiriman lele antara 80  hingga 100 ton.

Budi daya lele bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Permintaan riil ini datang dari usaha kuliner, seperti rumah makan, pecel lele tenda, katering, dan kebutuhan lain.

Budi Daya Lele Biogreen

Masalah kolam kotor dan bau sering kita dengar terkait budi daya lele. Metode budi daya lele kini kian varitif dan modern,  budi daya lele bersih dan tanpa bau pun sudah ada. Salah satunya dengan metode biogreen.  Bahkan, air kolam lele pun bisa dikonsumsi (diminum). Metode ini ditemukan pada 2014 oleh H. Muhammad Iqbal, S.E, seorang peternak lele asal Bekasi.

Budi daya lele metode biogreen adalah metode budi daya dengan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), baik persiapan budi daya, proses budi daya, maupun panen. Intinya, metode ini menerapkan ikan lele yang dibudidayakan bebas dari kontaminasi bahan kimia dan biologi, serta aman dikonsumsi.  

Salah satu ciri dari metode ini adalah penggunaan pakan probiotik, media kolam terpal bulat, dan manajemen budi daya.

 

 

Keunggulan Kolam Terpal Bulat

 

Melalui ratusan kali penelitian dan percobaan dengan cara membandingkan aneka tipe kolam yang cocok untuk budi daya lele selama bertahun-tahun, akhirnya Muhammad Iqbal menentukan pilihan bahwa hanya kolam terpal berbentuk bulat yang mampu mewadahi manajemen budi daya lele dengan probiotik ini.

 

Keunggulan penerapan kolam terpal bulat ini, selain praktis, efisien dan murah, juga mampu menampung lebih banyak bibit ikan lele. Padat tebarnya mencapai 700 ekor lele/meter kubik.

 

Selain itu, kelebihan lain dari sistem ini adalah tanpa perlu mesin aerator (penghasil gelembung untuk menggerakkan ikan), bebas bau dan ramah lingkungan, hemat air, dan hemat pakan, serta tingkat kematian lele rendah.

Instalasi Kolam Terpal Bulat

 

Pengembangan budi daya lele metode biogreen akan optimal jika berada di lokasi dengan suhu 26—36o, C sesuai kebutuhan lele.

 

Menurut jenisnya, kolam dibagi menjadi tiga: kolam tandon air, kolam pembesaran, dan kolam transit untuk panen. Diameter rata-rata kolam antara lain 1 meter, 2,5 meter, hingga 5 meter dengan ketinggian kolam 1 meter.

 

kolam_bulat_budidaya_lele

 

Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangun kolam terpal bulat.

 

  1. Rangka kawat besi

 

Rangka kawat dibentuk bulat dengan bagian dasar berbentuk kerucut.

  1. Karpet talang dan terpal
  2. Instalasi pipa air; terdiri dari pipa input air, pipa pembuangan air, dan pipa water level. Siapkan pula lem dan gergaji pipa pralon. 

pipa-pengeluaran-air-3. Atap

Atap biasanya menggunakan plastik UV atau transparan tembus cahaya.

 

Dalam merangkai kolam, siapkan rangkaian besi untuk rangka kolam, karpet talang luar, dan terpal plastik untuk dinding kolam, serta pipa-pipa untuk saluran masuk air, saluran pengeluaran di dasar kolam, dan pipa untuk water level.

tahapan_rangkaian_kolam_bulat

 

permukaan_kolam_lele_bulat

Adapun tahapan merangkai kolam bisa dilakukan dengan cara berikut. Pertama, gali tanah berbentuk kerucut dengan kedalaman yang sejajar dengan rangka bagian dasar kolam yang berbentuk kerucut agar pas saat penempatannya. Agar kolam lebih kokoh dasar kolam disemen dan diberikan jalur masuk dan pengeluaran air. Gali juga saluran pipa air pembuangan. Setelah itu, pasang rangka besi yang sudah disiapkan.

 

Kedua, pasang karpet talang luar pada rangka, lalu pasang terpal plastik. Pasangkan pipa saluran pembuangan dan sambungkan dengan pipa menuju saluran pembuangan berupa got atau saluran air.

 

Ketiga, rapikan posisi terpal pada rangka kolam dengan menarik terpal di bagian tengah agak ke atas ke bagian rangka, sehingga keseluruhan bagian terpal posisinya rata ke seluruh bagian dinding kolam.

 

Keempat, alirkan air ke dalam kolam sambil dicek posisi terpal dan dirapikan. Terpal akan melekat kuat pada rangka apabila kolam telah terisi air tanpa perlu diikat ke rangka. Jika tidak ada masalah, kolam bisa digunakan.

 

Bagaimana Agromate, terinspirasi untuk membangun sistem budi daya lele dengan Biogreen? Bagi yang penasaran ingin mempelajari lebih lengkap, silakan simak panduannya dalam buku “Budi Daya Lele Sistem Filterisasi dan Akuaponik”. Buku ini disusun oleh Muhammad Iqbal, seorang pakar budi daya lele dan pemilik usaha budi daya lele Mas 78 Farm.

 

Dalam buku ini, juga diajarkan cara memadukan budi daya lele biogreen dengan sistem bertanam sayuran secara organik dengan akuaponik.

 

Selamat berinvestasi!

 

kolam_lele_aquaponik

single bucket hidroponik

Hidroponik: Cara Mudah Membuat Instalasi Dutch Bucket Tunggal

Pernah terbayang membuat kebun mini buah-buahan di halaman rumah? Hal ini sangat mungkin dan bisa dibuat oleh siapa saja, terutama dengan metode tanam hidroponik. Mengapa memilih bertanam buah dengan hidroponik? Selain tidak mudah terserang hama, hasil panen sayuran buah dan buah memiliki cita rasa yang lebih renyah dan segar.

 

Salah satu sistem instalasi tanam yang paling populer, praktis, dan sederhana adalah menggunakan instalasi Dutch Bucket. Sistem instalasi ini cocok untuk penanaman sayuran buah, seperti tomat, timun, dan paprika.

 

Untuk memulainya, bisa mencoba instalasi sistem Dutch Bucket tunggal. Instalasi ini menggunakan wadah tunggal. Hal yang perlu diperhatikan dari sistem ini adalah sirkulasi air dan nutrisi harus terus-menerus dialirkan dari tandon nutrisi ke media tanam.

 

single_bucket_hidroponik

Keuntungan memanfaatkan Dutch Bucket adalah bisa memanfaatkan bahan bekas seperti wadah bekas es krim. Berikut tiga manfaat dari penggunaan sistem instalasi Dutch Bucket.

 

  1. Fleksibel, karena bisa diaplikasikan oleh semua orang, baik hobiis pemula maupun pebisnis hidroponik.
  2. Sederhana dan relatif murah, karena bisa memanfaatkan barang bekas.
  3. Tanaman lebih subur, karena sirkulasi air, nutrisi, dan oksigen lebih banyak.

 

Berikut teknis pembuatan instalasi dutch bucket tunggal.

 

Alat dan Bahan

 

  1. Bor hole saw
  2. Gergaji besi, gunting, atau cutter
  3. Pot diameter 10 cm sebagai wadah tanam
  4. Aerotor
  5. Ember dengan tutup sebagai wadah nutrisi
  6. Hidroton
  7. Kain flanel sebagai sumbu

 

Cara Merakit

  1. Lubangi penutup ember sesuai ukuran diameter leher pot.
  2. Buat 4 lubang kecil di penutup ember sesuai dengan ukuran slang aerator.
  3. Buat 4 lubang kecil di dinding ember sebagai lubang udara.
  4. Masukkan kain flanel ke dalam lubang pot.
cara-merakit-hidroponik-sistem-dutch-tunggal
Gambar langkah 1 sampai 4.

 

5. Masukkan larutan nutrisi ke dalam ember dan hidroton ke dalam pot.

6. Masukkan slang aerator ke salah satu lubang di bagian penutup ember.

7. Pasang pot yang sudah terpasang kain flanel ke lubang ember.

8. Masukkan media tanam berupa hidroton dan bibit tanaman ke dalam pot.

hidroponik, sistem bucket tunggal
Gambar langkah 5 – 8.

 

 

9. Instalasi dutch bucket tunggal telah selesai.

10. Nyalakan aerator untuk memastikan sistem berjalan dengan baik.

11. Sistem ini juga bisa menggunakan media tanam berupa sekam bakar.

 

bucket-tunggal_ok
Gambar 9 – 11.

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain dibuat secara tunggal, instalasi Dutch Bucket juga bisa dibuat lebih komplek menggunakan banyak wadah. Dengan demikian, tanaman sayuran buah yang hendak ditanam menjadi lebih banyak. Sebagai panduan teknis pembuatannya, silakan klik link video berikut ini.

 

 

 

Penjelasan lengkap dan ragam pilihan instalasi dalam bertanam hidroponik bisa disimak dalam buku “Panen Hidroponik Buah & Sayuran Buah di Halaman Rumah.” Buku yang diterbitkan Agromedia ini disusun oleh para pakar hidroponik berpengalaman.

budi daya cacing sutra di rak

Peluang Emas: Budi Daya Cacing Sutra di Lahan Terbatas

Keberadaan cacing sutra memang tidak pernah lepas dari kebutuhan petani ikan konsumsi dan pembudidaya ikan hias. Pasalnya, cacing sutra merupakan kebutuhan pokok untuk pakan ikan. Cacing bertubuh tipis ini sangat disukai oleh benih ikan konsumsi, seperti lele, mas, patin, gurami, belut, sidat, bahkan juga ikan hias. Selain digemari ikan, cacing sutra mengandung 53% protein dan 13% lemak, sehingga sangat cocok sangat menunjang untuk pertumbuhan ikan.

 

Pantas saja jika cacing yang tubuhnya menyerupai rambut ini kebutuhan setiap tahunnya terus meningkat. Mengingat, permintaan terhadap penikmat ikan konsumsi dan hobiis ikan hias jumlahnya hampir tidak pernah turun. Hal ini bisa menjadi peluang bagi Anda jika ingin terjun di ceruk bisnis ini. Peluang emas ini bisa dimanfaatkan karena hingga kini belum banyak petani cacing sutra di Indonesia.

 

Yang menarik dari cacing sutra adalah masa panennya yang bisa dihitung dalam hitungan hari, setelah pemeliharaan sebelumnya dilakukan. Hanya dalam waktu enam hari, petani bisa memanen cacing sutra. Tak ada syarat khusus untuk bisa membudidayakan cacing sutra. Yang pasti Anda mesti sudi bergumul dengan tanah dan lumpur, serta tidak jijik memegang cacing sutra.

 

Nah, jika masih kesulitan dengan lahan, siasat lain masih ada. Untuk menyiasati keterbatasan lahan, teknik wadah bertingkat menggunakan nampan plastik bisa dipilih dan diterapkan.

wadah bertingkat budi daya cacing sutra

 

Teknik Budi Daya di Wadah Bertingkat

 

Teknik ini dicetuskan untuk dijadikan solusi bagi peternak yang ingin membudidayakan cacing sutra di pekarangan sempit. Tak perlu luas, di sela-sela pinggiran atau belakang rumah pun bisa dilakukan.

 

Mediumnya rak plastik (nampan) sebagai media budi daya cacing disusun vertikal pada rak-rak lemari bertingkat. Di bawahnya dialiri air yang memutar dari bawah ke atas. Sirkulasi air yang memutar, menjadikan sistem ini lebih hemat air.

 

Sekitar awal 2013, Agus Tiyoso, pembudidaya cacing sistem tray menemukan metode ini. Idenya muncul saat istri Agus membawa nampan minuman. Pria ulet ini lalu mencoba sistem budi daya dalam nampan plastik. Hasilnya dalam hitungan hari cacing sutra mulai bisa dipanen.

budi daya cacing sutra di rak

 

 

Berikut beberapa keuntungan sistem budi daya cacing di wadah bertingkat.

  1. Lewat cara ini penggunaan probiotik lebih hemat. Sirkulasi air yang memutar tidak banyak membuang probiotik dan obat-obatan di media tumbuh budi daya cacing sutra. Selain itu, suplay air juga tidak banyak terbuang, alias lebih hemat.
  2. Budi daya cacing sutra dengan medium ini tidak membutuhkan lahan luas. Cukup dengan lahan 10—15 meter persegi, Anda sudah bisa memelihara cacing sutra.
  3. Saat panen dilakukan di salah satu wadah, maka keberadaan cacing sutra di wadah lain tidak akan terganggu. Sebab, budi daya dilakukan terpisah-pisah di beberapa nampan.

 

Selengkapnya tentang panduan teknik budi daya wadah bertingkat bisa dibaca dalam buku “Panen Cacing Sutra Setiap 6 Hari”. Bagi Anda calon pembudidaya ikan, tentu saja wajib membaca buku referensi yang langsung ditulis oleh Mahmud Efendi, S.Tr.Pi dan Agus Tiyoso. Lewat buku ini Anda dipandu langkah demi langkah untuk membudidayakan cacing sutra yang dapat dipanen setiap 6 hari.

 

Penasaran dengan peluang emas ini? Yuk, simak konsep dan caranya dalam buku terbitan Agromedia ini.

 

 

 

 

pakan-ayam-broiler-hemat3

Cara Membuat Pakan Fermentasi Hemat Biaya untuk Ayam Broiler

Masalah mahalnya pakan pabrikan sering kali menjadi keluhan, bahkan kendala bagi para peternak ayam broiler. Pilihan pakan yang hemat biaya tentu saja menjadi solusi yang mendesak.

Sri Waluyo, seorang praktisi dan peternak ayam broiler asal Temanggung, menemukan cara pembuatan pakan fermentasi hemat biaya untuk peternak ayam broiler. Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh peternak menjadi bertambah besar.

Dua langkah Pembuatan Pakan Fermentasi

Sri Waluyo meracik pakan fermentasinya menggunakan bahan baku lokal yang diperoleh dan harganya relatif murah. Beberapa bahan yang dibutuhkan di antaranya:

  • tepung kacang hijau (150 gram)
  • bekatul (100 gram)
  • jagung (200 gram)
  • tepung ikan (100 gram)
  • tepung singkong (100 gram)
  • tepung kangkung (150 gram)
  • bungkil kelapa, ampas tahu
  • bawang putih (250 gram)
  • probiotik (50 –100 ml)
  • molase (100 – 200 ml)
  • garam (1 kg)
  • dan air ( 1—2 liter).

Sementara itu, peralatan yang dibutuhkan di antaranya drum atau wadah, ember, gayung, alat penyiram air, plastik atau terpal untuk tempat mencampur bahan baku fermentasi.

Berikut langkah-langkah membuat pakan fermentasi untuk ayam broiler.

  1. Cara membuat campuran ampas tahu:
  • Haluskan bawang putih, campur dengan air secukupnya.
  • Setelah halus, campurkan dengan ampas tahu di dalam ember, aduk sampai rata.
  • Campurkan probiotik dengan air matang dan molase, aduk secara merata. Diamkan selama 10 menit.
  • Campurkan dengan 1 kg garam yodium yang sudah dihaluskan, aduk secara merata.
  • Campurkan ampas tahu yang ada di dalam ember dengan larutan probiotik dan garam yang sudah disiapkan sebelumnya, aduk secara merata. Pastikan seluruh bahan benar-benar tercampur dan tidak terdapat gumpalan lagi.
  1. Cara membuat pakan fermentasi
  • Aduk secara merata seluruh bahan, kecuali ampas tahu. Pastikan semua bahan tercampur menjadi satu bagian dan tidak ada bahan yang menggumpal. Disarakan campuran tersebut diletakkan di atas plastik dan dibuat rata dengan ketebalan minimum 10 cm.
  • Letakkan campuran ampas tahu yang sudah dibuat di atas hamparan campuran bahan lainnya.
  • Aduk rata seluruh bahan tersebut sampai tercampur rata. Pastikan tidak terdapat gumpalan ampas tahu dan bahan lainnya pada campuran tersebut.
  • Setelah seluruh bahan tercampur dan teraduk, masukkan campuran bahan ke dalam drum atau wadah, lalu tutup untuk proses fermentasi, minimum selama 4 jam.
  • Setelah proses fermentasi selesai, pakan tersebut sudah bisa langsung diberikan kepada ayam broiler.

 

Manfaat Pakan Fermentasi Racikan Sendiri

mengaduk_pakan_fermentasiBeberapa kelebihan pakan fermentasi antara lain bobot ayam broiler bertambah dengan cepat secara alami, lebih sehat, dan cepat panen. Selain itu, pakan fermentasi ini menjaga sistem pencernaan dengan baik dan meningkatkan kesehatan ayam, dengan tingkat kematian hanya 5%.

Kutipan artikel di atas diambil dari buku “Beternak Ayam Broiler Tanpa Bau, Tanpa Vaksin”. Buku ini memberikan teknis komplit cara beternak ayam dengan kreatif, terutama menghindari polusi bau. Selain itu, teknik olah pakan ala Sri Waluyo ini membuat usaha peternakan ayam broiler jauh lebih efisien, efektif, dan ekonomis. Buku sudah dapat diperoleh di toko buku Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku lain terdekat di kota Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

bebek gunsi

Mengenal 5 Keunggulan Bebek Gunsi 888

Penyuka kuliner masakan daging bebek nampak semakin banyak. Lihat saja sajian aneka menu bebek, tersebar dari warung kaki lima, seperti nasi bebek Madura hingga kelas resto. Bagi yang jeli melihat peluang, sesungguhnya kebutuhan daging bebek di pasar kuliner saat ini sangatlah tinggi.

Bayangkan saja, sebuah resto olahan daging bebek terkenal membutuhkan 600.000 ekor bebek per bulan. Sementara itu, salah satu rumah makan dengan menu andalan bebek yang cukup dikenal bisa mencapai 100 ekor per hari per satu cabang. Ini artinya, peluang usaha besar untuk para peternak bebek pedaging dan calon peternak bebek untuk menyalurkan bebek ke rumah makan.

Persoalannya, bagaimana menyediakan bebek dalam jumlah banyak dan cepat agar kebutuhan pasar akan daging bebek bisa terpenuhi. Lalu, jenis bebek apa yang bisa tumbuh dengan dengan bobot tertentu, tanpa bau, dan tahan penyakit. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah Bebek Gunsi 888.

Bebek Gunsi 888 adalah bebek pedaging hibrida hasil persilangan bebek Peking (pejantan) dengan bebek Khaki Campbell (betina). Jenis bebek ini telah dikembangkan sejak 2012 dan mulai dipasarkan pada 2013. Saat ini, bebek Gunsi 888 mulai banyak diminati para peternak karena pertumbuhannya yang terbilang cepat.

Keunggulan Bebek Gunsi 888

Berikut beberapa keunggulan bebek Gunsi 888.

  1. Pertumbuhan cepat

Bebek Gunsi 888 memiliki pertumbuhan lebih cepat dari bebek lokal pada umumnya. Mulai umur 35 hari bebek ini mencapai bobot sekitar 1,4—1,5 kg dan 2,2 kg pada umur pemeliharaan 52 hari.

 

  1. Harga panen stabil, keuntungan mencapai 30%

Harga jual bebek pedaging cenderung stabil dan jarang mengalami fluktuasi. Keuntungan lain, usaha bebek pedaging memberikan laba cukup besar mencapai 30%.

 

  1. Daya tahan tubuh yang tinggi

Bebek Gunsi 888 dikenal dengan daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Hal ini menandakan bebek ini memiliki antibodi dari indukan yang baik. Daya tahan tubuh ini juga didukung dari indukan bebek lokal yang memiliki daya adaptasi yang baik.

 

  1. Tekstur dan cita rasa daging

Cita rasa daging bebek Gunsi 888 mudah diterima masyarakat lokal. Hal ini karena rasa daging mirip bebek lokal. Sementara itu, tekstur dagingnya merupakan perpaduan tekstur daging bebek peking dan tekstur bebek lokal.

 

  1. Pemeliharaan tanpa air, minim bau, hemat lahan

Kandang kering, tanpa perluu kolam bermain air atau berenang, inilah ciri tempat pemeliharaan lingkungan bebek hibrida pedaging Gunsi 888. Sementara itu, untuk meminimalisasi becek, tempat air minum diletakkan di luar kandang, untuk mencegah timbulnya bau pada kandang.

beternak-bebek-hibrida-gunsi-888-35-hari-panen-revKeadaan kandang kering seperti ini memberi kesan kandang lebih bersih, sehingga bebek menjadi jarang terkena penyakit, bau yang dihasilkan kandang minim, dan dapat meminimalisasi protes masyarakat di sekitar peternakan.

 

Lima keunggulan bebek Gunsi 888 dikutip dari buku “Beternak Bebek Hibrida Gunsi 888 35 Hari Panen.” Dalam buku ini dipaparkan cara mempersiapkan budi daya, pemeliharaan harian, cara mengatasi masalah budi daya, serta cara memanen bebek hingga memasarkannya.

Buku yang ditulis oleh Drh. Agustin Polana, seorang praktisi dan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, ini sudah dapat diperoleh di toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, atau toko buku lain terdekat di kota Anda.

 

 

 

bebek gunsi

hidroponik nutrisi ab mix butiran

Mengenal, Membuat, dan Mencampur Nutrisi untuk Hidroponik

Dalam sistem budi daya dengan hidroponik, nutrisi menjadi bagian penting untuk pertumbuhan tanaman. Nah, pemberian nutrisi yang baik akan membuat tanaman hidroponik tumbuh dengan baik pula. Nutrisi ini bak “nyawa” dalam sistem hidroponik.

Keunggulan nutrisi dalam hidroponik, semua zat 100% akan terserap dalam air dan tidak menimbulkan endapan. Inilah keistimewaan dari nutrisi hidroponik. Di pasaran, nutrisi hidroponik dikenal dengan nama nutrisi AB mix

Apa itu Nutrisi AB Mix?

Nutrisi AB mix dikenal dalam budi daya hidroponik. Penamaan ini diambil dari dua jenis nutrisi yang digunakan. Tujuannya untuk memudahkan dalam mengingat nama nutrisi.

Nutrisi A mewakili unsur makro hara dan nutrisi B mewakili unsur mikro hara. Beberapa unsur makro hara yang dimaksud mengandung N (nitrogen), P (fosfor), K (kalium, Mg (magnesium), dan lain sebagainya. Sementara contoh nutrisi unsur mikro hara antara lain: Fe (besi), Cu (tembaga), Cl (khlor), dan lainnya.

Menurut jenisnya, nutrisi AB mix, terdiri dari dua bentuk: cairan dan butiran. Mana yang mesti kita pilih? Sebenarnya, membeli nutrisi dalam bentuk butiran lebih menguntungkan bagi pembudidaya karena harganya menjadi lebih murah dibandingkan dengan nutrisi dalam bentuk cairan.

Berikut langkah melarutkan butiran nutrisi AB Mix.

 

  1. Siapkan nutrisi A dan B. Siapkan 2 buah botol plastik masing-masing berukuran 600 ml (untuk melarutkan nutrisi AB mix bentuk butiran kemasan 250 gram) atau 2 buah botol plastik masing-masing berukuran 1.000 ml (untuk melarutkan nutrisi AB mix bentuk butiran kemasan 500 gram).

cara mencampur nutrisi ab hidroponik

 

 

2. Masukkan nutrisi A ke salah satu botol.

 

nutrisi ab hidroponik

 

  1. Isi botol dengan air bersih hingga ½ kapasitas botol.

 

mencampur nutrisi ab untuk budi daya hidroponik

  1. Tutup botol berisi nutrisi A yang sudah diberi air hingga rapat, lalu kocok perlahan atau sedikit kencang. Pastikan nutrisi telah benar-benar larut.
  1. Tambahkan air bersih dengan ketinggian hingga leher botol, kocok perlahan agar larutan tercampur sempurna, lalu tutup hingga Tandai botol menggunakan spidol permanen dengan tulisan “Nutrisi A”.
  1. Berikan juga perlakuan yang sama terhadap nutrisi B.

Nah, dengan langkah-langkah tersebut, nutrisi hidroponik sudah siap digunakan. Selanjutnya, berikut tahapan mencampurkan nutrisi ke dalam wadah penampung pada sistem hidroponik.

  • Siapkan wadah penampung nutrisi sesuai jenis sistem hidroponik yang dibuat.
  • Buat larutan nutrisi awal dengan perbandingan 1:3:3, yaitu campurkan 1 liter air yang sudah dituangkan ke dalam wadah penampung nutrisi pada sistem dengan 3 ml larutan nutrisi A dan 3 ml larutan nutrisi B. Melalui komposisi tersebut, maka diperoleh larutan dengan kepekatan 500 ppm.
  • Naikkan ppm larutan nutrisi dengan cara menambahkan 1 ml larutan nutrisi A dan 1 ml larutan nutrisi B. Penambahan larutan nutrisi ini akan menaikkan kepekatan sebesar 130 ppm.

jago-bertanam-hidroponik-untuk-pemula-01Artikel di atas dikutip dari buku Jago Bertanam Hidroponik untuk Pemula. Buku ini mengantarkan calon pembudidaya tanaman hidroponik atau para hobiis belajar menanam sayur tanpa media tanah. Untuk kemudahan mengikuti langkah-langkahnya, buku ini dilengkapi dengan video tutorial dan panduan step by step disertai foto. Salam hijau.

Cara Memotong Rockwool untuk Media Tanam Hidroponik

Cara Memotong Rockwool untuk Media Tanam Hidroponik

Rockwool yang berasal dari materi mineral bebatuan biasa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Nah, bagi para penghobi hidroponik, rockwool bukanlah hal asing. Seperti kita ketahui budidaya tanaman dengan Hidroponik tidak memerlukan tanah. Rockwool inilah yang dimanfaatkan sebagai media tanam yang paling banyak digunakan.

Satu alasan rockwool dipilih karena pas dan cocok untuk semua jenis sayuran. Selain itu materi rockwool bersifat netral dan tidak mengandung penyakit (patogen) atau bahan kimiawi. Rockwool juga memiliki kemampuan menyerap air hingga 14 kali kapasitas tampungan tanah.

Rockwool bisa didapatkan dengan mudah di toko online. Dipasaran, rockwool biasanya masih berbentuk blok atau lembaran berukuran panjang 1,5 m hingga 2 m, sehingga sebelum digunakan harus dipotong-potong menjadi ukuran yang lebih kecil.

Sekilas, bentuk rockwool memang mirip dengan serabut kapas padat dan berbulu karena terbuat dari bahan mineral bebatuan. Karena itu, saat hendak memotong material stone wool ini, kita perlu melakukannya secara hati-hati. Tidak jarang saat pemotongan dilakukan, ada serpihan-serpihan rockwool yang beterbangan. Tentu saja akan berbahaya jika serabut rockwool sampai terhirup. Maka sebelum memotong rockwool, dianjurkan hobiis hidroponik menggunakan master atau penutup hidung.

Untuk memotong rockwool, siapkan penggaris besi dan gergaji besi kecil. Jangan gunakan pisau atau benda tajam lain yang permukaannya halus, karena sulit memotongnya dan akan membuat rockwool hancur. Alat yang cocok digunakan untuk memotong rockwool yaitu gergaji kecil atau pisau yang bergerigi.

Berikut langkah dan cara memotong dan menggunakan rockwool.

  1. rockwool-1Jika diperhatikan, permukaan rockwool terdiri dari dua bagian. Satu sisi, bagian yang terlihat berpola dan memiliki alur, sisi yang lain tidak berpola. Pada bagian yang berpola, buat 4 garis menggunakan gergaji besi dengan arah memanjang.

 

 

 

 

 

 

 

  1. memotong rockwoolTarik garis lurus hingga keempat sisi. Hal ini dilakukan agar terbentuk panduan lebar rockwool yang dipotong menjadi seragam, yaitu dengan tebal sekitar 1,5 cm dan saat dipotong tidak ada bagian yang terbuang.

 

 

 

 

 

 

 

  1. cara memotong rockwoolPotong rockwool perlahan agar tidak hancur dan debunya menyebar. Pastikan pemotongan dilakukan secara lurus dan rata.

 

 

 

 

 

 

 

  1. rockwool-4Potong rockwool yang sudah berbentuk lembaran dengan ukuran panjang dan lebar masing-masing 2,5 cm. Rockwool pun siap digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Khusus untuk rockwool yang sudah berbentuk lembaran, sebaiknya tidak dipotong sampai benar-benar terpisah. Namun, beri sisa sedikit di bagian bawahnya agar tetap menyatu dan cukup mudah untuk dipisahkan menggunakan tangan. Tujuannya untuk memudahkan penyimpanan apabila tidak digunakan sekaligus. Selain itu, cara ini juga memudahkan pembudidaya untuk menentukan bagian rockwool yang tepat untuk meletakkan benih.

 

Panduan memotong rockwool ini dikutip dari buku “Jago Bertanam Hidroponik untuk Pemula” terbitan Agromedia, berisi tentang tahapan-tahapan bertanam sayuran secara hidroponik, dari penyemaian, panen, hingga peluang bisnisnya. Buku yang disusun oleh Garasi Hidroponik ini mengajak para pemula penghobi tanaman untuk mencoba bertanam sayur di rumah tanpa media tanah; menggunakan rockwool.

 

 

 

 

 

 

 

 

membuat pupuk cair dan pupuk padat

Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair dari Urine Ternak

Membuat pupuk dari kotoran ternak adalah salah satu upaya untuk menghindari pencemaran lingkungan. Selain untuk mengurangi polusi dan bau di area peternakan, pemanfaatan kotoran ternak bisa menghemat biaya penggunaan pupuk anorganik, serta menambah penghasilan tambahan bagi peternak. Bahkan ada pula yang memanfaatkan limbah kotoran ternak untuk bahan dalam tahapan persiapan air kolam lele organik. Continue Reading

kandang kambing

Meraup Untung dari Bisnis Domba dan Kambing Jelang Idul Adha

Usaha penjualan domba dan kambing bisa dibilang tidak ada matinya. Ketika menjelang hari raya Idul Adha, bisnis musiman kambing dan domba menjadi pilihan menarik bagi pedagang hewan kurban. Sebulan sebelum Hari Raya tiba, tidak sedikit lapak kambing dan domba yang sudah digelar di pinggir jalan.

Bagi para peternak kambing dan domba, tentu momen Idul Adha merupakan peluang emas yang tak boleh dilewatkan. Selain peluang tahunan ini, para peternak ruminansia juga memiliki peluang lain dalam penjualan hewan peliharaannya, seperti menjadi suplier untuk kebutuhan restoran dan warung sate kambing, katering acara pernikahan, hingga aqiqah.

Namun, bicara usaha peternakan domba dan kambing tentu saja bukan tanpa kendala. Biasanya, peternak mengalami masalah dengan pakan yang diberikan dan perihal bobot ternak yang tumbuh terlalu lama. Tidak sedikit peternak yang hanya mengandalkan rumput untuk pakan ternak. Akibatnya, upaya dan kerja keras peternak memasok rumput hampir dilakukan setiap hari. Padahal, pakan yang hanya mengandalkan dari rumput dapat menyebabkan bau yang dihasilkan dari area pemeliharaan ternak sangat menyengat dan berpotensi mengganggu lingkungan di sekitarnya.

Untuk itu, perlu diterapkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Langkahnya dengan mengganti pakan ternak yang hanya hijauan dengan pakan fermentasi. Pakan ini bisa dibuat dan diolah sendiri. Langkah ini tergolong mudah, praktis, dan dijamin kandang dan lingkungan di sekitarnya tidak bau.

Efek positif dari menggunakan pakan fermentasi, berat tubuh kambing dan domba lebih cepat gemuk dibandingkan dengan ternak yang hanya diberi rumput saja. Bahkan, dalam waktu tiga bulan peternak sudah bisa menjual kambingnya. Waktu dan tenaga pun tidak habis untuk mencari pakan. Hal ini tentu sangat menguntungkan peternak, karena waktunya tidak habis digunakan untuk beternak saja.

Kini saatnya peternak kambing dan domba beralih ke pakan fermentasi untuk mengembangkan usaha ternaknya. Para peternak bisa menyimak langkah dan panduannya dalam buku “Beternak Kambing dan Domba Cepat Gemuk, Tahan Penyakit, Bebas Bau.” Buku ini disusun oleh Sri Waluyo & Mahmud Efendi, S.Tr.Pi.

Nah, jika Anda ingin mengembangkan bisnis ternak kambing dan domba, terutama untuk perayaan Idul Adha dan memasok bahan daging, alternatif di atas menarik untuk dicoba.

 

Sekadar mengingatkan kriteria kambing dan domba untuk perayaan Idul Adha agar siap dijadikan kurban. Misalnya, usia minimum kambing harus genap 1 tahun dan untuk domba minimum berusia 6 bulan.

 

 

Sumber: https://konsultasisyariah.com/8166-kriteria-hewan-kurban.html