Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Blog

abdul azis pengusaha cacing tanah

Omset Jutaan Rupiah dari Usaha Cacing Tanah

Siapa sangka cacing tanah oleh sebagian besar orang dianggap menjijikkan, namun oleh para petani cacing malah mendatangkan manfaat, peluang, dan keuntungan besar.

Ya, sampai saat ini permintaan kebutuhan cacing tanah datang secara rutin dari para penghobi, peternak, petani ikan, industri obat, dan kosmetik terus meningkat. Bahkan, diprediksi peluang bisnis cacing tanah masih potensial di masa mendatang.

Selain murah pengolahannya, modal awal pengelolaan bisnis budi daya cacing ini relatif murah, perkiraaan dalam dua kali panen modal biasanya kembali. Budi daya cacing tanah juga tidak selalu membutuhkan lahan tanah yang besar, di lahan sempit pun bisa dikembangkan.

Manfaat Cacing Tanah

Cacing tanah dikenal memiliki banyak manfaat di berbagai bidang kehidupan. Di bidang farmasi, cacing tanah dijadikan berbagai ekstrak obat-obatan. Ekstrak cacing juga digunakan untuk bahan dasar kecantikan (kosmetik). Sementara itu, di bidang perikanan, cacing dimanfaatkan untuk pakan dan suplemen makanan ikan. Dan di bidang perkebunan dan pertanian, cacing juga banyak dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan pupuk tanaman.

Cacing tanah sendiri memiliki kandungan protein tinggi, asam amino, dan berbagai enzim yang bermanfaat baik ketika masih dalam bentuk cacing segar maupun sudah diolah.

Kisah Sukses Abdul Azis

Abdul Azis Adam Maulida, ST, menuliskan pengalamannya terkait budi daya cacing ini dalam bukunya “Budi Daya Cacing Tanah Super di Lahan Sempit”. Inspirasi peluang bisnis ini bermula dari ketidaksengajaan pada tahun 2011.

Ia mengawali kisah dari pengalaman ketidaksengajaan membudidayakan belut dan juga membudidayakan cacing tanah untuk pakan belut. Mulanya, budi daya belut yang ingin ia kembangkan, namun justru belut-belut banyak yang mati. Dan sebaliknya, cacing tanah untuk pakan belut malah berkembangbiak dengan cepat. Dari sini para penghobi ikan memanfaatkan cacing-cacing yang dibudidayakan Abdul Azis, hingga permintaan cacing terus berkembang dari mulut ke mulut, hingga akhirnya sampai ke telinga para pengelola bisnis pemancingan ikan. Saat itu, ia menyanggupi ketika ada permintaan 2 ton cacing tanah dari Dinas Perikanan Jawa Timur.

Bisnis budi daya cacing pun terus berkembang. Dari bisnis cacing tanah yang masih segar, usahanya berkembang pula menjadi cacing kering, hingga olahan dalam botol.

Sampai kini, Abdul Azis Adam Maulida, melalui CV RAJ Organik, memiliki banyak mitra. Ia juga mengedukasi mitra-mitranya agar bisa berkembang dalam usahanya. Produksi cacing dibantu para mitranya per bulan mencapai 10—20 ton.

budidaya cacing tanah superBarangkali Agromate juga ingin menambah pendapatan dari usaha budi daya cacing. Ikuti panduannya dalam buku “Budi Daya Cacing Super di Lahan Sempit.” Dalam buku yang diterbitkan Agromedia ini, Agromate bisa menyimak cara-cara persiapan budi daya, pemeliharaan, cara menghadapi kendala, hingga analisa usaha.

Yuk, budi daya cacing tanah!

 

 

 

 

 

pelatihan hidroponik

Pelatihan Hidroponik bersama Owner Garasi Hidroponik

Bagi kamu yang ingin belajar cara bertanam sayur hidroponik, ikutan yuk “Belajar Bareng Hidroponik” bersama Umi Fadlillah Umar, SP, M.Si (Owner Garasi Hidroponik)

Tidak hanya mengetahui cara bertanam yang tepat, kamu juga bisa mempelajari bagaimana cara mengatasi kendala yang dialami selama menerapkan hidroponik, dari penggunaan media tanam, permasalahan pencampuran pupuk, kebutuhan air, penyemaian, perawatan haria, hingga pengendalian penyakit.

Dengan commitmenf fee IDR250.000, apa saja sih yang didapat?

  • 1 eks buku “Jago Bertanam Hidroponik untuk Pemula”
  • Starter kit
  • Benih sayuran
  • Pupuk AB-Mix
  • Sertifikat
  • Konsultasi hidroponik
  • Modul gratis hidroponik

 Untuk reservasi, contact saja nomor berikut.

089695953477 (RIYO)

Salam hijau, terima kasih.

pelatihan hidroponik

murai batu

Begini Proses Memandikan Murai Batu

Siapa tidak kenal burung murai batu. Burung ini termasuk salah satu primadona dalam kontes burung kicauan. Ciri khasnya sangat jelas, terlihat dari bulunya yang merupakan perpaduan warna hitam dan cokelat, dengan ekor yang menjuntai panjang.

Agar penampilannya selalu prima, murai batu harus dimandikan secara rutin. Namun, memandikan murai tidak boleh sembarangan dilakukan. Antara murai batu anakan dengan murai dewasa beda perlakuan dalam hal memandikannya. Murai batu yang baru mulai tumbuh bulu, sebaiknya jangan langsung dimandikan. Tunggu hingga mereka memiliki bulu-bulu yang lebat. Sebab, daya tahan anakan murai batu masih rentan.

Murai_Batu_mandi

Berikut ini cara memandikan anakan murai batu.

  • Semprotkan air secara halus ke tubuh anakan menggunakan sprayer.
  • Jika semprotan masih terlalu keras, atur jarak semprotan agar tidak terlalu dekat dengan anakan murai.
  • Sebaiknya memandikan anakan murai batu pada pukul 07.00—00.
  • Jemur hingga bulu-bulunya mengering. Pada fase pengeringan ini, penangkar bisa meloloh pakan kepada anakan. Ketika anakan sudah dapat makan sendiri dan bulunya bertambah lebat, penangkar bisa melatih anakan untuk mandi sendiri dengan cara memasukkannya ke dalam keramba mandi secara berkala. Dengan begitu, murai batu akan mengingat apa yang harus dilakukannya ketika melihat keramba.

Tahap yang paling sulit dalam mengajarkan murai batu mandi adalah membuatnya masuk ke dalam keramba. Berikut ini tip-tip memandikan murai batu.

  • Pastikan murai batu dalam keadaan lapar sebelum memandikannya. Berikan 1 ekor jangkrik sebagai pengganjal perut. Tebarkan beberapa ekor jangkrik di dalam keramba untuk memancing murai batu masuk ke dalamnya. Jangan lupa, berikan pula tangkringan di dalam keramba.
  • Sejajarkan posisi pintu kandang dan keramba, lalu tempelkan kedua pintunya.
  • Pasanglah tangkringan di dalam sangkar sejajar dengan pintu sangkar untuk mempermudah murai batu masuk ke dalam keramba.
  • Jika murai batu sudah masuk ke dalam keramba, tutup pintu keramba. Pantau dari kejauhan dan pastikan kondisi sekitar keramba tetap tenang agar murai batu tidak merasa takut.

panduan-menangkarkan-murai-batuTip di atas diambil dari buku “Panduan Menangkarkan Murai Batu”. Buku ini ditulis oleh Suppriyanto Akdiatmojo, seorang penangkar Mega Bird & Orchid Farm (MBOF) di daerah Bogor. Buku ini hadir sebagai referensi untuk para hobiis burung kicauan, terutama murai batu untuk dapat mempelajari dan mengembangkan usaha penangkaran murai batu dan solusi atas aneka permasalahan yang ada.

Dalam buku terbitan Agromedia ini, dilengkapi juga beberapa hal seperti penyebab murai batu over birahi dan cara mengatasinya, cara merawat murai batu yang drop karena stres, tip memasarkan trotolan, kiat menghasilkan murai batu unggul calon jawara kontes, dan berbagai tip lainnya.

Salam kicauan.

 

 

 

memilih arwana

Lima Cara Mudah Memilih Ikan Arwana “Si Raja Ikan Hias”

Tahukah Anda, selain untuk hobi, ternyata ikan Arwana dipercaya membawa “keberuntungan” bagi yang merawatnya. Ada yang percaya tipe penolak bala hadir pada ikan jenis Golden Red Arwana. Sementara itu, jenis Golden Pino dipercaya membawa rezeki. Ada juga jenis Arwana yang diyakini bisa mendatangkan kesembuhan bagi pemilik yang sedang sakit. Benar tidaknya, tergantung kepercayaan masing-masing.

Dahulu penghobi ikan Arwana tumbuh dan berkembang dari kalangan ekonomi menengah atas. Namun, semenjak maraknya internet dan media sosial, hobiis dari berbagai usia dan kalangan bermunculan menggemari ikan hias air tawar ini. Begitu juga komunitas dan klub penggemar arwana di media online, serta kontes-kontes di daerah-daerah juga ikut ramai.

Di kalangan hobiis ikan hias, Arwana dikenal awet dan stabil untuk urusan tren. Hal ini disebabkan harga ikan Arwana, khususnya tipe Red, cukup stabil di pasaran. Selain itu, jenis ikan Arwana tergolong kuat siklus hidupnya. Maka tidak heran jika ada yang menyebut Arwana sebagai ikan hobi sepanjang masa.

Selain sebagai hobi, ada juga hobiis yang memanfaatkan sebagai barang “investasi”. Ya ada yang merawat Arwana untuk tujuan bisnis, jual beli. Dari anakan ikan yang dibeli dengan harga jutaan rupiah. Ketika dipelihara selama 5—7 tahun, harga Arwana bisa mencapai belasan, bahkan hingga puluhan juta rupiah.

 

arwana_perak

Cara Memilih Arwana

Langkah awal memilih Arwana adalah dengan mengenali jenis dan anatomi fisik ikan Arwana. Arwana asli Indonesia dikenal dengan Arwana Super Red yang berasal dari sungai Kapuas dan Danau Setarum, Kalimantan. Selain asli Indonesia, ada juga Arwana yang berasal dari Asia dan Afrika.

Bagi pemula hobiis ikan Arwana, berikut tip dan cara memilih jenis ikan Arwana yang disarankan oleh Sriyadi Arwana, seorang owner PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia dan penulis buku “Memelihara Arwana Si Ikan Naga”:

  1. Memilih sesuai selera, budget, dan pengalaman pemelihara

Parameter ini sangat rasional, terutama dari sisi budget Anda bisa memilih jenis arwana sesuai dengan isi kantong. Untuk bibit Arwana jenis Pino harganya mulai Rp250.000, sedangkan untuk jenis Red berukuran 10 cm bisa mencapai Rp 2,5 juta.

  1. Memilih dari sisi ukuran

Ukuran Arwana yang disarankan dipilih antara 20—25 cm. Mengapa? Bagi pemula, ukuran Arwana ini lebih mudah dipelihara dibandingkan dengan ukuran Arwana yang lebih kecil.

  1. Memilih Tempat Membeli

Walaupun ikan Arwana bisa dibeli secara online, akan lebih baik jika langsung datang ke lokasi pembelian. Dengan demikian, Anda akan bisa melihat langsung sosok ikan Arwana yang akan dipilih.

  1. Fisik ikan

arwana-coverPastikan tidak ada sisik yang lepas atau rusak. Selain itu, kondisi ikan mesti sehat. Hindari membeli anakan ikan dengan bibir cakil. Sebab, saat ikan tumbuh dewasa, bibir yang cakil akan mengurangi keindahan fisiknya.

Selengkapnya pembahasan seputar Arwana dapat disimak dalam buku “Memelihara Arwana Si Ikan Naga” karya Sriyadi Arwana. Buku ini berisi berbagai hal mengenai ikan arwana; dari panduan memilih, persiapan pemeliharaan, hingga teknis perawatan harian. Ada juga ulasan tentang teknik tanning, yaitu cara mengoptimalkan dan menebalkan warna merah pada arwana super red.

 

Tren Kontes LoveBird; dari Jalal hingga Kusumo

Tren Kontes LoveBird; dari Jalal hingga Kusumo

Lovebird dikenal dengan sebutan “Si Burung Cinta.” Sekitar tahun 90-an, burung kecil dengan bulu berwarna dan berparuh merah atau kuning ini belum begitu ramai dikenal di Indonesia. Kabarnya tren Lovebird mulai meroket antara tahun 2014 hingga 2015. Pemicunya kontes Lovebird yang dimenangkan oleh Ki Kusuma dan Jalal di berbagai event lomba di daerah.

Fenomena Ki Kusuma dan Jalal, menjadi pelatuk tren perkembangan Lovebird. Tidak hanya melambungkan nama, namun berpengaruh juga pada lonjakan harga burung yang fantastis; dari puluhan juta hingga ratusan juta, bahkan kabarnya ada yang digadang dengan harga 1 milyar. Fantastis bukan?

Memang, semenjak tahun 1999 hingga 2000, kontes Lovebird sudah ada. Namun pesertanya tidak terlalu banyak. Lovebird warna mulai banyak penggemarnya di tahun 2005. Jenis Lutino, harganya bisa mencapai 15 juta rupiah.

Keunikan lain hadir pada jenis Lovebird Fallow. Cirinya mata merah seperti batu Ruby. Warna merah Ruby ini akibat dari mutasi genetik. Sementara itu, ciri khas pada bulunya berwarna “jadul”, hijau pastel. Lovebird jenis Fallow per pasang saat ini dihargai antara 50 hingga 75 juta rupiah.

Di wilayah Pulau Jawa, tren Lovebird sudah merata. Begitu juga di luar Jawa, seperti Lampung dan Palembang. Tren Lovebird bisa ditengok dari maraknya lomba burung kicauan ala Lovebird. Kontes Lovebird tingkat lokal hingga provinsi kerap digelar, hampir setiap minggu kontes burung Lovebird bisa ditemukan. Pesertanya pun kian banyak. Diprediksi ke depan, Lovebird tetap menguasai tren pada penghobi burung kicauan.

Burung asal Afrika ini, selain warnanya yang indah, Lovebird disukai karena ciri suara yang ngekek. Makin panjang suara ngekek-nya makin berpeluang menjadi jawara. Lovebird termasuk jenis burung yang suka bersuara, berisik, dan gaduh.

Burung berukuran 14 cm ini memiliki kebiasaan suka mengunyah apa saja, termasuk kayu. Terlebih lagi ketika birahi, apa sapa dipatuk. Maka tak heran jika burung ini lebih cocok dipelihara dalam sangkar besi.

Dari segi penggemar, ternyata ada yang sekedar memelihara Lovebird karena suka, tetapi ada juga karena ingin mendapatkan hadiah dari kontes Lovebird. Sebut saja Joko Supriyanto, seorang karyawan swasta yang memiliki hobi memelihara Lovebird untuk alasan membuang stres.

Berbeda dengan Joko, ada Mujianto. Karyawan asal Ciganjur ini kerap aktif mengikuti berbagai kontes Lovebird. Hampir setiap hari Sabtu dan Minggu ia lakoni dengan membawa gantangan lovebird ke arena kontes. Tidak hanya kontes di Jakarta, ia juga sering mendatangi kontes di Bekasi, Karawang, bahkan hingga ke Yogyakarta.

Kontes Lovebird Tidak Pernah Sepi

kontes lovebird

Menurut catatan Ade Sulistiyo, seorang praktisi kontes lovebird, dalam satu bulan di wilayah Bandung, Bekasi, dan Jakarta diperkirakan mencapai 600 kontes. Tidak heran jika maraknya Lovebird ini, berpengaruh positif terhadap efek perekonomian. Jika ada kontes Lovebird, otomatis segala perlengkapan Lovebird, dari penangkaran, penjualan burung di pasar, pengrajin sangkar, penjual pakan, pembuat piala kontes, juri kontes, hingga penjual makanan ringan di arena kontes lovebird, akan menuai panen.

Menghasilkan Lovebird Siap Juara

Bagaimana cara menghasilkan lovebird yang siap kontes?

Setidaknya, kita bisa melatih dan meningkatkan performa ngekek Lovebird. Caranya dengan memperdengarkan aneka suara burung master ke burung Lovebird peliharaan Anda. Tujuan ini untuk memperkaya perbendaharaan suara burung yang sedang disiapkan untuk kontes. Selain itu, makanan ekstra perlu diberikan sebelum kontes dan pada saat akan kontest.

Semua hal mengenai cara menghasilkan Lovebird juara dituangkan oleh Ade Sulistio dalam bukunya berjudul “Mencetak Lovebird Juara” terbitan Agromedia. Selamat membaca.

Salam Lovebird, agromate.

 

jenis_lovebird_agromedia

 

 

 

 

 

 

 

talkshow mempercepat panen tanaman hidroponik

Berbagi Ilmu dan Pengalaman Bertanam Sayuran Hidroponik Bersama Nurdin SQ

Tepat pada hari Sabtu, 23 September 2017, yang lalu, Agromedia Pustaka bersama Nurdin SQ, penulis buku Mempercepat Panen Sayuran Hidroponik, mengadakan talkshow untuk membagikan pengalaman penulis selama menjalankan usaha sayuran hidroponik kepada khalayak. Talkshow yang dihadiri oleh pecinta hidroponik tersebut berisikan tip-tip yang mudah dan sederhana untuk membuat sayuran hidroponik tumbuh secara maksimum.

Selama acara yang berlokasi di Gramedia Merdeka, Bandung tersebut, Nurdin SQ tak segan-segan menjabarkan rahasianya dalam mengembangkan usaha hidroponik. Dari menentukan pH nutrisi yang ideal, cara menyemai yang praktis dan cepat, memilih sayuran yang ekonomis, hingga mengenal jenis sayuran yang diterima di pasar menjadi pembahasan yang paling diminati oleh audiensi. Terbukti, ketika sesi pertanyaan, banyak audiensi yang mengajukan pertanyaan seputar hal tersebut untuk menemukan solusi terbaik.

Audiensi yang hadir bukan hanya pemula yang masih awam, tetapi juga praktisi yang sudah mengaplikasikan hidroponik di rumahnya. Praktisi-praktisi ini umumnya mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Sebut saja Rohman, yang telah menggeluti hidroponik cukup lama, tetapi masih saja menemukan kesulitan dalam menanggulangi hama. Karena itu, selain membaca buku karya Nurdin SQ, dirinya berharap melalui talkshow ini dapat menemukan jawaban yang akurat untuk mengatasi hama yang seringkali menyerang tanaman hidroponiknya.

Dalam talkshow ini pun, Agromedia membagikan paket hadiah kepada audiensi yang sudah berpartisipasi dalam menambah kemeriahan pada acara sore itu. Acara yang berakhir pada pukul 17.00 itu tak menyurutkan niat audiensi untuk tetap berdiskusi dan mengajukan pertanyaan berkenaan kendala dalam berhidroponik kepada Nurdin SQ. Animo dan semangat yang begitu besar yang dalam mengembangkan hidroponik oleh audiensi menggambarkan bahwa hidroponik bukan sekadar cara menanam kaum urban, tetapi juga menjadi sebuah kebutuhan bagi semua orang.

 

talkshow mempercepat tanaman hidroponik

talkshow_mempercepat_panen_tanaman_hidroponik_4

 

talkshow_mempercepat_tanaman_hidroponik_2

pak soimun kolam terpal ikan

Inilah Cara Baru Pembenihan Gurami Metode Kolam Terpal di Air Dangkal

Seperti yang umum kita ketahui, budi daya gurami biasa dilakukan di kolam yang relatif luas dengan kedalaman minimum 80 cm. Kolam gurami dibangun dengan dinding tembok. Selain itu, air mengalir sepanjang tahun mesti tersedia. Bagi petani ikan yang tidak memiliki lahan luas dan debit air yang banyak tentu hal ini bisa menjadi kendala.

Lalu, bisakah gurami dibudidayakan di kolam sempit dengan air yang menggenang? Jawabannya bisa dan memungkinkan. Mau tahu rahasia pembenihan gurami metode terpal air dangkal?

Pembenihan gurami metode terpal air dangkal memang tergolong baru. Bermula dari hasil coba-coba seorang pembenih ikan gurami dari Purbalingga. Dialah Soimun, pencetus pertama metode pembenihan gurami kolam terpal plastik air dangkal. Lebih dari tiga tahun ia mempraktikan teknik tersebut, hingga sampai saat ini, ia memiliki 12 petak kolam. Ukuran kolam terbesar 8 x 6 meter. Soimun dalam waktu 3 tahun mampu memanen telur gurami dengan tingkat penetasan mencapai 98%.

Pada dasarnya, budi daya ikan gurami air dangkal ini memanfaatkan air tergenang yang bersumber dari air hujan dan air tanah. Dengan metode ini penghematan air sekitar 70% dibandingkan dengan metode budi daya di kolam biasa.

Keunggulan lain pembenihan gurami metode kolam terpal air dangkal dibandingkan dengan metode konvensional adalah budi daya metode kolam terpal air dangkal tidak mengenal musim. Dengan begitu, produksi telur ikan tetap berjalan ketika menghadapi cuaca ekstrem.

Teknis Pemijahan Gurami di Kolam Terpal Plastik

gurami_kolam_terpal

 

Pada prinsipnya, pemijahan gurami ini sama dengan metode konvensional di kolam biasa. Sebagai gambaran, jika kita memiliki 6 pasang induk gurami dengan perbandingan 1 : 3 (6 ekor jantan dan 18 ekor betina), diperlukan 6 kolam terpal dengan luas masing-masing 2 x 4 m, sehingga total luas lahan yang dibutuhkan berkisar 48 meter persegi.

Usaha pemijahan gurami akan menguntungkan jika pembudidaya membuat juga kolam terpal untuk pemeliharaan larva minimum 6 unit dengan ukuran 2 x 3 m. Asumsinya, satu unit kolam pemeliharaan larva bisa menampung 2.500 benih gurami hingga berukuran biji oyong. Jadi, pemijahan bukan hanya menjual telur gurami, tetapi juga menjual benih dengan ukuran maksimum.

Artikel di atas diambil dari buku “Pembenihan Gurami Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-ajang & Sosog.” Buku ini ditulis oleh Marbowo Leksono dan Mahmud Efendi, keduanya adalah penyuluh perikanan. Buku ini berisi panduan praktis membudidayakan gurami dengan hemat waktu, tempat, modal investasi pun relatif murah jika dibandingkan dengan cara konvensional.

Penasaran? Yuk, pelajari caranya melalui buku ini dan video panduannya.

 

 

Hidroponik Organik; Dari Penyemaian Sayuran Hingga Pemeliharaan Harian

Dalam budi daya tanaman hidroponik organik, terdapat dua tahapan dasar yang perlu dilakukan secara rutin. Dua hal ini juga sama dilakukan dalam budi daya hidroponik dengan POC Ki Pahit. Tahapan tersebut adalah penyemaian benih dan tahap pemeliharaan sayuran hingga siap panen.

 

Penyemaian Benih dan Pemeliharaan Bibit

Penyemaian aneka jenis benih sayuran pada budi daya hidroponik organik diawali dengan mempersiapkan rockwool sebagai media semai, wadah semai berupa tray plastik atau wadah lainnya yang bisa menampung air, dan benih sayuran yang ingin ditanam. Berikut tahapan penyemaian.

tahapan penyemaian hidroponik
Tahapan penyemaian hidroponik. Dari buku “Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami.

 

Perlu Diperhatikan dalam Penyemaian

  1. Khusus untuk tanaman sayuran berdaun lebar, seperti sawi, pakcoi, atau selada, lubang pada rockwool hanya dibuat satu buah di bagian tengah. Sementara itu, untuk menghasilkan pertumbuhan yang meninggi, seperti tanaman bayam dan kangkung, lubang yang dibuat perlu lebih banyak, yakni 4—6 buah lubang.

 

  1. Untuk hari pertama, sebaiknya benih dijemur langsung terkena paparan sinar matahari dari pagi hanya sampai siang hari. Di hari kedua dan berikutnya, penjemuran di bawah matahari dilakukan dari pagi hingga sore hari.

 

Pemeliharaan pada Tahap Penyemaian

  1. Agar bibit tidak layu dan tumbuh terus, rockwool harus senantiasa dalam kondisi lembap. Hal ini bisa dilakukan dengan mengalirkan air ke wadah semai hingga rockwool selalu lembap, tetapi tidak sampai menggenangi rockwool. Cara lain adalah dengan menyemprot rockwool menggunakan sprayer. Lakukan dengan semprotan yang halus agar rockwool terlihat lembap dan bibit tidak rusak akibat semprotan air yang terlalu kencang.
  1. Jagalah benih dari terpaan hujan ataupun gangguan hama, seperti ayam dan Wadah semaian sebaiknya diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung, tetapi tidak terkena terpaan hujan seperti di dalam green house. Bisa juga dengan memberikan naungan menggunakan plastik UV. Namun, jika tidak terdapat green house atau naungan plastik UV, sebaiknya bibit segera pindahkan ketika akan turun hujan. Pastikan juga lokasi bibit bebas dari gangguan hewan agar bibit tidak diacak-acak, terjatuh, ataupun dimakan.

 

bertanam sayuran hidroponik organikBerbagai tip di atas diambil dari buku “Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami.” Buku ini ditulis Charlie Tjendapati, seorang praktisi pertanian tanaman hidroponik. Berminat dengan hidroponik organik? Yuk simak bukunya dan praktikkan langkahnya!

 

anggrek bulan agromedia

Rahasia Pemupukan Anggrek ala Ade Andriyani

Salah satu bagian penting dalam perawatan tanaman anggrek adalah pemupukan. Pada dasarnya, perlakuan pemupukan pada setiap jenis tanaman anggrek itu berbeda. Usia tanaman anggrek menjadi kunci takaran pupuk yang akan dibutuhkan. Ade Andriyani penulis buku “Membuat Tanaman Anggrek Rajin Berbunga”memberikan ulasannya soal pemupukan, khususnya tanaman anggrek.

Tanaman anggrek muda dan remaja membutuhkan pupuk yang mengandung nitrogen (N) tinggi. Kandungan pupuk nitrogen ini mendorong pembentukan sel-sel baru, khususnya untuk pertumbuhan batang dan daun. Nah, salah satu ciri tanaman anggrek yang kekurangan nitrogen adalah menampilan daun memucat dan pertumbuhannya terhambat.

Sementara itu, pupuk yang mengandung fosfor tinggi diperlukan untuk tanaman dewasa, terutama untuk memacu pembungaan. Pupuk fosfor memiliki kandungan senyawa komplek dan penyusun metabolit, yang berfungsi sebagai pengatur enzim dan proses fisiologis.

bunga-anggrek-di-kebun-okIdealnya, cara pemberian pupuk pada tanaman anggrek melalui daun. Sebab, penyerapan pupuk melalui daun ini lebih efektif daripada penyerapan melalui akar.

Menurut pengalaman Ade Andriyani, pemupukan anggrek perlu dilakukan setiap hari dengan takaran sesuai anjuran. Dengan begitu, tanaman anggrek akan selalu mendapatkan asupan nutrisi. Selain pupuk anorganik yang banyak beredar di pasaran dengan beragam merek, ada juga pupuk organik yang bisa diberikan pada anggrek, seperti sisa air cucian beras, kulit bawang merah, dan pecahan kulit telur.

Agar pertumbuhan lebih maksimal, tambahkan juga pupuk slow release, seperti Methylin urea, di dalam dan di atas media tanam. Bahan-bahan, seperti vitamin atau susu yang sudah kadaluarsa, air sisa infus, air tebu, dan madu juga bisa diberikan ke anggrek sebagai tambahan energi yang bisa membuat anggrek cepat berbunga. Caranya, larutkan bahan-bahan tersebut ke dalam air, lalu siramkan ke anggrek.

Untuk pembahasan lebih lengkap tentang cara bagaimana membuat anggrek rajin berbunga, silakan pelajari ilmunya dari dalam buku “Membuat Tanaman Anggrek Rajin Berbunga.”

Selamat mempraktikkan.

 

biogas

Biogas; Dari Limbah Ternak Gantikan Energi Listrik & BBM


Pemanfaatan energi biogas mulai banyak diterapkan di Indonesia, terutama wilayah perdesaan. Biogas ini dimanfaatkan sebagai energi alternatif pengganti BBM yang kian menipis. Belum lagi, ketika belakangan ini subsidi listrik dihapus, penggunaan energi biogas menjadi salah satu energi alternatif favorit untuk listrik skala rumah tangga.

Satu alasan energi biogas cukup pontensi dikembangkan di Indonesia adalah banyaknya lahan peternakan di negeri ini. Kelompok tani dan peternak bisa memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi biogas. Contohnya saja di desa Kumatanah, Purwakarta. Berkat dukungan pemerintah setempat, biogas dikembangkan di desa ini dan masyarakat pun bisa memangkas pengeluaran untuk listrik dan BBM. Bahkan, dalam perkembangannya, bahan baku biogas yang digunakan tidak hanya limbah peternakan, melainkan limbah pertanian, limbah perairan, limbah industri, limbah sampah organik, hingga limbah kotoran manusia.

biogas

Dalam kesehariannya, warga memanfaatkan energi biogas untuk keperluan sehari-hari, seperti kompor biogas, lampu untuk penerangan, rice cooker, setrika uap, oven, pompa air, water heater, traktor/bajak, dan generator bertenaga biogas.

 

Selain bisa dimanfaatkan dalam skala perumahan, energi biogas memungkinkan sekali diintegrasikan dengan sistem pertanian, peternakan, dan pengelolaan perikanan. Sistem terpadu seperti ini tidak saja dilakukan di negara maju. Bahkan, dalam skala perdesaan pun bisa.

 

Lebih lengkap mengenai biogas dan bagaimana cara kerja dan teknis instalasinya, bisa dibaca dalam buku berjudul ”Biogas; Hemat Energi Pengganti Listrik, BBM, dan Gas Rumah Tangga.” Di dalam buku yang ditulis oleh Sri Wahyuni, SE. , MP, disebutkan bahwa kemandirian pangan dan energi bisa diintegrasikan dengan sistem biogas.  Intinya, pengembangan sistem pertanian terpadu berkelanjutan dilakukan untuk menunjang kemandirian pangan dan energi di perdesaan.

 

Di dalam buku Biogas terbitan Agromedia ini, juga dipaparkan cara membangun instalasi biogas dan perawatannya. Dijelaskan bagaimana cara menghasilkan biogas dari limbah ternak, limbah pertanian, dan sampah organik. Bagaimana memanfaatkan limbah biogas untuk pupuk organik dan pakan lele. Selain itu, dibahas juga bagaimana menerapkan sistem pertanian terpadu yang terintegrasi dengan biogas. Selamat membaca!

pelatihan hidroponik