Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Blog

budi daya lele sistem filterisasi dan akuaponik

Makin Untung Budi Daya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen

Satu alasan budi daya lele banyak dipilih para petani ikan tentu saja banyak konsumennya. Menurut catatan, kebutuhan lele segar di Jabodetabek setiap hari mencapai 240 ton. Kebutuhan lele segar ini baru tercukupi 140 ton. Sisanya para peternak lele dari Bogor memasok kiriman lele antara 80  hingga 100 ton.

Budi daya lele bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Permintaan riil ini datang dari usaha kuliner, seperti rumah makan, pecel lele tenda, katering, dan kebutuhan lain.

Budi Daya Lele Biogreen

Masalah kolam kotor dan bau sering kita dengar terkait budi daya lele. Metode budi daya lele kini kian varitif dan modern,  budi daya lele bersih dan tanpa bau pun sudah ada. Salah satunya dengan metode biogreen.  Bahkan, air kolam lele pun bisa dikonsumsi (diminum). Metode ini ditemukan pada 2014 oleh H. Muhammad Iqbal, S.E, seorang peternak lele asal Bekasi.

Budi daya lele metode biogreen adalah metode budi daya dengan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), baik persiapan budi daya, proses budi daya, maupun panen. Intinya, metode ini menerapkan ikan lele yang dibudidayakan bebas dari kontaminasi bahan kimia dan biologi, serta aman dikonsumsi.  

Salah satu ciri dari metode ini adalah penggunaan pakan probiotik, media kolam terpal bulat, dan manajemen budi daya.

 

 

Keunggulan Kolam Terpal Bulat

 

Melalui ratusan kali penelitian dan percobaan dengan cara membandingkan aneka tipe kolam yang cocok untuk budi daya lele selama bertahun-tahun, akhirnya Muhammad Iqbal menentukan pilihan bahwa hanya kolam terpal berbentuk bulat yang mampu mewadahi manajemen budi daya lele dengan probiotik ini.

 

Keunggulan penerapan kolam terpal bulat ini, selain praktis, efisien dan murah, juga mampu menampung lebih banyak bibit ikan lele. Padat tebarnya mencapai 700 ekor lele/meter kubik.

 

Selain itu, kelebihan lain dari sistem ini adalah tanpa perlu mesin aerator (penghasil gelembung untuk menggerakkan ikan), bebas bau dan ramah lingkungan, hemat air, dan hemat pakan, serta tingkat kematian lele rendah.

Instalasi Kolam Terpal Bulat

 

Pengembangan budi daya lele metode biogreen akan optimal jika berada di lokasi dengan suhu 26—36o, C sesuai kebutuhan lele.

 

Menurut jenisnya, kolam dibagi menjadi tiga: kolam tandon air, kolam pembesaran, dan kolam transit untuk panen. Diameter rata-rata kolam antara lain 1 meter, 2,5 meter, hingga 5 meter dengan ketinggian kolam 1 meter.

 

kolam_bulat_budidaya_lele

 

Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangun kolam terpal bulat.

 

  1. Rangka kawat besi

 

Rangka kawat dibentuk bulat dengan bagian dasar berbentuk kerucut.

  1. Karpet talang dan terpal
  2. Instalasi pipa air; terdiri dari pipa input air, pipa pembuangan air, dan pipa water level. Siapkan pula lem dan gergaji pipa pralon. 

pipa-pengeluaran-air-3. Atap

Atap biasanya menggunakan plastik UV atau transparan tembus cahaya.

 

Dalam merangkai kolam, siapkan rangkaian besi untuk rangka kolam, karpet talang luar, dan terpal plastik untuk dinding kolam, serta pipa-pipa untuk saluran masuk air, saluran pengeluaran di dasar kolam, dan pipa untuk water level.

tahapan_rangkaian_kolam_bulat

 

permukaan_kolam_lele_bulat

Adapun tahapan merangkai kolam bisa dilakukan dengan cara berikut. Pertama, gali tanah berbentuk kerucut dengan kedalaman yang sejajar dengan rangka bagian dasar kolam yang berbentuk kerucut agar pas saat penempatannya. Agar kolam lebih kokoh dasar kolam disemen dan diberikan jalur masuk dan pengeluaran air. Gali juga saluran pipa air pembuangan. Setelah itu, pasang rangka besi yang sudah disiapkan.

 

Kedua, pasang karpet talang luar pada rangka, lalu pasang terpal plastik. Pasangkan pipa saluran pembuangan dan sambungkan dengan pipa menuju saluran pembuangan berupa got atau saluran air.

 

Ketiga, rapikan posisi terpal pada rangka kolam dengan menarik terpal di bagian tengah agak ke atas ke bagian rangka, sehingga keseluruhan bagian terpal posisinya rata ke seluruh bagian dinding kolam.

 

Keempat, alirkan air ke dalam kolam sambil dicek posisi terpal dan dirapikan. Terpal akan melekat kuat pada rangka apabila kolam telah terisi air tanpa perlu diikat ke rangka. Jika tidak ada masalah, kolam bisa digunakan.

 

Bagaimana Agromate, terinspirasi untuk membangun sistem budi daya lele dengan Biogreen? Bagi yang penasaran ingin mempelajari lebih lengkap, silakan simak panduannya dalam buku “Budi Daya Lele Sistem Filterisasi dan Akuaponik”. Buku ini disusun oleh Muhammad Iqbal, seorang pakar budi daya lele dan pemilik usaha budi daya lele Mas 78 Farm.

 

Dalam buku ini, juga diajarkan cara memadukan budi daya lele biogreen dengan sistem bertanam sayuran secara organik dengan akuaponik.

 

Selamat berinvestasi!

 

kolam_lele_aquaponik

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *