Bertanam Tepat agar Menghasilkan Buah Naga Berkualitas Prima

buah-naga-kualitas-prima

Popularitas keistimewaan buah naga sudah dikenal luas di Indonesia. Selain rasa dan bentuknya yang khas, buah ini memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Buah ini kaya protein, serat, sodium, dan kalsium, mengandung banyak vitamin dan mineral. Buah ini sangat baik untuk ketahanan tubuh, metabolisme, mengurangi tekanan emosi, mencegah kanker usus, penumpukan kolesterol dalam darah, dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh. Dan, masih banyak lagi khasiatnya.

Karena manfaatnya yang cukup besar, buah naga sangat digemari dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Harganya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan lokal, seperti pisang, pepaya, mangga, jambu biji, dan nanas. Buah ini menjadi komoditas pertanian yang banyak diusahakan oleh para petani buah. Selain dibudidayakan dalam skala besar, buah naga dapat juga ditanam dalam skala kecil di pekarangan atau halaman rumah. Pasalnya, buah ini tergolong tanaman yang mudah ditanam, baik melalui media pot maupun langsung ditanam di tanah.

Setidaknya ada empat jenis buah naga yang telah dikenal, yakni buah naga berdaging putih, merah, super merah, dan kuning. Dua varietas pertama merupakan yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Untuk memperoleh bibit buah naga, bisa dilakukan menggunakan biji (generatif) atau setek batang (vegetatif). Hanya saja, perbanyakan generatif relatif membutuhkan waktu yang lebih lama. Karenanya, petani lebih banyak menggunakan sistem perbanyakan setek (vegetatif). Selain lebih praktis, juga bisa lebih cepat menghasilkan buah.

Pada setiap proses penanaman, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatannya sangat berpengaruh terhadap kualitas tanaman dan buah yang dihasilkan. Proses yang baik dan tepat akan menghasilkan tanaman dan buah yang berkualitas. Sebaliknya, proses atau metode yang tidak tepat akan menghasilkan tanaman dan buah yang rendah kualitasnya. Karenanya, setiap petani atau siapa pun yang hendak bertanam buah naga mesti memiliki wawasan yang memadai.

Banyak faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan buah naga. Salah satunya ialah penanggulangan hama dan penyakit. Jika tidak bisa diantisipasi, hama dan penyakit bisa menurunkan produksi, bahkan menyebabkan kematian. Misalnya, hama tungau yang kerap menyerang tanaman buah naga. Hama ini bersifat parasit dan menyerang kulit batang dan cabang sehingga menyebabkan kerusakan jaringan klorofil. Akibatnya, proses asimilasi terhambat. Batang dan cabang yang terserang tidak lagi berwarna hijau segar, melainkan menjadi kusam.

Dengan demikian, alangkah baiknya Anda membaca buku 5 Jurus Sukses Hasilkan Buah Naga Kualitas Prima terbitan AgroMedia Pustaka sebelum bertanam buah naga. Jika Anda kebetulan memiliki koleksi tanaman atau sedang membudidayakannya, buku ini cukup membantu dalam peningkatan kualitas tanaman naga agar menghasilkan produksi yang maksimal, baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

Buku ini ditulis oleh Agus Andoko & H. Nurrasyid yang akan menyajikan berbagai informasi penanaman buah naga yang baik dan tepat, mulai dari prospek bertanam buah naga, pengenalan buah naga, sistem perbanyakan dan pemilihan bibit, penggunaan jenis-jenis tiang panjatan, aplikasi penanaman buah naga di pot dan di lahan tanah, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga 5 langkah menghasilkan buah naga kualitas prima.

Selain itu, buku ini dilengkapi dengan analisis usaha budi daya buah naga sehingga Anda bisa menghitung asumsi biaya dan perolehan profit sebelum menjalankan usaha ini.