Mekanisme Tepat dan Praktis Pembibitan Jabon dan Sengon

petunjuk-bertanam-jabon-sengon

Pembibitan jabon dan sengon merupakan fondasi atau langkah awal untuk memperoleh keuntungan dari bisnis bertanam kedua jenis pohon ini. Berdasarkan tujuan ekonomi, pembibitan memiliki peluang usaha yang menguntungkan. Keuntungan finansial sudah dirasakan oleh para pengusaha bibit dari skala kecil sampai skala besar. Kebutuhan bibit dari tahun ke tahun semakin meningkat, seiring dengan peningkatan kebutuhan kayu.

Prospek pembibitan jabon dan sengon sangat prospektif mengingat kebutuhan penanam kayu ini sangat besar karena permintaan pasar yang semakin tinggi. Di samping itu, jabon dan sengon banyak dipilih sebagai komoditas pohon kayu karena memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, bisa dipanen dalam waktu relatif cepat, berkisar antara 5—10 tahun. Perputaran modalnya bisa lebih cepat sehingga petani bisa menangguk untung lebih cepat pula.

Asumsi keuntungan usaha pembibitan jabon per 1.000 m² bisa mencapai 10 juta lebih dengan masa penanaman enam bulan. Dari modal operasional yang dikeluarkan sekitar 36 juta rupiah, titik balik modal (pay back period) bisa tercapai hanya pada waktu 1.16 bulan. Nilai ini cukup jelas bahwa usaha ini sangat layak dijalankan secara komersial. Jika memiliki lahan lebih luas lagi, tentu keuntungannya pun akan berlipat. Dalam satu hektar, bisa memperoleh keuntungan sekitar 100 juta rupiah. Sungguh, nilai yang fantastis!

Sementara itu, pengadaan benih jabon dan sengon cukup mudah diperoleh. Benih bisa diambil dari buah yang sudah tua atau matang dari pohon indukan berkualitas. Bisa juga diperoleh langsung dari penjual benih yang mengantongi sertifikat jaminan mutu, baik mutu fisiknya, kondisi fisiologis, dan genetiknya. Kualitas benih ini sangat penting untuk menjamin mutu bibit yang akan dihasilkan. Pasalnya, mutu benih yang rendah, akan menghasilkan bibit yang bermutu rendah pula.

Jika sudah diperoleh benih yang berkualitas, Anda tinggal mempersiapkan persemaiannya. Dimulai dari pemilihan lokasi persemaian, penghitungan kebutuhan benih, tata waktu pembuatan persemaian, tata letak dan luas persemaian, hingga pelaksanaan pembuatan persemaian, seperti peralatan persemaian, pembuatan areal naungan, pembuatan bedeng, pembuatan sungkup, dan instalasi air. Proses-proses ini mesti dijalani dengan baik oleh pembibit jabon dan sengon agar hasilnya lebih optimal sesuai yang diharapkan.

Untuk petunjuk lengkapnya, Anda sebaiknya mempelajarinya dari buku Petunjuk Praktis Pembibitan Jabon & Sengon terbitan AgroMedia Pustaka. Buku ini tidak hanya berisi panduan pembibitan jabon dan sengon secara tepat dan praktis, tapi juga memberikan perhitungan analisis usaha sehingga Anda tidak hanya memiliki pengetahuan pertanian, tapi juga aspek kalkulasi bisnisnya yang bisa langsung dipraktikkan.

Buku ini disusun oleh Dadan Mulyana, S.Hut., M.Si,  Ceng Asmarahman, S.Hut., M.Si, & Idham Fahmi, S.Hut untuk membantu Anda dalam memulai dan mengembangkan usaha pembibitan jabon dan sengon melalui teknik yang tepat dan praktis. Keuntungan lainnya, selain dapat menghemat biaya pembelian bibit sekitar 200%, Anda juga bisa menemukan jurus sukses pemeliharaan bibit di persemaian.