Menanam dan Merawat Aneka Tabulampot Populer

21-tabulampotTabulampot semakin digemari untuk menambah keasrian halaman rumah dan sekaligus bisa menghasilkan buah. Berbagai jenis tanaman bisa diaplikasikan pada sistem tabulampot, baik pohon merambat maupun pohon berbatang kayu yang besar. Tabulampot memiliki banyak keuntungan tersendiri dibandingkan dengan menanamnya secara konvensional di tanah lapang.

Di antara keuntungan-keuntungannya ialah tanaman bisa dipindah-pindah lokasinya sehingga bisa disesuaikan tata letaknya menurut selera, pohon tidak tumbuh besar karena bisa diatur pertumbuhannya sehingga tidak banyak memakan lahan, dan masa berbunga tanaman bisa diatur sehingga produksi buah tidak tergantung pada musim.

Selain tentang pemilihan jenis bibit dan teknik penanamannya, perawatan tabulampot menjadi hal yang paling mendasar guna menghasilkan tanaman yang baik dalam pertumbuhannya. Perawatannya tentu berbeda dengan tanaman yang tumbuh di areal luas. Media tanam tabulampot yang terbatas mesti diberi nutrisi yang cukup karena tanaman tidak bisa mendapatkannya dari alam bebas. Karenanya, pemupukan secara rutin mutlak diperlukan.

Sekalipun tampak mudah dalam perawatannya, tapi masih banyak para hobiis belum mengerti tentang perawatan tabulampot. Mereka mampu membelinya, tetapi tidak bisa merawatnya secara tepat. Memang tanaman dapat tumbuh subur, tetapi tidak berbuah seperti yang diharapkan. Pasalnya, perawatan tidak hanya pada pemupukan dan penyiraman, tetapi juga pada pemangkasan dan penyesuaian agroklimat. Agroklimat ini sangat erat kaitannya dalam pembungaan dan pembuahan tanaman.

Buku 21 Jenis Tabulampot Populer terbitan AgroMedia Pustaka ini akan membantu Anda dalam menanam dan merawat tabulampot secara baik dan benar. Anda akan dipandu secara praktis dalam menghasilkan tabulampot yang sehat dan rajin berbuah dari 21 jenis tabulampot populer, mulai dari anggur, belimbing, buah naga, delima, jeruk, kedongdong, lengkeng, manggis, melon, putsa, sawo, sirsak, srikaya, hingga tin.

Rahmat P. sengaja menyajikan buku ini untuk para hobiis, baik pemula maupun yang sudah lama menekuni tabulampot. Penulis memberikan harapan tidak hanya dalam kesuksesan memiliki tabulampot yang memuaskan, tapi juga memberikan peluang bagi Anda untuk bisa merebut peluang bisnis di dalamnya.

Hanya dengan modal bibit dengan harga puluhan ribu rupiah, jika dipelihara sampai berbuah dapat dijual kembali dengan harga jutaan rupiah. Misalnya saja, tanaman lengkeng varietas pingpong. Di pasaran, bibit tersebut bisa dibeli dengan harga Rp75.000 – Rp100.000. Jika tanaman ini telah berbuah, harganya bisa naik berkali lipat menjadi sekitar empat jutaan. Harga ini dari satu tanaman, bayangkan apabila tanaman yang dihasilkan puluhan jenis tanaman. Tentu keuntungannya pun akan melimpah. Selamat mencoba!