Aneka Lauk Istimewa untuk Anak

stick-ayam

stick-ayamAnak yang memasuki usia balita, telah mampu memilih makanan yang ia sukai. Hal ini sering kali dibarengi dengan penolakan anak terhadap suatu jenis makanan. Padahal, makanan yang ia tolak adalah makanan bergizi untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Penolakan tersebut bisa diakibatkan oleh banyak hal. Bisa jadi, anak bosan dengan masakan yang itu-itu saja, rasanya hambar, atau bentuknya kurang menarik. Jika memang seperti itu kondisinya, Anda jangan ragu untuk berkreasi dengan masakan yang Anda buat bagi sang buah hati.

Berkaitan dengan hal itu, AgroMedia Pustaka menerbitkan buku Variasi Lauk untuk Anak. Buku yang ditulis oleh Herni Astuti, DCN, M.Kes & Dewi Renaningtyas, M.Kes ini 18 resep masakan pilihan untuk anak yang mudah dipraktikkan di rumah. Tidak hanya itu, resep-resep ini juga dilengkapi dengan nilai gizi dan manfaat dari masing-masing lauk.

Resep-resep seperti sayap ayam madu merah, ayam panggang bumbu sate, daging sukiyaki kombi soun, ikan tumis tomat, sate ikan, kakap saus asam manis, seafood omelet, telur mata empat, dan semur udang ada dalam buku ini.

Nah, berikut salah satu resep yang bisa Anda coba di rumah: Stick Ayam.

Bahan
200 gram fillet dada ayam, potong memanjang seperti jari
1 siung bawang putih, haluskan
¼ sdt merica bubuk
½ sdm garam halus
50 gram tepung terigu
1 butir telur, kocok lepas
50 gram tepung panir
Minyak goreng

Cara Membuat
1.    Lumuri daging ayam dengan bawang putih, merica, dan garam. Aduk rata sambil ditekan-tekan agar bumbu meresap.
2.    Gulingkan daging secara berurutan ke dalam tepung terigu, telur kocok, dan tepung panir.
3.    Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga berwarna kuning kecokelatan. Angkat, sajikan.

Untuk 2 porsi.

Nilai gizi per porsi: energi 508,9 kcal, protein 25,1 gram, lemak 3,4 gram, karbohidrat 30,7 gram.

•    Daging ayam sangat baik diberikan kepada anak karena jarang menimbulkan alergi.
•    Di dalamnya terkandung asam amino tirosin yang digunakan otak untuk menghasilkan dopamin dan noradrenalin. Keduanya dapat meningkatkan daya konsentrasi pada anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.