Aplikasi Pemupukan dengan Cara Tabur Langsung

Pupuk dan pemupukan bukanlah hal yang asing bagi petani kita. Maklum saja, dalam pertanian modern, pemupukan tanaman sudah menjadi suatu keharusan untuk menunjang keberhasilan budi daya tanaman.

Namun, agar tujuan pemupukan itu tercapai, maka pupuk harus diaplikasikan secara tepat. Misalnya saja pemupukan yang ditebarkan langsung ke permukaan tanah. Cara pemupukan yang satu ini bisa dibilang yang paling sering dilakukan oleh para petani kita.

Umumnya, pemupukan dengan cara ditebarkan langsung ke permukaan tanah bisa diterapkan pada tanaman dengan jarak tanam rapat, pupuk dasar di perkebunan, atau di tanah bedengan. Bisa juga pemupukan dilakukan pada tanaman yang sudah tumbuh (side dress) atau langsung ditebarkan ke tanaman (top dress). Biasanya, pemupukan dilakukan pada tanaman muda.

Agar pupuk tidak terbuang percuma, sebaiknya tanah diolah terlebih dahulu sebelum dilakukan dilakukan pemupukan. Terutama untuk jenis pupuk yang bersifat higroskopis seperti urea, ZA, KCI, dan NPK. Karena itu, pemberian pupuk pada tanaman yang sudah tumbuh dilakukan pada saat penyiangan gulma. Hal ini berguna agar pupuk tertimbun di dalam tanah.

Meskipun demikian, pemupukan dengan cara ini juga memiliki kelemahan, yakni penggunaan pupuk lebih boros. Selain itu, pupuk juga sulit mencapai daerah perakaran tanaman karena hanya bisa mencapai permukaannya saja.

Aplikasi pemupukan ini ditulis Redaksi AgroMedia dalam buku Petunjuk Pemupukan. Dalam buku tersebut, Redaksi AgroMedia juga memaparkan manfaat penggunaan pupuk organik dan anorganik secara tepat, faktor-faktor penunjang kesuburan tanah, jenis-jenis pupuk dan kegunaannya, serta aplikasi pemupukan yang tepat di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.