Bahan Makanan Aman bagi Penderita Hipertensi dan Jantung

Hipertensi dan jantung adalah dua dari sekian banyak penyakit mematikan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kita terkena hipertensi dan jantung. Salah satunya adalah pola makanan yang tidak tepat.

Memilih, menggunakan, dan mengolah bahan makanan secara selektif mampu mencegah kita terkena hipertensi dan jantung. Begitu pun dengan mereka yang sudah terkena penyakit ini. Tujuannya agar makanan yang dikonsumsi bebas risiko atau berkurang kadar zat yang membahayakan kesehatannya.

Berkaitan dengan hal itu, dalam buku Menu Sehat 30 Hari untuk Hiperkolesterol, Hipertensi, dan Penyakit Jantung terdapat langkah-langkah yang akan membantu Anda menyiapkan kebutuhan bahan makanan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pilih ikan segar dan mengandung lemak tak jenuh (omega 3). Semua jenis ikan segar air tawar dan air laut mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk penderita jantung dan hiperkolesterol. Kandungan lemak tak jenuh ikan air laut, seperti tuna, salmon, sarden, tenggiri, dan kakap lebih tinggi dibandingkan dengan kandungannya dalam ikan air tawar. Ikan air tawar yang kandungan lemak tak jenuhnya cukup tinggi adalah ikan tawes dan lele. Kandungan omega 3 ikan baik untuk kesehatan jantung. Konsumsi ikan minimum 2 minggu sekali. Penderita penyakit jantung sebaiknya tidak memilih ikan yang diawetkan, seperti ikan asin, pindang, dan ikan kaleng.
  2. Batasi penggunaan kuning telur. Maksimum 2 kali seminggu. Sebaliknya, putih telur ayam bebas dikonsumsi.
  3. Gunakan daging sapi has dalam dan daging sapi giling tanpa lemak saat membuat masakan menggunakan daging sapi.
  4. Tidak menggunakan kulit ayam untuk menu makanan karena merupakan sumber kolesterol.
  5. Tidak menggunakan santan kental karena mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.
  6. Buat kaldu sendiri dari rebusan air dan tulang ayam atau sapi.
  7. Gunakan buah dan sayur segar. Hindari yang diawetkan.
  8. Gunakan susu skim atau susu kedelai untuk asupan protein dan kalsium.
  9. Gunakan bumbu segar, seperti jahe, kunyit, laos, serai, dan kencur sebagai penyedap rasa dan aroma.
  10.  Tidak memasak dengan cara menggoreng karena meningkatkan kalori dan lemak makanan sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Cara memasak yang lebih “aman” adalah menumis, mengukus, merebus, memanggang, atau membakar di atas bara api.
  11. Menggunakan minyak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal. Minyak dengan kandungan lemak tak jenuh ganda. Contohnya, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak biji bunga matahari. Minyak ini mengandung asam omega 3 dan omega 6 yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Minyak dengan kandungan lemak tak jenuh tunggal, contohnya minyak kacang, minyak wijen, dan minyak zaitun. Penggunaan minyak ini untuk memasak lebih dianjurkan daripada menggunakan minyak dengan kandungan lemak jenuh. Alasannya, pengaruh minyak ini sangat sedikit terhadap peningkatan kadar kolesterol darah. Sebaliknya, hindari menggunakan minyak dengan kandungan lemak jenuh, seperti keju, krim, santan kental, minyak kelapa, dan lemak kambing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.