Cara Ekonomis Mengilapkan Daun Puring

Puring (Codiaeum variegatum) atau croton, sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Meski keberadaannya sempat diremehkan, tapi dengan banyaknya varietas baru yang bermunculan, sekarang puring menjadi tanaman hias eksotik yang paling diburu.

Keindahan warna-warni daun puring yang sangat menarik adalah salah satu daya pikat puring. Daun puring ini tidak hanya mengeluarkan warna hijau dan kuning. Melainkan pula, pink dan merah.

Namun, alangkah sayangnya jika keindahan warna daun itu harus pudar karena tidak dirawat dengan baik dan benar. Untuk itu, agar daun puring terlihat tetap menawan, ada baiknya daun selalu dikilapkan secara rutin setiap minggu.

Di pasaran, sebenarnya sudah banyak tersedia pengilap daun (leaf shine) yang penggunaannya tinggal disemprotkan. Namun, untuk menghemat biaya, ada cara yang lebih ekonomis. Yakni dengan menggunakan santan atau susu. Keuntungan lainnya, daun puring akan mendapatkan tambahan unsur gizi dari santan atau susu yang digunakan, sehingga pertumbuhan daun akan menjadi lebar dan semakin sempurna bentuknya.

Mengilapkan daun dengan menggunakan santan atau susu ini pun tidak sulit untuk dilakukan. Caranya mudah saja. Ikuti petunjuknya di bawah ini:

  • Bersihkan debu-debu yang menempel pada daun. Selain mengotori daun, debu juga menyebabkan pori-pori daun tertutup sehingga proses penguapan dan fotosintesis akan terganggu. Pembersihan debu pada daun puring dilakukan dengan cara mengelapnya menggunakan kain lembut yang agak lembap. Beberapa jenis puring memiliki daun yang banyak lekukan, sehingga dibutuhkan ketelatenan untuk mengelap bagian sudut yang tertutup.
  • Setelah dilap bersih, satu per satu daun puring diolesi dengan santan yang sudah dibekukan dalam freezer atau susu murni tanpa gula, lalu dilap kembali dengan lap yang halus dan lembut.

Bahan lain yang dapat digunakan untuk mengilapkan daun puring adalah baby oil atau minuman bersoda seperti soft drink. Caranya pun tidak jauh berbeda dengan menggunakan santan atau susu. Tak hanya itu, sebagian hobiis juga menggunakan krim pelembap untuk mengilapkan daun puring. Namun, cara ini tidak ekonomis karena harga pelembap jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga santan atau susu.

Cara ekonomis mengilapkan daun puring ini diungkapkan Lastini Chandra & Maloedyn Sitanggang dalam buku Pesona Puring; Mengenal Ragam & Corak Daun Puring nan Cantik yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka.

Buku ini juga membahas mengenai cara merawat puring lainnya. Mulai dari cara menjaga lingkungan puring, pemberian naungan bagi puring, pemilihan media tanam yang tepat, penyiraman, pemupukan, serta cara penggantian media tanam pada puring.

Tak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai teknik memperbanyak puring dan galeri foto yang menampilkan keindahan aneka puring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.