Cerdas Mengambil Prospek Usaha Penetasan Telur Ayam

Setelah merebaknya flu burung (H5N1), bisnis bibit dan daging ayam kampung justru malah semakin mendapat respons tinggi dari masyarakat. Akibatnya, pasokan ayam kampung semakin sedikit, bahkan kekurangan. Menurut data Dirjen Peternakan, pada tahun 2008 telah terjadi kekurangan bibit ayam kampung sebanyak 30 juta ekor.

Fenomena ini membuka lebar-lebar prospek usaha penetasan telur ayam kampung. Harga yang terus merangkak naik dipicu oleh permintaan telur yang tidak sebanding dengan pasokan yang ada di pasaran. Di daerah Yogyakarta, dari harga Rp 900 per butir pada tahun 2007, menjadi Rp 1.600 per butir pada tahun 2008.

Pada kurun waktu yang sama, harga bibit ayam (DOC) juga naik. Pada tahun 2007, dari Rp 2.500 per ekor menjadi Rp 3.300 per ekor pada tahun berikutnya. Begitu juga dengan harga ayam ukuran 08–1.0 kg pun terangkat dari sekitar Rp 16.000 per ekor menjadi Rp 23.000 per ekor.

Seiring permintaan yang sangat besar, otomatis mekanisme produksi harus mengalami pengembangan, dari sistem alami menjadi sistem teknologi. Penggunaan mesin tetas membuat waktu lebih singkat dan efisien, sekaligus bisa diproduksi dalam jumlah besar.

Hanya saja, penggunaan teknis penetasan modern mesti memiliki pengetahuan memadai. Salah satu pengetahuan dasarnya ialah mampu mengondisikan mesin tetas seperti keadaan alami induk ayam yang sedang mengerami telurnya. Kondisi ini meliputi kestabilan suhu, kelembapan, dan ventilasi.

Selain itu, pelaku penetasan harus mengetahui kualitas telur melalui analisa tertentu. Misalnya, menganalisa syarat yang mesti dipenuhi agar penetasan telur berhasil sesuai harapan, di antaranya dari karakteristiknya, ukurannya, gen indukannya, dan usia telur.

Buku Kiat Sukses Menetaskan Telur Ayam persembahan Redaksi AgroMedia ini akan memandu Anda secara bijak, praktis, dan mudah dipahami. Melalui berbagai bahasan dan tahapan-tahapan sederhana, Anda bisa belajar langsung menetaskan telur hingga mencapai hasil maksimal.

Di dalam buku terbitan AgroMedia Pustaka ini, dibahas mulai dari prospek usaha penetasan telur, prinsip-prinsip kesuksesan penetasan telur, pengenalan seputar telur, pengoperasian mesin tetas, hingga analisa persoalan operasional penetasan.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan simulasi biaya usaha penetasan telur dengan kalkulasi biaya di bawah 2 juta rupiah. Semuanya telah menjadi kelengkapan informasi yang dibutuhkan sehingga Anda bisa langsung mengaplikasikannya.

Selamat berwirausaha!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.