Ekspor Sarang Burung Walet Terus Menggeliat

Bisnis sarang walet beberapa tahun belakangan ini nampaknya mengalami peningkatan. Awal tahun 2018, BPS mencatat kenaikkan bisnis ini di atas 20 persen. Bahkan, tahun depan, Indonesia menargetkan ekspor liur walet ini sebanyak 100 ton ke Tiongkok. Angka tersebut belum termasuk tujuan lainnya seperti ke Hongkong, dan Singapura.

 

Peningkatan kebutuhan sarang walet juga dibarengi dengan banyaknya perusahaan ekspor yang tertarik pada bisnis ini. Tahun 2017, tercatat ada 8 perusahaan eksportir sarang walet. Tahun 2018, per bulan April, jumlahnya meningkat menjadi 18 perusahaan (kontan.co.id).

 

Namun, eksport sarang walet terbilang gampang-gampang susah. Sertifikasi standar ekspor walet cukup ketat. Setidaknya ada tiga syarat utama agar sarang walet bisa diekspor ke Tiongkok.

 

Pertama, ketelusuran. Kedua, kebersihan serta kandungan nitrit kurang dari 30 ppm. Ketiga, telah diproses pemanasan dengan suhu 70 derajat Celsius dalam 3,5 detik.

 

Maklum saja, di negeri tirai bambu tersebut, sarang walet tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi kelas premium, tetapi juga kesehatan dan industri kosmetik. Pantas jika kebutuhan sarang walet di Tiongkok sangat besar. Mereka percaya, kandungan nutrisi yag terdapat dalam sarang walet mampu mencegah metabolisme tubuh yang memburuk dan mengoptimalkan kinerja otak, sehingga membuat orang tampak awet muda, tidak mudah lelah, dan bersemangat.

 

Harga sarang burung walet beraneka ragam, bergantung pada bentuk dan kualitasnya. Bentuk mangkok tergolong paling mahal, nilainya bisa mencapai belasan juta rupiah per kilogram.

 

Tertarik menekuni bisnis sarang walet? Nantikan panduannya yang segera diterbitkan Agromedia.

 

 

Sumber Foto: go-dok.com

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Balasan