Hal-hal yang Wajib Diperhatikan dalam Pemberian MP-ASI

Tahapan pemberian MP-ASI untuk si kecil merupakan momen menarik dan membahagiakan. Karena pada tahap itu kita bisa melihat bagaimana si kecil belajar mengenal makanan, kebiasaan saat makan, sampai mengetahui makanan favoritnya. Suka duka banyak dirasakan para Bunda dalam tahapan pemberian MP-ASI.

Namun, tidak jarang ada Bunda yang mengeluh dan merasa repot dengan tahapan pemberian MP-ASI ini. Beberapa Bunda mengeluh karena si kecil susah makan dan merasa kerepotan ketika harus menyiapkan MP-ASI. Padahal jika kita tahu cara yang benar, tahapan ini bisa menjadi momen yang menyenangkan untuk para Bunda dan si kecil. Apa saja yang harus diperhatikan dalam pemberian MP-ASI ini? Yuk, kita tanya Ika Isnaeni, seorang pengurus aktif dalam Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia.

Pemberian MP-ASI pada si kecil memang tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama saat baru pertama memberi MP-ASI. Ika menjabarkan, ada empat hal utama, sebagai berikut.

Waktu pemberian MP-ASI pertama. Harus tepat 6 bulan atau 180 hari. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Karena ada risikonya masing-masing. Namun, ada pengecualian bagi bayi yang lahir premature. Pemberian MP-ASI harus dikonsultasikan dengan dokter, apakah mengikuti usia due date atau hari perkiraan lahir (HPL) atau bukan birth date/tanggal kelahiran karena akan terkait dengan pencernaan bayi.

Tekstur MP-ASI. Pemberian MP-ASI untuk setiap tahapan usia harus memperhatikan teksturnya. Pada usia 6 bulan, ketika bayi baru belajar makan, tekstur MP-ASI yang diberikan harus cair. Setelah itu, secara bertahap, tingkat kekentalannya dinaiknya hingga nantinya pada usia 12 bulan, anak sudah diberi makanan padat.

Porsi makan. Pada awal pemberian MP-ASI, porsi yang diberikan cukup beberapa sendok makan dewasa. Selanjutnya, jumlahnya ditingkatkan secara bertahap sesuai pertambahan usianya agar bayi mendapat porsi yang tepat.

Jenis makanan. Makanan yang diberikan harus beragam agar bayi tidak bosan dan tentunya kebutuhan gizinya terpenuhi. Jangan sampai anak kekurangan gizi karena akan mengganggu tumbuh kembangnya.

Si kecil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan. Karena tidak ada satu pun jenis makanan yang bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh manusia. Berikan si kecil makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta vitamin yang berasal dari buah, sayur, dan kacang-kacangan.

Selain itu, Bunda tetap harus perhatikan bahwa ada beberapa anak yang alergi terhadap makanan tertentu. Dalam pemberian MP-ASI, hindari pembuatan makanan beku, karena selain banyak nutrisi yang hilang, makanan ini juga rawan terkena kontaminasi bakteri. “Pemanasan berulang juga tidak diperbolehkan karena akan merusak kandungan makanan tersebut,” tambah Ika.

Terkadang kita sudah mengikuti aturan yang benar tentang MP-ASI, si kecil masih tetap bosan dan tidak mau makan. Hal itu disebabkan si kecil belum mengerti benar tentang konsep makan. Insting lapar dan mau makan akan muncul setelah usia dua tahun. Karena itulah, selama masa MP-ASI ini anak kadang mau makan, kadang tidak. “Apa pun yang sudah dihasilkan anak, apa pun yang sudah dilakukan anak, kasih apresiasi yang bagus buat dia agar anak merasa bangga,” ujar Ika.

Tak lupa, Ika juga memberikan tip agar si kecil mau makan. “Anak ini peniru ulung. Dia akan melakukan apa saja jika ada tokoh yang ditirunya. Jadi, mari kita sebagai orangtua menjadi tokoh buat anak kita. Biasakan makan makanan yang bergizi, makan bersama di rumah, dan makan makanan yang variatif sehingga anak menjadi terbiasa,” tutupnya.


bikin-mp-asi-dari-menu-keluargaBunda masih kebingungan dengan banyaknya aturan tentang MP-ASI? Yuk, pelajari seluk beluk mengenai MP-ASI melalui buku Bikin MP-ASI dari Menu Keluarga dari Almira Sitasari, S.Gz, MPH & Ika Isnaeni, ST.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.