Klinik Gizi Anak Bersama Dr. Rusilanti, M.Si.

Agromedia – Jakarta. Anak yang kekurangan gizi, baik ketika masa kehamilan maupun pasca lahir akan mengakibatkan kecerdasan anak berkurang, bahkan bisa mengakibatkan kecacatan otak,” ungkap Ibu Dr. Rusilanti, M.Si. di acara talkshow interaktif bersisitem klinik, Minggu 29/6, pada Pesta Buku Jakarta 2008 di Glora Bung Karno, Senayan-Jakarta.

Dengan begitu, ibu mesti memiliki wawasan yang cukup memadai dan perhatian yang maksimal dalam mengontrol makanan demi kebutuhan bayinya akan asupan gizi. Dosen dan penulis beberapa buku tentang gizi dan makanan balita di penerbit Kawan Pustaka dan AgroMedia ini menjelaskan bahwa preferensi (kesukaan anak terhadap makanan) mesti ditanamkan sejak mula. Gunanya, agar anak bisa menerima banyak jenis makanan. Dengan begitu gizi yang dibutuhkan si anak bisa terpenuhi dari banyak jenis makanan itu.

“Selain itu, ibu hamil mesti mencukupi kebutuhan akan kebutuhan karbohidrat, kalori, protein,” imbuh Ibu Rusilanti. “Dengan mengonsumsi susu probiotik, imunitas ibu hamil akan meningkat,” tambahnya.

Komposisi gizi yang mesti dicukupi bagi ibu hamil ialah zat besi, asam folat, kolin yang merupakan salah satu vitamin B komplek, vitamin E, vitamin A, vitamin B1, kalsium, iodine, dan zinc (seng). Dengan mengonsumsi zat-zat yang dibutuhkan, perkembangan jabang bayi akan berjalan maksimal.

Sedangkan bagi bayi pasca lahir, juga mesti mendapatkan asupan gizi yang sempurna agar perkembangan sel-sel fisik dan otaknya maksimal. Yaitu, di antaranya energi 650 kkal, vitamin A 400 ug, vitamin E 5 g, thiamin 0.4 mg, niasin 4 mg, piriodiksin 0.3 mg, dan protein 16 g.  Kecukupan gizi yang sempurna, niscaya akan diperoleh anak yang cerdas.

Sebagaimana dijelaskan di dalam buku-bukunya, seperti buku Bubur Sehat Pendamping Asi, Menu Sehat untuk Kecerdasan Balita, Variasi Bubur Susu, Menu Sehat untuk Balita, dan Menu Bergizi untuk Ibu Hamil, pada kesempatan ini, Ibu Dr. Rusilanti, M.Si menjelaskan banyak hal tentang gizi, makanan, pertumbuhan otak dan kecerdasan, serta kesehatan, baik bagi bayi maupun bagi si ibu hamil. Yang mana, semuanya menjadi korelasi atau mata rantai yang saling terhubung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.