Media yang Tepat untuk Budi Daya Belut

Budi daya belut sawah memang belum secara intensif dikembangkan di Indonesia. Faktor kegagalan yang begitu tinggi, membuat para petani belum akhirnya banting setir ke komoditas pertanian lainnya.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan bisnis ini kurang berkembang? Media belut adalah jawabannya. Komponen ini yang membuat banyak petani maupun pebisnis belut harus gulung tikar. Pada akhirnya, media menjadi momok tersendiri bagi para pelaku belut.

Idealnya, media belut serupa dengan habitatnya di alam karena pada keadaan ekstrem pun belut masih dapat bertahan di sawah-sawah. Dicurigai pula, tingkat “kematangan” media seperti jerami, kedebong (pelepah) pisang, pupuk kandang yang belum sempurna merupakan faktor penyebab gas yang berlebih dalam media. Akhirnya, tingkat kematian belut dari hari ke hari menunjukkan angka yang memprihatinkan.

Belut memang berbeda dengan ikan budi daya lainnya, sehingga perlakuan yang diaplikasikan sangat spesifik. Lantas, media seperti apa yang paling tepat untuk budi daya hewan bertubuh licin ini?

Ada dua tipe media belut yang telah terbukti keampuhannya suntuk menepis anggapan media sebagai penyebab utama kegagalan budi daya belut. Pertama, media yang dikeringkan di luar kolam, dan kedua, media 80% tanah sawah.

Kedua tipe media belut ini memang relatif berbeda. Pada tipe pertama, komponen jerami dan kedebong pisang menjadi fokus utama penyiapan media, yakni dengan memastikan kedua komponen tersebut benar-benar kering.

Sedangkan pada tipe kedua, tanah sawah atau tanah lumpur merupakan komponen yang paling mendominasi media belut. Komponen jerami dan kedebong pisang, masing-masing hanya sebesar 10% dari total komponen yang ada. Selain itu, media ini mensyaratkan penggunaan tanaman air, seperti eceng gondok, kangkung, genjer, atau padi, yang berfungsi sebagai peneduh.

Namun, terlepas dari kedua tipe media tadi, hal lain yang harus diperhatikan juga adalah pemberian pakan yang teratur untuk menekan tingkat kanibalisme belut.

Penjelasan lebih lengkap mengenai media belut ini dapat Anda temukan dalam buku Budi Daya Belut di Pekarangan Rumah yang diterbitkan oleh AgroMedia. Selain sebagai panduan bagi Anda yang ingin memulai bisnis belut dari skala kecil, buku yang ditulis sendiri oleh Redaksi AgroMedia ini juga menawarkan penerapan budi daya belut di pekarangan rumah dengan beberapa macam kolam yang dapat disesuaikan penggunaannya dengan luasan lahan dan ketersediaan sumber daya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.