Untuk lebih spesifiknya, mungkin Anda bisa merangkum konsep real food dari beberapa kriteria di bawah ini:
- Mengandung nutrisi penting untuk metabolisme tubuh.
- Tidak mengandung komponen berbahaya, toksik, atau tidak berguna bagi tubuh.
- Dihasilkan secara organik.
- Dihasilkan secara lokal.
- Dihasilkan secara berkelanjutan (sustainable).
- Terjangkau oleh kebanyakan konsumen/masyarakat (affordable).
- Mudah diperoleh (accessible).
- Mengalami proses pengolahan seminimal mungkin.
- Ramah lingkungan.
- Berpihak pada petani lokal.
Jika Anda benar-benar mengacu pada kriteria tersebut, tentunya Anda akan pusing sendiri. Namun, Anda tak perlu khawatir. Karena syarat tersebut hanya berlaku dalam kondisi ideal. Yang terpenting, konsep real food untuk menyehatkan Anda, keluarga, dan lingkungan masyarakat dapat tercapai.
Secara riil, konsep real food dapat dimulai dengan penggunaan bahan-bahan yang dibudidayakan secara organik seperti beras organik (lebih disarankan beras merah organik), buah-buahan organik, sayuran organik, telur organik, daging organik, dan susu organik. Jangan lupa memilih bahan-bahan organik yang diproduksi secara lokal oleh petani lokal.
Ingin tahu lebih dalam mengenai konsep real food ini? Coba saja Anda baca buku Real Food True Health yang ditulis oleh Dr. Ir. Muhammad Ahkam Subroto, M.App.Sc. buku terbitan AgroMedia Pustaka ini membahas secara detail tentang konsep real food secara komprehensif. Mulai dari pengertian, ragam jenis makanan yang termasuk real food, hingga manfaat real food.