Membentuk Bonsai Adenium

Keindahan bunga dan keunikan bonggol memang menjadi daya tarik adenium sebagai tanaman hias. Namun, pada perkembangannya, tren bonsai juga turut mewarnai “perjalanan” tanaman yang berjuluk desert rose ini.

Sebenarnya, ada dua tahap besar yang harus kita perhatikan saat ingin membentuk bonsai adenium, yakni pengawatan dan pemotongan cabang serta ranting.

Pengawatan
Pengawatan dilakukan untuk membentuk batang, cabang, dan ranting tanaman sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Untuk mendapatkan pengawatan yang baik, usahakan jangan sampai merusak tunas atau daun. Bahkan, pengawatan berguna untuk memaksimalkan pertumbuhan pohon, dengan cara mengarahkan pertumbuhan cabang dan ranting, sehingga pertumbuhan pohon secara keseluruhan terjaga dan harmonis.

  • Pengawatan Batang.
    Pengawatan dilakukan dengan posisi kawat di belakang sisi depan pohon. Tancapkan salah satu ujung kawat ke dalam media tanam untuk menahan lilitan kawat, kemudia ikuti arah lilitan kawat di saat membengkokkan, jangan melawan arah lilitan kawat.
  • Pengawatan Cabang.
    Pengawatan untuk cabang bisa dilakukan ke bawah dan ke atas. Yang perlu diperhatikan adalah jangan melakukan pengawatan dengan jarak yang terlalu dekat atau jauh. Sudut pengawatan yang baik sekitar 450.
  • Pengawatan Cabang dan Ranting.
    Lilitkan kawat ke ranting yang berlawanan arah dan terletak di depannya. Hindari pengawatan secara bersamaan terhadap ranting yang posisinya berlawanan, karena akan merusak salah satu atau kedua ranting pada saat dilakukan penekukan.

Pemotongan
Pemotongan cabang dan ranting dimaksudkan untuk memuculkan cabang dan ranting lebih banyak. Teknik ini bertujuan untuk membentuk sosok pohon rimbun dan proporsinya sesuai dengan yang diinginkan. Pada tahapan ini, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Perhatikan letak mata tunas yang berada di belakang lokasi pemotongan, karena setiap mata tunas merupakan pengganti atau penerus cabang atau ranting yang dipotong. Pastikan posisi mata tunas sesuai arah pertumbuhan yang diinginkan.
  • Pastikan bekas potongan yang tertinggal selalu menghadap ke atas, untuk memudahkan pertumbuhan.
  • Semprot semua bagian tanaman setelah dilakukan pemotongan serentak menggunakan obat antijamur dan antibakteri setengah dosis dari dosis yang dianjurkan. Kurangi penyiraman atau tanaman sama sekali tidak disiram selama satu minggu, hingga tunas-tunas baru bermunculan. Bisa juga tanaman dibungkus menggunakan plastik transparan sampai mucul tunas.

Teknik pengawatan dan pemotongan cabang serta ranting pada bonsai adenium ini ditulis Abdul Hakim Lutfi dalam buku Bonsai Adenium yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka.

Buku ini tidak hanya menjabarkan gaya-gaya bonsai yang bisa diterapkan pada adenium saja. Melainkan pula, teknik-teknik membuat bonsai adenium, bahan bonsai adenium dan bentuk jadi yang diperkirakan, serta contoh penilaian kontes adenium yang sudah diberlakukan di beberapa kontes. Semua bonsai dalam buku ini merupakan hasil kreasi penulis yang juga salah satu pencentus dan pendiri Himpunan Petani dan Pencinta Adenium (HPPA) Jakarta selama ia mendalami bonsai adenium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.