Mengobati Kanker dengan Herbal

“Jadikanlah makananmu sebagai obatmu dan obatmu sebagai makananmu,” begitu petuah bijak dari Bapak Kedokteran, Hipocrates pada 500 tahun sebelum masehi. Petuah Hipocrates tersebut, tampaknya tetap relevan jika diterapkan seumur hidup. Saat ini, petuah tersebut juga benar-benar disadari manusia. Buktinya, tidak sedikit ramuan obat herbal dimanfaatkan dalam bentuk makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlemah sel kanker.

Beberapa jenis tanaman obat memunyai peran tersendiri dalam penyembuhan kanker. Peran tersebut antara lain sebagai sitostatika, imunomodulator, antineoplastik, anti-inflamasi, hepatoprotektor, dan analgesik. Saat ini, beberapa tanaman telah diformulasikan menjadi obat paten sebagai obat kanker. Misalnya sambiloto, buah pala, bidara upas, dan bidara laut telah diformulasikan menjadi obat kanker Karsinom-1 untuk mengobati kanker, terutama kanker yang telah mengalami metastasis.

Penggunaan obat herbal untuk mengobati kanker diaplikasikan pada hal-hal sebagai berikut.

1. Kanker yang terdiagnosis sejak dini.
2. Kanker yang telah mendapatkan pembedahan.
3. Diberikan sebagai pendukung radioterapi.
4. Diberikan bersamaan dengan kemoterapi untuk mendapatkan efek aditif dan potensial, serta sebagai adjuvan (penawar) untuk mengurangi efek samping obat.
5. Sebagi kemopreventif bagi mereka yang berisiko tinggi terkena kanker.

a. Pendekatan Terapi Herbal untuk Pengobatan Kanker

Penggunaan obat herbal untuk mengobati kanker tidak muncul begitu saja. Ada beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tanaman tersebut. Pendekatan dalam pengobatan kanker dengan bahan baku tanaman obat sebagai berikut.

mengobati-kanker-tanaman-herbal
1. Konsep bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali). Sel kanker yang bersifat reversible didasari oleh hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa sel kanker dapat berubah menjadi sel normal ketika ditumbuhkan dalam medium berkadar kalium tinggi.

2. Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan. Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker akan terhambat.

3. Konsep penuaan sel kanker. Seperti sel lain, sel kanker akan mengalami penuaan dan akhirnya mati. Jika pertumbuhannya dapat dihambat, sel kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian tua dan mati.

4. Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan cara menyerang sel yang ada di sekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan serangan sel kanker.

b. Tujuan Terapi Herbal untuk Pengobatan Kanker

Berdasarkan pendekatan-pendekatan dalam pengobatan kanker dengan obat herbal, ada tiga tujuan dalam pengobatan kanker.

1. Menciptakan lingkungan yang tidak cocok untuk pertumbuhan kanker. Lingkungan tersebut sebagai berikut.
– Lingkungan tanpa karsinogen. Diciptakan dengan cara berpantang terhadap makanan yang mengandung karsinogen, seperti penyedap masakan, bahan pengawet, bahan pewarna, bahan pengharum, dan makanan berkadar lemak tinggi. Selain itu, dilakukan dengan hidup di lingkungan yang bersih dan jauh dari radiasi.
– Lingkungan banyak oksigen. Diciptakan dengan banyak mengonsumsi makanan segar dan banyak berolahraga.
– Lingkungan dengan banyak mineral dan vitamin. Diciptakan dengan mengonsumsi makanan berkadar mineral dan vitamin tinggi, terutama vitamin yang mendukung pertumbuhan sel.

2. Menghambat pertumbuhan sel kanker, hingga tua dan mati. Menghambat pertumbuhan sel kanker dilakukan menggunakan tanaman obat yang bersifat sitostatik, antitoksik, hemostatik, imunomodulator, dan anti-inflamasi.

3. Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan akibat kanker dengan tanaman obat yang dapat digunakan sebagai terapi paliatif.

Selanjutnya, bagaimana aplikasi pengobatan berbagai jenis kanker dengan menggunakan obat herbal? Buku “Solusi Sehat Mencegah & Mengatasi Kanker”  yang ditulis Yellia Mangan (AgroMedia Pustaka. 2009) memberikan penjelasan secara lengkap dan praktis dalam membuat tindakan pencegahan dan pengobatan kanker, baik melalui pola hidup, pola makan, pengobatan dengan herbal, hingga berbagai terapi.

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan