Mengolah Limbah Organik Menjadi Pakan dan Pupuk

membuat-pakan-kompos-limbah-slide

membuat-pakan-kompos-limbah-slide

Limbah menjadi problematika yang semakin berat pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Selain dampaknya dapat membahayakan kesehatan, juga merusak kelestarian lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, program pengolahan limbah semakin digalakan, di antaranya dengan mengolahnya menjadi pupuk dan pakan ternak. Cara ini dapat mengurangi dampak negatif sampah sekaligus memberikan profit dan menciptakan lapangan pekerjaan melalui usaha pengolahan limbah organik.

 

Penerapan pengolahannya dapat dilakukan di mana saja, baik di kota maupun di pedesaan. Pasalnya, sampah sangat mudah dijumpai, bahkan semakin meningkat jumlahnya. Di kota-kota besar, seperti Denpasar, Bandung, Surabaya, dan Jakarta volume sampahnya hingga mencapai 26.000 m³ per hari. 65—70% di antaranya merupakan sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk atau pakan ternak. Melimpahnya bahan baku sampah, sangat berpeluang untuk menjadikan aktivitas pengolahan sampah sebagai lahan bisnis yang menguntungkan.

Mengenai pemasarannya, menurut kami relatif mudah. Pasalnya, sumber hijauan makanan ternak (HMT) semakin mengecil karena bertambah sempitnya lahan hijau oleh pertambahan pemukiman. Ditambah dengan kesadaran dan pengetahuan yang mencukupi, peternak pasti akan memilih produk pakan olahan ini karena tingginya kandungan gizinya bagi hewan ternak. Kandungan serat kasarnya sangat sedikit sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak. Pakan jenis ini dapat meningkatkan pertambahan bobot ternak secara cepat hingga mencapai 700 gram/per hari. Lebih tinggi 240% dari perkembangan ternak yang hanya diberi pakan hijauan (MHT).

Tidak ketinggalan, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, juga sama menguntungkan. Popularitas pupuk organik sudah dikenal sebagai pupuk yang paling baik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan perkembangan tanaman. Anda juga telah memberikan sumbangsih besar terhadap pelestarian lingkungan, kesehatan, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Produknya dapat dipakai sendiri atau dijual secara komersial kepada masyarakat yang banyak membutuhkannya untuk tanaman di halaman rumah atau di kebun mereka.

Teknik pengolahannya bisa dibilang sangat mudah. Prosesnya sederhana, sesuai lahan dan kapasitas produksinya. Hanya membutuhkan 7 langkah, mulai dari penyiapan bahan, pemilahan sampah, pencacahan, proses fermentasi, pengeringan, hingga peleting. Proses intinya ada di tahap fermentasi untuk mengolah sampah tersebut menjadi bahan organik yang berkualitas. Proses ini akan meningkatkan kandungan protein dan karbohidrat, melembutkan serat kasar, meningkatkan palatabilitas, dan sebagai indikator terdapatnya bahan beracun di dalam sampah.

Suprio Guntoro, seorang peneliti, penyuluh, dan praktisi lingkungan telah menyusun formulanya secara praktis di dalam bukunya, “Membuat Pakan Ternak dan Kompos dari Limbah Organik”. Pria kelahiran jember yang telah menemukan probiotik ini akan memberikan semua paket informasi dan teknik pengolahan limbah organik menjadi pakan dan pupuk untuk Anda. Buku ini merupakan bukunya yang kedua yang diterbitkan AgroMedia Pustaka.

Di dalamnya, dijelaskan secara bertahap mulai dari seputar problematika limbah dan nilai keuntungan yang dapat dimanfaatkan, proses pengolahan limbah organik menjadi pakan, seperti penyiapan tempat, pemilihan sampah, pencacahan, proses fermentasi dengan bakteri inokulan, pengeringan, penepungan, dan pencampuran, aplikasi penggunaan pakan, hingga proses pengolahan limbah organik menjadi pupuk. Selain itu, dilengkapi juga dengan analisis usaha sebagai acuan bagi Anda yang ingin memulai bisnis pengolahan limbah organik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.