Menu Sehat Tumbuh Kembang Bayi

Anak sehat dan cerdas adalah idaman setiap keluarga. Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mendapatkan bayi sehat dan cerdas adalah dengan memberikan asupan gizi yang cukup dan baik kualitasnya. Kesehatan anak dicirikan oleh pertumbuhan fisik yang baik dan tidak rentan dari berbagai penyakit, terutama penyakit infeksi ISPA dan diare yang sering menyerang anak. Kedua jenis penyakit ini dapat bersifat sinergistis terhadap masalah kurang gizi. Artinya anak yang sakit akan berkurang nafsu makannya dan sebaliknya bayi yang kurang makan akan lebih mudah terserang penyakit.

Asupan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan dan menjamin pertumbuhan fisik yang optimal. Bagi orangtua, pertumbuhan fisik anak seperti meningkatnya berat badan dan tinggi badan tentulah belum cukup. Anak juga harus mendapatkan asupan gizi yang dapat menjamin perkembangan otaknya sehingga kelak akan menjadi seorang yang cerdas.

Kesadaran akan gizi perlu ditanamkan di dalam setiap keluarga. Memberikan gizi yang terbaik bagi anak adalah suatu upaya memperbaiki mutu sumberdaya manusia. Dengan begitu, diharapkan bayi yang terlahir dari keluarga sadar gizi akan menjadi anak yang mandiri, sehat, cerdas, dan memiliki karakteristik fisik yang lebih baik.

Sementara itu, asupan gizi yang kurang dapat menyebabkan anak mengalami growth faltering (gagal tumbuh). Dalam jangka panjang, kurangnya asupan gizi akan menghambat pertumbuhan tinggi badan dan akhirnya berdampak buruk bagi perkembangan mental-intelektual seorang anak.

Kurangnya gizi pada fase cepat tumbuh otak anak di bawah usia 18 bulan akan bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Artinya, kecerdasan anak tersebut tidak bisa lagi berkembang secara optimal pada tahun-tahun ke depannya. Ini jelas akan semakin menurunkan kualitas hidup seorang anak. Kurang energi-protein pada masa bayi akan menurunkan IQ, menyebabkan kemampuan geometrik rendah, dan anak tidak bisa berkonsentrasi secara maksimal.

Namun di satu sisi, bayi terkadang menolak makanan yang kita berikan. Padahal, makanan tersebut merupakan makanan sarat gizi sehingga ibu dibuat bingung olehnya. Akan tetapi, dengan membuat olahan yang sesuai dengan selera bayi, tanpa menghilangkan aspek kesehatan dan nilai gizinya, masalah tersebut mudah diatasi. Bagaimanakah membuatnya?

Dalam buku “50  Menu Sehat untuk Tumbuh Kembang Anak Usia 6-24 Bulan”  yang disusun oleh Dr. Ir. Ali Khomsan dan Sitti Ridhayani, S.Pd. ini, disajikan 50 menu khusus makanan bayi sebagai penunjang perkembangan anak, baik fisik maupun kecerdasannya. Buku ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami bagaimana menjelaskan bahan-bahan dan tata cara membuat berbagai menu sehat, bergizi, dan disukai anak.

Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.