Menyiapkan Bakalan pada Adenium Gaya Bonsai

Memiliki adenium gaya bonsai dengan bonggol yang unik, tajuk yang indah, dan bunga yang lebat merupakan dambaan setiap hobiis. Namun, untuk mendapatkan ketiga hal tadi, harus didukung perawatan yang benar dan keadaan lingkungan yang sesuai.

Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan membuat adenium gaya bonsai adalah pemilihan bakalan yang tepat. Hal ini akan membuat keberhasilan proses pembentukan adenium gaya bonsai semakin terjamin.

Untuk mendapatkan bakalan yang tepat, sebaiknya kita memerhatikan beberapa faktor berikut ini:

  • Sehat
           Bakalan yang akan dibentuk harus sehat, ditandai dengan akar, batang, ranting, dan daunnya yang berwarna hijau mengilap. Sebagai masukan, jangan memilih bakalan yang daunnya berwarna kuning tetapi tidak mudah rontok. Daun yang seperti itu menandakan bakalan sedang terserang penyakit. Namun, tidak jadi masalah jika daun yang berwarna kuning tersebut mudah rontok, karena ini menandakan bakalan sedang mengalami proses kerontokkan alami.
  • Berumur Tua
           Bakalan yang akan dibentuk menjadi gaya bonsai hendaknya dipilih dari adenium yang sudah tua, minimal sudah berusia tiga tahun. Penggunaan bakalan yang sudah tua menjamin kegagalan pembentukan adenium gaya bonsai semakin kecil. Pasalnya, bakalan yang masih muda sangat rentan terkena serangan busuk akar saat dibentuk menjadi gaya bonsai. Akibatnya, bukan keelokan adenium gaya bonsai yang didapat, tetapi malah kematian bakalan itu sendiri.
           Selain berumur tua, karakteristik individu bakalan dan faktor lingkungan (termasuk jenis pot yang digunakan, lokasi peletakan pot, dan habitat awal) juga turut menentukan kesiapan bakalan untuk dibentuk menjadi adenium gaya bonsai. Sebagai patokan, adenium yang sudah tua dan siap dibentuk menjadi gaya bonsai memiliki ciri tekstur kulit hijau tua dan mengilap serta memiliki pecahan halus dan rapat pada kulit dan bonggolnya.
  • Mempunyai Bakat
           Keelokan sebuah adenium gaya bonsai sudah dapat dilihat sejak masih berbentuk bakalan. Dengan kata lain, bakalan sudah memiliki bakat. Keadaan ini membuat kita tidak perlu bersusah payah untuk menentukan gaya bonsai apa yang akan dibentuk. Sebagai contoh, bakalan yang bentuknya meliuk ke kanan atau ke kiri sangat cocok dibentuk menjadi adenium gaya tertiup angin atau gaya slanting (miring).
  • Alur Dasar Baik
           Bakalan yang akan dibentuk menjadi adenium gaya bonsai harus memiliki alur dasar yang baik mulai dari akar, cabang, hingga rantingnya. Perbandingan jumlah dan ukuran, cabang dan ranting hendaknya seimbang dengan besar dan tinggi batang. Selain itu, harus terdapat keseimbangan antara jumlah cabang dan ranting.
  • Kuat
           Adenium yang akan dibentuk menjadi gaya bonsai harus dapat berdiri kokoh, batangnya keras, dan perakarannya mencengkeram media tanam dengan kuat.

Mendapatkan bakalan yang tepat pada adenium gaya bonsai ini diungkapkan Nurheti Yuliarti & Sukris Dwi Ruwanto dalam buku Membentuk & Merawat Adenium Gaya Bonsai yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka.

Buku ini juga memaparkan mengenai tata cara membentuk adenium gaya bonsai, memperindah penampilan adenium gaya bonsai, merawat adenium gaya bonsai, dan pengendalian hama serta penyakit pada adenium gaya bonsai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.