Mulai dari Pot atau Pekarangan Rumah, Yuk Menghidupkan Kembali Budi Daya Vanili “Si Emas Hijau”

 

Pada era 60 hingga 70-an, Indonesia pernah menjadi jawara dunia pengekspor buah vanili. Bahkan, Indonesia mampu menggeser Meksiko. Namun akibat ulah dan permainan oknum nakal yang ingin bermain instan dalam urusan ekspor tanaman ini, Indonesia menjadi tersingkir. Kabarnya para oknum tersebut menyampurkan biji besi ke dalam kemasan, agar bobot vanili yang dikirim bertambah. Singkat cerita, vanili dari Pulau Jawa masuk daftar hitam para eksportir dunia.  

Inilah masa kelam vanili Indonesia. vanili yang berasal dari Indonesia tidak lagi dilirik oleh pasar dunia. Akibatnya, harga vanili hancur. Tanaman yang termasuk golongan anggrek-anggrekan ini tumbuh sekadar sebagai tanaman biasa di pekarangan rumah para petani. Petani putus asa dan meninggalkan budi daya tanaman vanili. 

Padahal, vanili merupakan salah satu tanaman jenis rempah yang banyak dibutuhkan dan penting untuk menghasilkan serta menambahkan aroma rasa sedap pada bahan makanan roti, campuran adonan kue, minuman, dan sebagainya. Selain dalam industri makanan, vanili juga dikembangkan sebagai bahan campuran yang aman untuk kosmetik dan parfum. 

Buah vanili berbentuk memanjang. vanili basah (baru matang), sekilas mirip buncis, hanya bedanya lebih besar. Buah vanili yang sudah matang berwarna hijau tua. Sementara itu, jika dikeringkan akan berwarna kehitaman. Tidak jarang vanili dimanfaatkan langsung untuk bahan masakan. Sementara bentuk vanili jadi, yang biasa kita temukan di dapur, sudah berupa bubuk bening.

Tahun 2017 merupakan kembalinya vanili dari Temanggung meramaikan perhelatan pasar ekspor dunia. Petani vanili mulai membuka diri dan kembali bekerja untuk membudidayakan vanili kualitas ekspor ke kancah dunia. Setelah mengalami penurunan harga vanili selama puluhan tahun, Indonesia kembali berjaya. Menurut data tahun 2017 dari fao.org, dari 15 besar negara pengekspor vanila di dunia, Indonesia berada pada peringkat ke-2 setelah Madagaskar. Harga vanili kering Indonesia di pasaran mencapai Rp450.000 dan Rp700.000 per kilogram. Wow benar-benar “emas hijau” bukan?

Melirik Kembali Budi Daya Vanila dengan Berbekal Teknik Baru dan Kesabaran

Duo petani dari Temanggung, Tatak Guntoro dan Anis Fathoni, ini menggugah kembali semangat para petani vanili. Sebab, mereka berdua melihat ada peluang untuk mengembalikan kejayaan vanili Indonesia ketika harga vanila di pasar dunia kembali tinggi. Bukan hanya harga, permintaannya pun meningkat, terutama dari India, Perancis, dan Amerika. 

Pemilik akun Instagram Petani Rasional ini banyak membagikan pengalaman dan ilmunya melalui media sosial. Saat ini mereka telah menghasilkan karya berbentuk buku yang membahas tentang budi daya vanili yang bertajuk “Teknik Baru Budi Daya Vanili Di Pekarang Rumah dan Pot.”

Buku ini praktis berisi langkah demi langkah pembudidayaan vanili untuk pemula. Buku ini menekankan pada teknik budi daya yang bertujuan memperoleh hasil vanili kering dengan kualitas panen siap ekspor. 

Selain teknis pengolahan vanili di pekarangan dan pot, buku terbitan Agromedia ini juga mengulas cara memasarkan hasil panen dan pengendalian penyakit serta hama. Nah, yang tidak kalah penting, pada akhir bab dipaparkan simulasi perhitungan usaha untuk memudahkan pembaca memperoleh gambaran dan analisa usaha sebelum melakukan praktik budi daya tanaman ini.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Petani Rasional (@petanirasional) on

 

Budi Daya Vanili di Pot

Belajar teknik budi daya vanili bisa dimulai dari pot atau polibag. Sebenarnya, penulis menyarankan budi daya vanili dilakukan di lahan pekarangan. Hanya saja jika pekarangan Anda terdapat di daerah yang mudah tergenang air, maka lapisi tanah dengan di semen. Selain itu, penggunaan pot juga dapat diaplikasikan pada pekarangan yang luasannya terbatas. Gunakan pot ukuran standar berdiameter 50 cteknik terbaru budidaya vanilim dengan tinggi 30 cm. 

Buku “Teknik Baru Budi Daya Vanili di Pekarangan dan Pot” membagikan studi kasus penanaman Vanili di dalam 50 pot dengan modal berkisar Rp12 juta dengan laba per bulan hampir Rp10 juta. Semakin banyak jumlah pot tanaman vanili yang dibudidayakan, laba juga semakin besar. 

Ingin memulai budi daya vanili di pekarang rumah, silakan simak dan pelajari langkahnya dalam buku “Teknik Baru Budidaya Vanili Di Pekarang Rumah dan Pot.” Buku ini bisa diperoleh di toko buku Gramedia dan toko buku daring kesayangan Agromate.

 

 

 

 

tanaman vanili dalam pot

Tanaman vanili dalam pot berdiamter 50 cm. | Foto: Agromedia/penulis..

 

buah vanili kering

Buah vanili kering.

 

Duo petani dari Temanggung, Tatak Guntoro dan Anis Fathoni

Tatak Guntoro dan Anis Fathoni, duo petani Vanili dari Temanggung.

 

 

Tinggalkan Balasan