Praktis Budi Daya Lele Dumbo

Tidak semua orang bisa melakukan budi daya lele dumbo.  Sebab, untuk skala usaha, dengan kapasitas ternak yang besar, tentunya membutuhkan lahan yang luas dan pembuatan kolam sekat tembok atau beton. Dan, otomatis biaya yang dibutuhkan pun sangat besar.

Permasalahan di atas telah menyurutkan banyak peternak untuk mengembangkan budi daya lele dumbo. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki lahan pesawahan dan sumber air yang memadai. Apalagi di perkotaan, lahan yang tersedia sangat minim sekali.

Padahal, jika mereka tahu solusi alternatifnya, permasalahan tadi bisa diselesaikan dengan mudah, yaitu melalui teknik budi daya di kolam terpal. Melalui teknik ini, Anda tidak membutuhkan lahan yang luas dan biaya yang besar. Anda hanya membutuhkan beberapa perangkat dan lahan sedikit. Bahkan, Anda bisa membuatnya di pekarangan rumah atau di kebun.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku “Budi Daya Lele Dumbo di Kolam Terpal”, teknik budi daya di kolam terpal memiliki tiga jenis, yaitu kolam terpal di atas permukaan tanah, kolam terpal di bawah permukaan tanah, dan kolam beton atau tanah berlapis terpal. Semuanya memiliki teknik pembuatan yang berbeda-beda.

Dalam buku yang ditulis Khairuman SP. Toguan Sihombing & Khairul Amri SPi, MSi. dijelaskan bahwa untuk membuat kolam terpal di atas permukaan tanah agar sesuai dengan standar kebutuhannya, rapi, dan kokoh, Anda mesti mengikuti beberapa petunjuk berikut.

  1. Tentukan dan persiapkan lahan yang akan digunakan. Pastikan bahwa lokasi yang dipilih cukup mudah dijangkau sumber air. Minimal, air bisa dialirkan menggunakan slang.
  2. Bersihkan lahan dari benda-benda yang dianggap mengganggu, misalnya rumput atau pepohonan yang terlalu rimbun sehingga kolam atau bak bisa mendapatkan sinar matahari secara langsung.
  3. Siapkan tonggak atau tiang utama. Jika kolam yang dibuat berukuran panjang 6 meter dan lebar 4 meter, tancapkan tonggak kayu sebagai tiang utama di setiap sudut kolam. Jika lebih dari satu petak, atur tata letaknya agar terlihat rapi. Tancapkan juga tonggak pendukung lain. Idealnya, jarak antartonggak sekitar 1 meter.
  4. Untuk pembuatan kerangka, kayu kaso yang telah dipilih dipotong-potong sesuai ukuran bak yang akan dibuat. Agar bak kelihatan bagus dan rapi, kaso yang akan dibentuk sebelumnya harus diserut atau dibersihkan dengan penyerut kayu. Selanjutnya, kayu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Untuk menyatukan potongan-potongan kayu menjadi kerangka, gunakan paku berukuran 7 atau 9 cm. Agar bak plastik tidak langsung bersentuhan dengan dasar atau lantai bangunan, maka posisi bak ditinggikan 5 cm di atas lantai. Dengan demikian, setiap bak diberi kaki-kaki setinggi 5 cm.
    Untuk pembuatan dinding dan dasar bak dari bahan bambu, sebaiknya diambil dari yang sudah tua. Bambu tersebut sebelumnya dibersihkan dengan golok agar terlihat mulus. Selanjutnya, bambu dipotong-potong dan dibelah-belah sesuai dengan ukuran panjang atau lebar bak yang dibuat, masing-masing setebal 4-5 cm. Bambu-bambu tersebut selanjutnya dipaku ke semua kerangka bagian dalam bak, baik untuk bagian dasar maupun bagian sisi bak (dinding bak). Dalam memaku kerangka sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar bambu tidak pecah. Kalau perlu, bagian bambu yang akan dipaku telah dilubangi sebelumnya.
  5. Jika bak sudah berbentuk, misalnya kotak berukuran 6 x 4 x 1 m, atur kemiringan dasarnya ke salah satu sisi untuk memudahkan pada saat pengeringan dan pemanenan ikan.
  6. Letakkan paralon beserta knee secara horizontal di sisi bak paling rendah sebagai tempat untuk pembuangan air. Paralon yang digunakan berukuran diameter 2.5 inci.
  7. Setelah kerangka bak selesai, langkah selanjutnya adalah memasang plastik bagian dalam bak. Berikut langkah-langkahnya.
     • Siapkan terpal berukuran 8 x 6 m yang telah dipres.
     • Pasang terpal sebaik-baiknya hingga merapat ke tepi. Bagian sudutnya dapat dilipat.
     • Agar plastik kelihatan rapi dan tidak mengerut, di bagian dinding bak paling atas dijepit dengan bilah bambu.
  8. Di bagian paralon pembuang air, terpal bisa dirobek sedikit dengan cara mengguntingnya berbentuk bintang agar bisa dipasang knee.
  9. Selanjutnya, lakukan pengisian air hingga mencapai kedalaman 30 cm. Pastikan tidak ada kebocoran pada terpal, sehingga volume genangan air tetap utuh. Jika ada terpal yang sobek atau bocor, segera lakukan penambalan.
  10. Kolam atau bak terpal siap digunakan dan ditebarkan benih.

Selain itu, jika berkeinginan, Anda juga bisa membuatnya dengan kerangka dinding dari susunan bata atau media lainnya yang menurut Anda bisa kokoh menahan beban air di dalam terpal.

Untuk pembuatan kolam terpal dari jenis kolam terpal di bawah permukaan tanah dan kolam beton dan tanah berlapis terpal, Anda bisa membaca buku “Budi Daya Lele Dumbo di Kolam Terpal” sebagai rujukan utama. Dalam buku ini, dijelaskan pula secara rinci karakteristik lele dumbo, peralatan pendukung budi daya, sistem penebaran benih, teknik pemeliharaan, pemanenan, dan menangani hama dan penyakit, dan peluang usaha budi daya lele dumbo.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.