Rahasia Keabadian Tanaman Purba

Sesuatu yang langka, tentunya banyak dicari orang. Memiliki keunikan tersendiri dan pastinya, harga jual yang lumayan tinggi. Begitupun dengan tanaman purba. Tanaman berordo Cycadales ini memang telah ada sejak 230 juta tahun yang lalu.

Saat ini, tanaman berordo Cycadales terbagi menjadi 11 genus, yaitu Bowenia, Caratozamia, Chigua, Cycas, Dioon, Encephalartos, Lapidozamia, Macrozamia, Microcycas, Stangeria, dan Zamia. Empat dari 11 genus tersebut—Cycas, Dioon, Encephalartos, dan Zamia—dikenal luas sebagai tanaman hias eksotis di Indonesia.

Langkanya tanaman ini membuatnya masuk ke dalam IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List of Threatened Plant atau “daftar merah” tanaman yang terancam punah. Sebut saja Encephalartos heenanii. Salah satu spesies famili Zamiaceae dari genus Encephalartos ini dimasukkan pada kategori E (nyaris punah) karena jumlahnya di alam hanya tinggal beberapa batang saja. Bahkan, Encephalartos woodii dikabarkan sudah punah dari muka bumi.

Meskipun demikian, tanaman ordo Cycadales ini masih mampu bertahan sampai saat ini. Lantas, apa yang menjadi rahasia keabadian tanaman ini?

Rahasia kemampuan tanaman ordo Cycadales bertahan di muka bumi selama 230 juta tahun mulai dari zaman Permian, Mezosoik, Jurrasic, hingga sekarang ini adalah berkat runjung atau cone yang dimilikinya.

Rujung yang tersusun dari sisik yang keras dan saling menutupi itu melindungi biji-biji hasil penyerbukan. Didukung dengan persediaan makanan yang cukup, perkembangan biji di dalam rujung tidak akan terpengaruh kondisi dari luar. Oleh karena itu, pergantian musim dan berbagai pengaruh cuaca yang ekstrem tidak akan mengganggu proses perkembangan biji. Rahasia lainnya, penyerbukan tanaman ordo Cycadales sepenuhnya terjadi karena bantuan angin, sehingga ketika tanaman-tanaman lain punah karena serangga yang membantu penyerbukannya mengalami evolusi, tanaman-tanaman ini tetap bertahan hidup dan beregenerasi hingga sekarang.

Tanaman purba ini memang banyak dicari para kolektor dan hobiis, namun sayangnya, literatur yang mengupas tanaman ini sangatlah jarang. Untuk itu, AgroMedia Pustaka menerbitkan buku Pesona Tanaman Purba yang ditulis oleh Drs. Agus Andoko & Setyoaji Koemoro.

Buku ini mengupas berbagai hal mengenai keempat tanaman purba yang konon usianya lebih tua daripada dinosaurus. Mulai dari cara menanam, merawat, memperbanyak, serta cara mengatasi gangguan hama dan penyakit sehingga tanaman purba yang Anda miliki dapat tampil prima.

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan