Strategi Usaha Peternakan Kambing Unggul dan Menguntungkan

beternak-kambing-unggul-slide

 

Kebutuhan akan kambing tidak pernah sepi dari permintaan pasar. Daging kambing sudah menjadi bagian dari ketergantungan masyarakat terhadap menu spesial untuk membuat sate dan gulai. Mulai dari warung tenda, kedai, hingga restoran banyak menyajikan menu sate kambing karena lebih digemari. Daging kambing memiliki komposisi khusus yang membuat cita rasanya lebih gurih dan dominan saat dimasak, terutama dibakar. Misalnya, di DKI Jakarta saja membutuhkan sekitar 15.000 ekor lebih per bulan.

Selain untuk kebutuhan konsumtif harian, kambing juga sangat dibutuhkan untuk perayaan keagamaan, seperti akikah dan kurban. Angka kelahiran bayi di Indonesia yang mencapai 4.5 juta per tahun, jika diambil 10% saja yang menyelenggarakan akikah, berarti membutuhkan 450.000 ekor kambing per tahun. Terutama pada hari raya Idul Adha, kebutuhan kambing lebih tinggi lagi, hingga mencapai 80.000 ekor di satu daerah. Angka ini dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan jumlah penduduk.

Pada sektor lainnya, pasar kambing juga sangat prospektif, yaitu untuk kebutuhan ekspor. Terutama untuk wilayah Timur Tengah, seperti Saudi Arabia dan Kuwait yang kebutuhan akan daging kambingnya sangat tinggi, mencapai lebih dari 40 kg per kapita. Setiap tahun, Kuwait mengimpor kambing sebanyak 1 juta ekor, dan Saudi Arabia sebanyak 2.5 juta ekor. Negara tetangga, seperti Brunei Darussalam dan Malaysia juga membutuhkan ekspor kambing yang besar, sekitar 650 ribu ekor lebih.

Oleh sebab itu, prospek usaha peternakan kambing masih sangat terbuka untuk dikembangkan oleh setiap peternak. Aspek dukungan alam, ketersediaan pakan, dan iklim yang tepat, peternakan dapat dilakukan secara berkesinambungan sepanjang tahun. Selain perkembangbiakannya lebih cepat dan produktif, peternak tidak membutuhkan modal yang besar untuk memulai usaha. Tergantung skala usaha yang dipilih.  Adapun jalur pemasarannya, dapat dilakukan langsung atau tidak langsung, baik melalui jalur konsumen, blantik, pengumpul, maupun ke pedagang daging atau jagal.

Ada beberapa jenis kambing unggulan yang dapat dipilih sebagai indukan atau bakalan yang menguntungkan, seperti kambing kacang, etawa, peranakan etawa, jawarandu, saanen, kosta, muara, marica, dan samosir. Peternak berpengalaman merekomendasikan untuk memilih kambing jawarandu dan kambing kacang. Keduanya memiliki kelebihan sehingga banyak diternakkan dan tersebar luas di Indonesia. Sistem petenakan dapat dijalankan langsung sekaligus, yaitu pembibitan dan penggemukan karena lebih mudah dibandingkan dengan beternak sapi.

Mengenai segala persiapan dan penanganan lanjutannya, Anda dapat langsung mempelajarinya di dalam buku “Beternak Kambing Unggul” terbitan AgroMedia Pustaka. Buku ini dapat menjadi pedoman yang tepat guna memulai usaha dan mengembangkan peternakan kambing lokal unggul, terutama kambing kacang dan kambing jawarandu yang lebih menguntungkan secara ekonomis dan mudah diterima pasar.

Buku ini disusun oleh Agus Andoko yang telah menyusun 20 judul buku di AgroMedia Pustaka bekerja sama dengan Warsito, SST seorang penyuluh pertanian yang telah lama menjalin kedekatan dengan para peternak. Penulis akan membagikan ilmu dan pengalamannya untuk Anda dalam membangun peternakan kambing unggul hingga memperoleh hasil sesuai harapan. Secara praktis, di dalam buku ini, mereka membahas secara praktis mulai dari prospek peternakan kambing, memilih jenis kambing, menyiapkan kandang, pemberian pakan dan minum, meningkatkan kualitas pakan, penanganan penyakit, budi daya rumput untuk pakan kambing, hingga analisis usaha.

 

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan