Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Artikel

bunga anggrek di kebun

Ini Rahasianya Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga

Siapa tidak mengenal Anggrek bulan? Salah satu jenis anggrek yang memiliki nama latin Phalaenopsis Amabilis ini, kini banyak digandrungi. Bentuknya yang unik, sepintas menyerupai kupu-kupu, menyebabkan banyak orang sering menyebutnya Buterfly Orchid. Bersama bunga Padma raksasa (Raflesia Arnoldi) dan Melati, Anggrek bulan masuk dalam kategori Bunga Nasional Indonesia.

Di habitatnya, Anggrek bulan hidup dengan cara menempel (epifit) atau menumpang pada batang pepohonan di hutan-hutan. Bunga ini mampu tumbuh hingga ketinggian 600 meter di atas permukaan air laut. Dalam perkembangannya, anggrek ini bisa dibudidayakan sendiri di taman hingga di teras-teras rumah.

bunga anggrekSayangnya, banyak penggemar anggrek yang hanya bisa menikmatinya bunganya saja, dan kesulitan kala ingin membungakan kembali. Mereka beralasan, membungakan Anggrek bulan tidaklah mudah. Sebenarnya, untuk membungakan Anggrek bulan tidak terlalu sulit asalkan tahu teknis perawatannya.

Hal yang patut diperhatikan di antaranya penyiraman, pencahayaan, pemupukan, dan penanggulangan hama penyakit. Untuk penyiraman, misalnya, tidak boleh dilakukan asal-asalan, volume dan kuantitasnya harus berdasarkan media tanam dan kondisi cuaca. Misalnya, ketika cuaca sedang terik, penyiraman sebaiknya dilakukan tiga kali sehari.

Dari sisi volume air yang disiram, tanaman anggrek membutuhkan air yang pas. Ini agak sulit, sebab dalam jika penyiraman dilakukan secara berlebihan, anggrek akan cepat membusuk. Penyiraman biasanya disasarkan kepada semua bagian tanaman kecuali bunga, hal ini untuk mencegah bunga cepat layu.

Dari sisi pencahayaan sinar matahari, anggrek bulan membutuhkan paparan cahaya yang sedang (tidak terlalu lama terkena terpaan cahaya langsung). Salah satu ciri anggrek yang terkena sinar matahari berlebihan akan terlihat menguning daunnya.

Selain itu, pemupukan juga harus dilakukan secara tepat. Jika usia anggrek masih muda, berikan pupuk yang mengandung unsur N (Nitrogen), P (Phospor), dan K (Kalium). Selanjutnya, jika tanaman sudah memasuki masa berbunga, bersamaan dengan pemberian pupuk daun, berikan pupuk yang mengandung unsur P lebih tinggi seminggu sekali, tentu dengan memperhatikan takaran yang dianjurkan pada kemasan pupuk.

Di samping pemupukan, faktor kelembapan udara juga menjadi faktor yang memengaruhi pembungaan anggrek. Menjaga kelembapan udara di sekitar tanaman anggrek agar tidak terlalu kering bisa membuat bunga cepat tumbuh dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Lebih lengkap seputar perawatan tanaman Anggrek bisa dipelajari lebih detail dalam buku “Membuat Tanaman Anggrek Rajin Berbunga”. Selain Phalaenopsis, beberapa jenis anggrek yang diulas antara lain Cattleya, Dendrobium, Oncidium, dan Vanda. Buku terbitan Agromedia ini, disusun oleh Ade Andriyani, pemilik Orchid Nusery. Penulis memiliki pengalaman cukup lama seputar Anggrek, dan kerap berbagi pengalaman tentang teknis perawatan hingga ke luar negeri.

 

vertikultur agromedia

Membangun Kebun Sayuran Mini di Teras Rumah Menggunakan Vertikultur

Berkebun di area lahan yang terbatas memang membutuhkan kreativitas. Vertikultur bisa menjadi salah satu cara bertanam untuk para hobiis dan para penyuka berkebun sayuran di pekarangan rumah. Kesan pertama memperhatikan dari hasil teknik Vertikultur, adalah soal estetikanya, nyaris mirip susunan tanaman hias. Selain untuk estetika lingkungan, sayuran hasil bertanam pun bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.

 

vertikultur_agromediaVertikultur adalah sistem tanam yang mengarahkan media tanam dan tanaman ke arah atas ini bisa menjadi alternatif yang menarik. Cara ini pun mudah diaplikasikan siapa saja. Selain bisa diterapkan di darat, vertikultur bisa juga diaplikasikan di atas kolam air. Bahkan ada pula yang mengembangkan tanpa media tanah, dengan hidroponik.

 

Vertikultur bisa dikatakan sebagai solusi berkebun di masa depan. Cara berkebun di lahan sempit ini selain hemat lahan dan aman bagi lingkungan, aktivitas mencangkul atau membajak tanah tidak lagi diperlukan. Terlebih lagi media tanam juga praktis dan mudah dipindah-pindah.

 

Yang menarik, aneka tanaman sayuran seperti seledri, peterseli, pakcoi, kangkung, bisa kembangkan dalam wadah teknik vertikultur. Bahkan, tidak hanya tanaman sayuran, tanaman umbi-umbian, hortikultur, dan tanaman pangan pun bisa tumbuh dengan teknik ini.

 

Nah, terkait masa panen, teknik vertikultur nyaris sama dengan teknik bertanam konvensional. Misalnya, untuk tanaman lombok membutuhkan waktu sekitar 90 hari. Sementara itu, tanaman sawi dan selada memiliki masa panen 40 hari.

 

Beberapa kelebihan lain dari teknik vertikultur di antaranya hemat lahan, hemat air dan pupuk, serta perawatannya pun mudah.

 

Bahkan, jika diseriusi, teknik tanam vertikultur bisa menghasilkan peluang bisnis. Inspirasi bisnis tanaman dengan teknik vertikultur datang dari Suhadi, Pasuruan yang menggunakan lahan 10 x 10 meter persegi untuk ditanami bawang merah. Sekali panen ia menghasilkan sekitar 18 juta rupiah. Setidaknya ada 300 pralon dengan tinggi 2 meter yang ia gunakan. Jadi, selain bisa untuk konsumsi sendiri, hasil sayuran vertikultur juga bisa bernilai ekonomi.

 

vertikultur_agromedia_pralon1Wadah Tanam untuk Vertikultur

 

Wadah untuk menanam dengan teknik vertikultur yang banyak digunakan adalah paralon PVC berukuran panjang 2 meter.

Dalam penerapannya, ukuran paralon diaplikasikan secara berbeda-beda sesuai jenis dan tipe tanaman. Ukuran paralon yang sedang akan cocok jika ditanami caisim, seledri, pakcoi, kangkung, dan peterseli. Hal ini berdasarkan pertimbangan akar tanaman bertipe kecil.

Jarak antartanaman (antarlubang) biasanya menggunakan 20—25 cm. Namun, khusus tanaman cabai diperlukan jarak yang lebih renggang atau menggunakan paralon spiral, sehingga tajuk tanaman satu dengan lainnya tidak bertemu dan tidak terlalu rimbun.

 

vertikultur agromediaUntuk melubangi paralon dibutuhkan gergaji dan panas api. Berikan jarak antara 20—25 cm dan lebar garis 10 cm. Buatlah garis-garis tersebut selang seling. Setelah semua garis jadi, gergaji sesuai ukuran. Lalu panaskan sisi bagian atas garis yang digergaji sampai agak lunak, lalu tekuk ke dalam menggunakan botol beling bekas. Sementara itu, di bagian bawah paralon, sebaiknya dicor atau diberi adonan semen yang diwadahi dengan ember atau baskom bekas.

Selain dengan paralon, para penyuka hobi berkebun bisa mencoba teknik vertikultur menggunakan jeriken bekas, botol bekas, talang air, bambu, kotak bekas tempat telur, dan lain sebagainya. Cara ini bisa dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan kreativitas masing-masing penanam.

Bagaimana Agromate, penasaran dengan teknik tanam ini? Lebih lengkap silakan simak dalam buku “Vertikultur; Bertanam Sayuran di Lahan Terbatas.” Buku ini akan mengajak para hobiis tentang tata cara mudah membuat instalasi vertikultur, tip menyemai dan merawat tanaman, dan cara tepat menanggulangi hama dan penyakit tanaman.

Salam hijau!

 

 

 

 

 

 

 

 

hidroponik organik

Ssstt…Ini Lho 5 Keunggulan Bertanam Sayuran Hidroponik Organik

Bertanam sayuran dengan metode hidroponik ternyata belum tentu organik lho! Coba lihat cara pemberian unsur hara pada hidroponik biasa, sebagian besar menggunakan nutrisi yang berasal dari produk bahan kimia sintetik. Praktik tanam ini dianggap tidak menghasilkan tanaman organik.

Lalu, bisakah hidroponik murni sepenuhnya organik? Hal ini coba dijawab Charlie Tjendapati, seorang praktisi pertanian organik dari Bandung. Ia membuat sistem budi daya hidroponik berbahan pupuk organik. Ia pun berani menjamin nutrisi yang digunakan sepenuhnya menggunakan bahan non kimiawi. Nutrisi berasal dari tanaman Ki Pahit (Tithonia diversifolia). Sementara itu, untuk pestisida juga menggunakan bahan baku nabati, salah satunya berupa buah kacang babi (Tephrosia Vogelii).

Keunggulan Hidroponik OrganikCharlie Tjendapati, seorang praktisi pertanian organik

Keistimewaan hidroponik dengan bahan nutrisi dan pestisida alami ini tentunya memiliki banyak keunggulan. Berikut keunggulan sistem hidroponik organik dibandingkan dengan hidroponik biasa.

  1. Tidak meninggalkan residu kimia di dalam tubuh

Sehatnya tanaman sayuran hidroponik yang dihasilkan secara organik disebabkan tidak digunakannya bahan kimia, baik dalam bentuk pestisida maupun pupuk, selama pemeliharaan dilakukan. Efeknya bagi tubuh, tidak akan tersimpan residu kimia yang jika mengendap dan menumpuk dalam waktu lama dapat merugikan tubuh itu sendiri.

  1. Bahan baku nutrisi tersedia di alam dan murah

Seperti diterangkan sebelumnya, bahan baku pupuk hidroponik organik berupa Ki Pahit tersedia bebas di alam dan mudah diperoleh.

  1. Pemberian nutrisi dalam jumlah berlebih tidak membuat tanaman mati

Inilah bedanya dengan pupuk kimia, tanaman tidak akan mati karena overdosis pupuk alami. Ki Pahit jika diberikan berlebihan tidak berbahaya bagi tanaman sayuran. Meski begitu, takarannya harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga menghemat dalam penggunaannya.

  1. Hasil produksi maksimum

Berdasarkan pengalaman penulis, hasil panen hidroponik organik tidak kalah dengan bertanam dengan hidroponik biasa. Hal ini dilihat dari sisi bobot maupun cita rasa. Hasil uji coba Charlie untuk tanaman selada dengan metode ini mencapai 250—500 gram/tanaman. Sementara itu, bobot selada dengan hidroponik biasa (menggunakan AB mix) berkisar 150—250 gram/tanaman.

  1. Ramah lingkungan

Pengaruh positif lainnya, penggunaan pupuk alami menjadikan metode tanam ini ramah lingkungan.

 

  1. Biaya produksi lebih rendah

Berdasarkan pengalaman penulis, penggunaan POC dari Ki Pahit bisa memangkas biaya produksi hingga 50%.

 

Kekurangan Hidroponik Organik

Tak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan tanaman Ki Pahit. Di balik segudang manfaatnya, ada sedikit kekurangan pada tanaman ini, di antaranya tidak di semua wilayah bisa ditanami tanaman Ki Pahit. Tanaman Ki Pahit umumnya banyak tumbuh liar di perdesaan dan perkampungan.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu budi daya tanaman Ki Pahit di berbagai wilayah untuk mendukung pertanian organik, khususnya hidroponik.

Kelemahan lain unsur hara pada tanaman Ki Pahit, unsur makro-nya terlampau sedikit. Hal ini yang membedakan nutri kimiawi seperti dalam AB mix. Nah, untuk mengatasi kekurangan ini, bisa dilakukan penambahan dosis larutan pupuk Ki Pahit.

Karena menggunakan bahan alami, proses fermentasi yang dihasilkan Ki Pahit membutuhkan waktu selama 7—14 hari. Tentu saja cukup lama jika dibandingkan dengan nutrisi kimiawi AB mix.

***

Pada dasarnya, persiapan budi daya cara tanam hidroponik organik sama dengan hidroponik pada umumnya; seperti persiapan instalasi, tahap penyemaian benih, pemeliharaan, hingga masa panen.

Mengenai teknis aplikasi dan perawatan harian hidroponik organik, Charlie Tjendapati telah menyusun panduannya dalam bentuk buku “how to” yang bisa diikuti oleh para penghobi tanaman. Buku yang diterbitkan oleh Agromedia ini berjudul “Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami.”

Dalam buku ini diulas tip cara menyemai dan merawat sayuran hidroponik organik, cara meracik sendiri POC dan aplikasinya, kiat membuat pestisida nabati, dan cara tepat menanggulangi hama dan penyakit.

Penasaran? Silakan simak bukunya. Dengan cara hidroponik organik, mengonsumsi sayuran hasil panen sendiri lebih sehat lho.

 

***

bebek hibrida bebek unggulan

Bebek Hibrida: Bebek Pedaging Paling Cepat Panen

Peluang usaha beternak bebek hingga kini kian menjanjikan. Lihat saja di berbagai kota, permintaan daging bebek untuk kuliner terus meningkat. Dari warung kali lima hingga resto mewah, menu masakan bebek menjadi pilihan dilirik setelah menu olahan ayam. Rasa khas daging bebek goreng menjadi rekomendasi untuk para pemburu kuliner.

Sementara itu, di sisi peternak hingga distribusi daging, kebutuhan dan kesediaan suplai daging bebek yang meningkat menjadi masalah. Jika dibandingkan, jumlah peternak ayam jauh lebih banyak dibandingkan dengan peternak bebek. Selain itu, untuk menyuplai daging bebek secara cepat, perlu jenis bebek “unggulan”yang cepat panen. Jenis ini dimiliki bebek hibrida; bebek dengan cita rasa daging yang gurih seperti ayam kampung serta tekstur yang lembut dan rendah kolesterol.

bebek hibridaBerikut ulasan keunggulan bebek hibrida.

Bebek ini dikenal sebagai bebek pedaging hasil persilangan yang “klop” antara bebek peking dan bebek lokal. Bebek peking dikenal dengan bentuk tubuh yang pendek namun berisi; terlihat lebih gemuk daripada bebek lokal. Salah satu ciri khas bebek ini adalah memiliki paruh hitam dan ukuran kepalanya cenderung lebih besar dibandingkan dengan bebek lokal, seperti Mojosari, Kedu, dan Turi Bantul. Sementara itu, bebek lokal memiliki ciri khas produksi telur tinggi dan kualitas karkas yang rendah.

Hasil persilangan kedua bebek tersebut menghasilkan beberapa keunggulan seperti tahan dengan berubahan cuaca, cepat tumbuh besar, masa tumbuh besar sekitar 40—50 hari, memiliki karkas daging yang lebih banyak, empuk, dan tidak bau amis.

Keunggulan lain dari bebek ini cocok dipelihara di halaman rumah berlahan terbatas, karena bebek ini tergolong “bandel” atau tahan stres. Bebek ini pun tahan terhadap penyakit. Sementara dari sisi rasa, daging bebek hibrida juga terkenal lebih gurih, seperti ayam kampung dengan tekstur yang lembut dan rendah kolesterol.

 

Artikel terkait: Mengenal 5 Keunggulan Bebek Gunsi 888

 

Syarat beternak bebek hibrida tidaklah rumit. Cukup menyediakan lokasi yang tidak bising dan tidak terlalu lembap. Lengkapi dengan perkandangan menggunakan atap teduh dan kombinasi atap transparan, serta pagar.

Nah, agar berimbang mari kita simak juga kendala dan kelemahan beternak bebek ini. Kendala yang utama, bibit bebek ini dikendalikan oleh perusahaan pembibitan. Bibit atau DOD yang berkualitas pun tergolong langka. Urusan pakan bebek dari bekatul pun tergantung pada musim panen.

Dari sisi konsumen, terkait harga, harga daging bebek terpaut jauh dengan daging ayam. Kebanyakan orang masih memilih daging ayam broiler karena harganya yang lebih murah.

Demikian sekilas keunggulan dan kelemahan dari bebek hibrida. Bagi yang tertarik membudidayakan bebek ini, silakan simak selengkapnya dalam buku “Bebek Pedaging Hibrida”. Buku ini disusun oleh praktisi ternak bebek Eko Angga Supriyanto asal Bantul dan penulis Agribisnis, Maloedyn Sitanggang.

Dalam buku mengulas lengkap seputar perkandangan, pakan, komposisi pakan sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan umurnya. Macam-macam bahan pakan alternatif juga dipaparkan dalam buku terbitan Agromedia ini.

Berminat? Buku “Bebek Pedaging Hibrida” ini dapat dijumpai di toko buku terdekat di kota Anda. Atau temukan e-book nya di Google PlayStore.

 

single bucket hidroponik

Hidroponik: Cara Mudah Membuat Instalasi Dutch Bucket Tunggal

Pernah terbayang membuat kebun mini buah-buahan di halaman rumah? Hal ini sangat mungkin dan bisa dibuat oleh siapa saja, terutama dengan metode tanam hidroponik. Mengapa memilih bertanam buah dengan hidroponik? Selain tidak mudah terserang hama, hasil panen sayuran buah dan buah memiliki cita rasa yang lebih renyah dan segar.

 

Salah satu sistem instalasi tanam yang paling populer, praktis, dan sederhana adalah menggunakan instalasi Dutch Bucket. Sistem instalasi ini cocok untuk penanaman sayuran buah, seperti tomat, timun, dan paprika.

 

Untuk memulainya, bisa mencoba instalasi sistem Dutch Bucket tunggal. Instalasi ini menggunakan wadah tunggal. Hal yang perlu diperhatikan dari sistem ini adalah sirkulasi air dan nutrisi harus terus-menerus dialirkan dari tandon nutrisi ke media tanam.

 

single_bucket_hidroponik

Keuntungan memanfaatkan Dutch Bucket adalah bisa memanfaatkan bahan bekas seperti wadah bekas es krim. Berikut tiga manfaat dari penggunaan sistem instalasi Dutch Bucket.

 

  1. Fleksibel, karena bisa diaplikasikan oleh semua orang, baik hobiis pemula maupun pebisnis hidroponik.
  2. Sederhana dan relatif murah, karena bisa memanfaatkan barang bekas.
  3. Tanaman lebih subur, karena sirkulasi air, nutrisi, dan oksigen lebih banyak.

 

Berikut teknis pembuatan instalasi dutch bucket tunggal.

 

Alat dan Bahan

 

  1. Bor hole saw
  2. Gergaji besi, gunting, atau cutter
  3. Pot diameter 10 cm sebagai wadah tanam
  4. Aerotor
  5. Ember dengan tutup sebagai wadah nutrisi
  6. Hidroton
  7. Kain flanel sebagai sumbu

 

Cara Merakit

  1. Lubangi penutup ember sesuai ukuran diameter leher pot.
  2. Buat 4 lubang kecil di penutup ember sesuai dengan ukuran slang aerator.
  3. Buat 4 lubang kecil di dinding ember sebagai lubang udara.
  4. Masukkan kain flanel ke dalam lubang pot.
cara-merakit-hidroponik-sistem-dutch-tunggal
Gambar langkah 1 sampai 4.

 

5. Masukkan larutan nutrisi ke dalam ember dan hidroton ke dalam pot.

6. Masukkan slang aerator ke salah satu lubang di bagian penutup ember.

7. Pasang pot yang sudah terpasang kain flanel ke lubang ember.

8. Masukkan media tanam berupa hidroton dan bibit tanaman ke dalam pot.

hidroponik, sistem bucket tunggal
Gambar langkah 5 – 8.

 

 

9. Instalasi dutch bucket tunggal telah selesai.

10. Nyalakan aerator untuk memastikan sistem berjalan dengan baik.

11. Sistem ini juga bisa menggunakan media tanam berupa sekam bakar.

 

bucket-tunggal_ok
Gambar 9 – 11.

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain dibuat secara tunggal, instalasi Dutch Bucket juga bisa dibuat lebih komplek menggunakan banyak wadah. Dengan demikian, tanaman sayuran buah yang hendak ditanam menjadi lebih banyak. Sebagai panduan teknis pembuatannya, silakan klik link video berikut ini.

 

 

 

Penjelasan lengkap dan ragam pilihan instalasi dalam bertanam hidroponik bisa disimak dalam buku “Panen Hidroponik Buah & Sayuran Buah di Halaman Rumah.” Buku yang diterbitkan Agromedia ini disusun oleh para pakar hidroponik berpengalaman.

kemitraan bebek gunsi

Mengenal Kemitraan Bebek Gunsi 888, Solusi Bisnis Bagi Peternak Bebek

 

Masih ingat dengan keistimewaan bebek Gunsi 888 pada artikel sebelumnya? Bebek jenis pedaging ini memang sedang diminati dan dilirik para peternak. Melihat respon di media sosial, ternyata banyak yang tertarik untuk mendapatkan bebek pedaging ini.

Menurut catatan, permintaan DOD (anakan bebek) dari peternak bebek di sekitar lokasi pembibitan di daerah Bogor. Selain Bogor, permintaan juga datang dari daerah-daerah lain di Jawa Barat. Untuk pengiriman luar pulau saat ini sudah ada pelanggan dari Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

PT Putra Perkasa Genetika menggelar program kemitraan Bebek Gunsi 888 bagi para peternak bebek. Berikut keuntungan jika ingin menjadi peternak bebek Gunsi 888.

 

  1. Pasokan DOD atau anakan bebek didapatkan peternak dengan kualitas dan jaminan dari hasil pembibitan yang kompeten, kuantitas yang besar, serta kontinuitas yang diandalkan demi keberlanjutan usaha pembesaran.  Perlu diketahui, masalah utama yang seringkali terjadi pada usaha peternakan bebek adalah pasokan DOD atau anakan bebek yang kualitas dan kontuinitasnya tidak terjaga.

 

  1. Selain mendapatkan pasokan bebek Gunsi 888, peternak mendapatkan pakan berkualitas yang biasa diproduksi sesuai dengan potensi genetik bebek Gunsi 888. Hal ini untuk mengoptimalkan pertumbuhan bebek dan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Adanya pakan jadi ini juga sangat memudahkan peternak dalam kegiatan budi daya sehari-hari karena tidak perlu repot membeli atau membuat pakan sendiri dengan kualitas yang belum tentu terjamin.

 

  1. Peternak dapat panduan budi daya ternak dari pihak pembibit selama usaha pembesaran bebeknya berjalan. Panduan budi daya bisa didapatkan melalui berbagai seminar dan pelatihan yang diadakan oleh pihak inti, kunjungan langsung ke peternakan, dan konsultasi, baik secara langsung maupun via telepon.

 

  1. Plasma mendapatkan kepastian pemasaran hasil panen meskipun tidak ada ikatan kepada peternak untuk menjual hasil panennya kepada pihak inti. Namun, pihak inti dapat menjamin kepada peternak untuk membeli kembali hasil panen dari peternak sesuai kesepakatan ukuran (bobot) hasil panen dan harga beli.

 

Demikian empat manfaat bagi peternak bebek gunsi 888 jika bermitra dengan PT Putra Perkasa Genetika. Informasi lebih lengkap seputar bebek unggulan ini dapat dipelajari dalam buku terbitan Agromedia “Beternak Bebek Hibrida Gunsi 888 35 Hari Panen.”

bebek gunsi

Mengenal 5 Keunggulan Bebek Gunsi 888

Penyuka kuliner masakan daging bebek nampak semakin banyak. Lihat saja sajian aneka menu bebek, tersebar dari warung kaki lima, seperti nasi bebek Madura hingga kelas resto. Bagi yang jeli melihat peluang, sesungguhnya kebutuhan daging bebek di pasar kuliner saat ini sangatlah tinggi.

Bayangkan saja, sebuah resto olahan daging bebek terkenal membutuhkan 600.000 ekor bebek per bulan. Sementara itu, salah satu rumah makan dengan menu andalan bebek yang cukup dikenal bisa mencapai 100 ekor per hari per satu cabang. Ini artinya, peluang usaha besar untuk para peternak bebek pedaging dan calon peternak bebek untuk menyalurkan bebek ke rumah makan.

Persoalannya, bagaimana menyediakan bebek dalam jumlah banyak dan cepat agar kebutuhan pasar akan daging bebek bisa terpenuhi. Lalu, jenis bebek apa yang bisa tumbuh dengan dengan bobot tertentu, tanpa bau, dan tahan penyakit. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah Bebek Gunsi 888.

Bebek Gunsi 888 adalah bebek pedaging hibrida hasil persilangan bebek Peking (pejantan) dengan bebek Khaki Campbell (betina). Jenis bebek ini telah dikembangkan sejak 2012 dan mulai dipasarkan pada 2013. Saat ini, bebek Gunsi 888 mulai banyak diminati para peternak karena pertumbuhannya yang terbilang cepat.

Keunggulan Bebek Gunsi 888

Berikut beberapa keunggulan bebek Gunsi 888.

  1. Pertumbuhan cepat

Bebek Gunsi 888 memiliki pertumbuhan lebih cepat dari bebek lokal pada umumnya. Mulai umur 35 hari bebek ini mencapai bobot sekitar 1,4—1,5 kg dan 2,2 kg pada umur pemeliharaan 52 hari.

 

  1. Harga panen stabil, keuntungan mencapai 30%

Harga jual bebek pedaging cenderung stabil dan jarang mengalami fluktuasi. Keuntungan lain, usaha bebek pedaging memberikan laba cukup besar mencapai 30%.

 

  1. Daya tahan tubuh yang tinggi

Bebek Gunsi 888 dikenal dengan daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Hal ini menandakan bebek ini memiliki antibodi dari indukan yang baik. Daya tahan tubuh ini juga didukung dari indukan bebek lokal yang memiliki daya adaptasi yang baik.

 

  1. Tekstur dan cita rasa daging

Cita rasa daging bebek Gunsi 888 mudah diterima masyarakat lokal. Hal ini karena rasa daging mirip bebek lokal. Sementara itu, tekstur dagingnya merupakan perpaduan tekstur daging bebek peking dan tekstur bebek lokal.

 

  1. Pemeliharaan tanpa air, minim bau, hemat lahan

Kandang kering, tanpa perluu kolam bermain air atau berenang, inilah ciri tempat pemeliharaan lingkungan bebek hibrida pedaging Gunsi 888. Sementara itu, untuk meminimalisasi becek, tempat air minum diletakkan di luar kandang, untuk mencegah timbulnya bau pada kandang.

beternak-bebek-hibrida-gunsi-888-35-hari-panen-revKeadaan kandang kering seperti ini memberi kesan kandang lebih bersih, sehingga bebek menjadi jarang terkena penyakit, bau yang dihasilkan kandang minim, dan dapat meminimalisasi protes masyarakat di sekitar peternakan.

 

Lima keunggulan bebek Gunsi 888 dikutip dari buku “Beternak Bebek Hibrida Gunsi 888 35 Hari Panen.” Dalam buku ini dipaparkan cara mempersiapkan budi daya, pemeliharaan harian, cara mengatasi masalah budi daya, serta cara memanen bebek hingga memasarkannya.

Buku yang ditulis oleh Drh. Agustin Polana, seorang praktisi dan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, ini sudah dapat diperoleh di toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, atau toko buku lain terdekat di kota Anda.

 

 

 

bebek gunsi

hidroponik nutrisi ab mix butiran

Mengenal, Membuat, dan Mencampur Nutrisi untuk Hidroponik

Dalam sistem budi daya dengan hidroponik, nutrisi menjadi bagian penting untuk pertumbuhan tanaman. Nah, pemberian nutrisi yang baik akan membuat tanaman hidroponik tumbuh dengan baik pula. Nutrisi ini bak “nyawa” dalam sistem hidroponik.

Keunggulan nutrisi dalam hidroponik, semua zat 100% akan terserap dalam air dan tidak menimbulkan endapan. Inilah keistimewaan dari nutrisi hidroponik. Di pasaran, nutrisi hidroponik dikenal dengan nama nutrisi AB mix

Apa itu Nutrisi AB Mix?

Nutrisi AB mix dikenal dalam budi daya hidroponik. Penamaan ini diambil dari dua jenis nutrisi yang digunakan. Tujuannya untuk memudahkan dalam mengingat nama nutrisi.

Nutrisi A mewakili unsur makro hara dan nutrisi B mewakili unsur mikro hara. Beberapa unsur makro hara yang dimaksud mengandung N (nitrogen), P (fosfor), K (kalium, Mg (magnesium), dan lain sebagainya. Sementara contoh nutrisi unsur mikro hara antara lain: Fe (besi), Cu (tembaga), Cl (khlor), dan lainnya.

Menurut jenisnya, nutrisi AB mix, terdiri dari dua bentuk: cairan dan butiran. Mana yang mesti kita pilih? Sebenarnya, membeli nutrisi dalam bentuk butiran lebih menguntungkan bagi pembudidaya karena harganya menjadi lebih murah dibandingkan dengan nutrisi dalam bentuk cairan.

Berikut langkah melarutkan butiran nutrisi AB Mix.

 

  1. Siapkan nutrisi A dan B. Siapkan 2 buah botol plastik masing-masing berukuran 600 ml (untuk melarutkan nutrisi AB mix bentuk butiran kemasan 250 gram) atau 2 buah botol plastik masing-masing berukuran 1.000 ml (untuk melarutkan nutrisi AB mix bentuk butiran kemasan 500 gram).

cara mencampur nutrisi ab hidroponik

 

 

2. Masukkan nutrisi A ke salah satu botol.

 

nutrisi ab hidroponik

 

  1. Isi botol dengan air bersih hingga ½ kapasitas botol.

 

mencampur nutrisi ab untuk budi daya hidroponik

  1. Tutup botol berisi nutrisi A yang sudah diberi air hingga rapat, lalu kocok perlahan atau sedikit kencang. Pastikan nutrisi telah benar-benar larut.
  1. Tambahkan air bersih dengan ketinggian hingga leher botol, kocok perlahan agar larutan tercampur sempurna, lalu tutup hingga Tandai botol menggunakan spidol permanen dengan tulisan “Nutrisi A”.
  1. Berikan juga perlakuan yang sama terhadap nutrisi B.

Nah, dengan langkah-langkah tersebut, nutrisi hidroponik sudah siap digunakan. Selanjutnya, berikut tahapan mencampurkan nutrisi ke dalam wadah penampung pada sistem hidroponik.

  • Siapkan wadah penampung nutrisi sesuai jenis sistem hidroponik yang dibuat.
  • Buat larutan nutrisi awal dengan perbandingan 1:3:3, yaitu campurkan 1 liter air yang sudah dituangkan ke dalam wadah penampung nutrisi pada sistem dengan 3 ml larutan nutrisi A dan 3 ml larutan nutrisi B. Melalui komposisi tersebut, maka diperoleh larutan dengan kepekatan 500 ppm.
  • Naikkan ppm larutan nutrisi dengan cara menambahkan 1 ml larutan nutrisi A dan 1 ml larutan nutrisi B. Penambahan larutan nutrisi ini akan menaikkan kepekatan sebesar 130 ppm.

jago-bertanam-hidroponik-untuk-pemula-01Artikel di atas dikutip dari buku Jago Bertanam Hidroponik untuk Pemula. Buku ini mengantarkan calon pembudidaya tanaman hidroponik atau para hobiis belajar menanam sayur tanpa media tanah. Untuk kemudahan mengikuti langkah-langkahnya, buku ini dilengkapi dengan video tutorial dan panduan step by step disertai foto. Salam hijau.

Cara Memotong Rockwool untuk Media Tanam Hidroponik

Cara Memotong Rockwool untuk Media Tanam Hidroponik

Rockwool yang berasal dari materi mineral bebatuan biasa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Nah, bagi para penghobi hidroponik, rockwool bukanlah hal asing. Seperti kita ketahui budidaya tanaman dengan Hidroponik tidak memerlukan tanah. Rockwool inilah yang dimanfaatkan sebagai media tanam yang paling banyak digunakan.

Satu alasan rockwool dipilih karena pas dan cocok untuk semua jenis sayuran. Selain itu materi rockwool bersifat netral dan tidak mengandung penyakit (patogen) atau bahan kimiawi. Rockwool juga memiliki kemampuan menyerap air hingga 14 kali kapasitas tampungan tanah.

Rockwool bisa didapatkan dengan mudah di toko online. Dipasaran, rockwool biasanya masih berbentuk blok atau lembaran berukuran panjang 1,5 m hingga 2 m, sehingga sebelum digunakan harus dipotong-potong menjadi ukuran yang lebih kecil.

Sekilas, bentuk rockwool memang mirip dengan serabut kapas padat dan berbulu karena terbuat dari bahan mineral bebatuan. Karena itu, saat hendak memotong material stone wool ini, kita perlu melakukannya secara hati-hati. Tidak jarang saat pemotongan dilakukan, ada serpihan-serpihan rockwool yang beterbangan. Tentu saja akan berbahaya jika serabut rockwool sampai terhirup. Maka sebelum memotong rockwool, dianjurkan hobiis hidroponik menggunakan master atau penutup hidung.

Untuk memotong rockwool, siapkan penggaris besi dan gergaji besi kecil. Jangan gunakan pisau atau benda tajam lain yang permukaannya halus, karena sulit memotongnya dan akan membuat rockwool hancur. Alat yang cocok digunakan untuk memotong rockwool yaitu gergaji kecil atau pisau yang bergerigi.

Berikut langkah dan cara memotong dan menggunakan rockwool.

  1. rockwool-1Jika diperhatikan, permukaan rockwool terdiri dari dua bagian. Satu sisi, bagian yang terlihat berpola dan memiliki alur, sisi yang lain tidak berpola. Pada bagian yang berpola, buat 4 garis menggunakan gergaji besi dengan arah memanjang.

 

 

 

 

 

 

 

  1. memotong rockwoolTarik garis lurus hingga keempat sisi. Hal ini dilakukan agar terbentuk panduan lebar rockwool yang dipotong menjadi seragam, yaitu dengan tebal sekitar 1,5 cm dan saat dipotong tidak ada bagian yang terbuang.

 

 

 

 

 

 

 

  1. cara memotong rockwoolPotong rockwool perlahan agar tidak hancur dan debunya menyebar. Pastikan pemotongan dilakukan secara lurus dan rata.

 

 

 

 

 

 

 

  1. rockwool-4Potong rockwool yang sudah berbentuk lembaran dengan ukuran panjang dan lebar masing-masing 2,5 cm. Rockwool pun siap digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Khusus untuk rockwool yang sudah berbentuk lembaran, sebaiknya tidak dipotong sampai benar-benar terpisah. Namun, beri sisa sedikit di bagian bawahnya agar tetap menyatu dan cukup mudah untuk dipisahkan menggunakan tangan. Tujuannya untuk memudahkan penyimpanan apabila tidak digunakan sekaligus. Selain itu, cara ini juga memudahkan pembudidaya untuk menentukan bagian rockwool yang tepat untuk meletakkan benih.

 

Panduan memotong rockwool ini dikutip dari buku “Jago Bertanam Hidroponik untuk Pemula” terbitan Agromedia, berisi tentang tahapan-tahapan bertanam sayuran secara hidroponik, dari penyemaian, panen, hingga peluang bisnisnya. Buku yang disusun oleh Garasi Hidroponik ini mengajak para pemula penghobi tanaman untuk mencoba bertanam sayur di rumah tanpa media tanah; menggunakan rockwool.

 

 

 

 

 

 

 

 

kandang kambing

Meraup Untung dari Bisnis Domba dan Kambing Jelang Idul Adha

Usaha penjualan domba dan kambing bisa dibilang tidak ada matinya. Ketika menjelang hari raya Idul Adha, bisnis musiman kambing dan domba menjadi pilihan menarik bagi pedagang hewan kurban. Sebulan sebelum Hari Raya tiba, tidak sedikit lapak kambing dan domba yang sudah digelar di pinggir jalan.

Bagi para peternak kambing dan domba, tentu momen Idul Adha merupakan peluang emas yang tak boleh dilewatkan. Selain peluang tahunan ini, para peternak ruminansia juga memiliki peluang lain dalam penjualan hewan peliharaannya, seperti menjadi suplier untuk kebutuhan restoran dan warung sate kambing, katering acara pernikahan, hingga aqiqah.

Namun, bicara usaha peternakan domba dan kambing tentu saja bukan tanpa kendala. Biasanya, peternak mengalami masalah dengan pakan yang diberikan dan perihal bobot ternak yang tumbuh terlalu lama. Tidak sedikit peternak yang hanya mengandalkan rumput untuk pakan ternak. Akibatnya, upaya dan kerja keras peternak memasok rumput hampir dilakukan setiap hari. Padahal, pakan yang hanya mengandalkan dari rumput dapat menyebabkan bau yang dihasilkan dari area pemeliharaan ternak sangat menyengat dan berpotensi mengganggu lingkungan di sekitarnya.

Untuk itu, perlu diterapkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Langkahnya dengan mengganti pakan ternak yang hanya hijauan dengan pakan fermentasi. Pakan ini bisa dibuat dan diolah sendiri. Langkah ini tergolong mudah, praktis, dan dijamin kandang dan lingkungan di sekitarnya tidak bau.

Efek positif dari menggunakan pakan fermentasi, berat tubuh kambing dan domba lebih cepat gemuk dibandingkan dengan ternak yang hanya diberi rumput saja. Bahkan, dalam waktu tiga bulan peternak sudah bisa menjual kambingnya. Waktu dan tenaga pun tidak habis untuk mencari pakan. Hal ini tentu sangat menguntungkan peternak, karena waktunya tidak habis digunakan untuk beternak saja.

Kini saatnya peternak kambing dan domba beralih ke pakan fermentasi untuk mengembangkan usaha ternaknya. Para peternak bisa menyimak langkah dan panduannya dalam buku “Beternak Kambing dan Domba Cepat Gemuk, Tahan Penyakit, Bebas Bau.” Buku ini disusun oleh Sri Waluyo & Mahmud Efendi, S.Tr.Pi.

Nah, jika Anda ingin mengembangkan bisnis ternak kambing dan domba, terutama untuk perayaan Idul Adha dan memasok bahan daging, alternatif di atas menarik untuk dicoba.

 

Sekadar mengingatkan kriteria kambing dan domba untuk perayaan Idul Adha agar siap dijadikan kurban. Misalnya, usia minimum kambing harus genap 1 tahun dan untuk domba minimum berusia 6 bulan.

 

 

Sumber: https://konsultasisyariah.com/8166-kriteria-hewan-kurban.html