Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Artikel

abdul azis pengusaha cacing tanah

Omset Jutaan Rupiah dari Usaha Cacing Tanah

Siapa sangka cacing tanah oleh sebagian besar orang dianggap menjijikkan, namun oleh para petani cacing malah mendatangkan manfaat, peluang, dan keuntungan besar.

Ya, sampai saat ini permintaan kebutuhan cacing tanah datang secara rutin dari para penghobi, peternak, petani ikan, industri obat, dan kosmetik terus meningkat. Bahkan, diprediksi peluang bisnis cacing tanah masih potensial di masa mendatang.

Selain murah pengolahannya, modal awal pengelolaan bisnis budi daya cacing ini relatif murah, perkiraaan dalam dua kali panen modal biasanya kembali. Budi daya cacing tanah juga tidak selalu membutuhkan lahan tanah yang besar, di lahan sempit pun bisa dikembangkan.

Manfaat Cacing Tanah

Cacing tanah dikenal memiliki banyak manfaat di berbagai bidang kehidupan. Di bidang farmasi, cacing tanah dijadikan berbagai ekstrak obat-obatan. Ekstrak cacing juga digunakan untuk bahan dasar kecantikan (kosmetik). Sementara itu, di bidang perikanan, cacing dimanfaatkan untuk pakan dan suplemen makanan ikan. Dan di bidang perkebunan dan pertanian, cacing juga banyak dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan pupuk tanaman.

Cacing tanah sendiri memiliki kandungan protein tinggi, asam amino, dan berbagai enzim yang bermanfaat baik ketika masih dalam bentuk cacing segar maupun sudah diolah.

Kisah Sukses Abdul Azis

Abdul Azis Adam Maulida, ST, menuliskan pengalamannya terkait budi daya cacing ini dalam bukunya “Budi Daya Cacing Tanah Super di Lahan Sempit”. Inspirasi peluang bisnis ini bermula dari ketidaksengajaan pada tahun 2011.

Ia mengawali kisah dari pengalaman ketidaksengajaan membudidayakan belut dan juga membudidayakan cacing tanah untuk pakan belut. Mulanya, budi daya belut yang ingin ia kembangkan, namun justru belut-belut banyak yang mati. Dan sebaliknya, cacing tanah untuk pakan belut malah berkembangbiak dengan cepat. Dari sini para penghobi ikan memanfaatkan cacing-cacing yang dibudidayakan Abdul Azis, hingga permintaan cacing terus berkembang dari mulut ke mulut, hingga akhirnya sampai ke telinga para pengelola bisnis pemancingan ikan. Saat itu, ia menyanggupi ketika ada permintaan 2 ton cacing tanah dari Dinas Perikanan Jawa Timur.

Bisnis budi daya cacing pun terus berkembang. Dari bisnis cacing tanah yang masih segar, usahanya berkembang pula menjadi cacing kering, hingga olahan dalam botol.

Sampai kini, Abdul Azis Adam Maulida, melalui CV RAJ Organik, memiliki banyak mitra. Ia juga mengedukasi mitra-mitranya agar bisa berkembang dalam usahanya. Produksi cacing dibantu para mitranya per bulan mencapai 10—20 ton.

budidaya cacing tanah superBarangkali Agromate juga ingin menambah pendapatan dari usaha budi daya cacing. Ikuti panduannya dalam buku “Budi Daya Cacing Super di Lahan Sempit.” Dalam buku yang diterbitkan Agromedia ini, Agromate bisa menyimak cara-cara persiapan budi daya, pemeliharaan, cara menghadapi kendala, hingga analisa usaha.

Yuk, budi daya cacing tanah!

 

 

 

 

 

murai batu

Begini Proses Memandikan Murai Batu

Siapa tidak kenal burung murai batu. Burung ini termasuk salah satu primadona dalam kontes burung kicauan. Ciri khasnya sangat jelas, terlihat dari bulunya yang merupakan perpaduan warna hitam dan cokelat, dengan ekor yang menjuntai panjang.

Agar penampilannya selalu prima, murai batu harus dimandikan secara rutin. Namun, memandikan murai tidak boleh sembarangan dilakukan. Antara murai batu anakan dengan murai dewasa beda perlakuan dalam hal memandikannya. Murai batu yang baru mulai tumbuh bulu, sebaiknya jangan langsung dimandikan. Tunggu hingga mereka memiliki bulu-bulu yang lebat. Sebab, daya tahan anakan murai batu masih rentan.

Murai_Batu_mandi

Berikut ini cara memandikan anakan murai batu.

  • Semprotkan air secara halus ke tubuh anakan menggunakan sprayer.
  • Jika semprotan masih terlalu keras, atur jarak semprotan agar tidak terlalu dekat dengan anakan murai.
  • Sebaiknya memandikan anakan murai batu pada pukul 07.00—00.
  • Jemur hingga bulu-bulunya mengering. Pada fase pengeringan ini, penangkar bisa meloloh pakan kepada anakan. Ketika anakan sudah dapat makan sendiri dan bulunya bertambah lebat, penangkar bisa melatih anakan untuk mandi sendiri dengan cara memasukkannya ke dalam keramba mandi secara berkala. Dengan begitu, murai batu akan mengingat apa yang harus dilakukannya ketika melihat keramba.

Tahap yang paling sulit dalam mengajarkan murai batu mandi adalah membuatnya masuk ke dalam keramba. Berikut ini tip-tip memandikan murai batu.

  • Pastikan murai batu dalam keadaan lapar sebelum memandikannya. Berikan 1 ekor jangkrik sebagai pengganjal perut. Tebarkan beberapa ekor jangkrik di dalam keramba untuk memancing murai batu masuk ke dalamnya. Jangan lupa, berikan pula tangkringan di dalam keramba.
  • Sejajarkan posisi pintu kandang dan keramba, lalu tempelkan kedua pintunya.
  • Pasanglah tangkringan di dalam sangkar sejajar dengan pintu sangkar untuk mempermudah murai batu masuk ke dalam keramba.
  • Jika murai batu sudah masuk ke dalam keramba, tutup pintu keramba. Pantau dari kejauhan dan pastikan kondisi sekitar keramba tetap tenang agar murai batu tidak merasa takut.

panduan-menangkarkan-murai-batuTip di atas diambil dari buku “Panduan Menangkarkan Murai Batu”. Buku ini ditulis oleh Suppriyanto Akdiatmojo, seorang penangkar Mega Bird & Orchid Farm (MBOF) di daerah Bogor. Buku ini hadir sebagai referensi untuk para hobiis burung kicauan, terutama murai batu untuk dapat mempelajari dan mengembangkan usaha penangkaran murai batu dan solusi atas aneka permasalahan yang ada.

Dalam buku terbitan Agromedia ini, dilengkapi juga beberapa hal seperti penyebab murai batu over birahi dan cara mengatasinya, cara merawat murai batu yang drop karena stres, tip memasarkan trotolan, kiat menghasilkan murai batu unggul calon jawara kontes, dan berbagai tip lainnya.

Salam kicauan.

 

 

 

memilih arwana

Lima Cara Mudah Memilih Ikan Arwana “Si Raja Ikan Hias”

Tahukah Anda, selain untuk hobi, ternyata ikan Arwana dipercaya membawa “keberuntungan” bagi yang merawatnya. Ada yang percaya tipe penolak bala hadir pada ikan jenis Golden Red Arwana. Sementara itu, jenis Golden Pino dipercaya membawa rezeki. Ada juga jenis Arwana yang diyakini bisa mendatangkan kesembuhan bagi pemilik yang sedang sakit. Benar tidaknya, tergantung kepercayaan masing-masing.

Dahulu penghobi ikan Arwana tumbuh dan berkembang dari kalangan ekonomi menengah atas. Namun, semenjak maraknya internet dan media sosial, hobiis dari berbagai usia dan kalangan bermunculan menggemari ikan hias air tawar ini. Begitu juga komunitas dan klub penggemar arwana di media online, serta kontes-kontes di daerah-daerah juga ikut ramai.

Di kalangan hobiis ikan hias, Arwana dikenal awet dan stabil untuk urusan tren. Hal ini disebabkan harga ikan Arwana, khususnya tipe Red, cukup stabil di pasaran. Selain itu, jenis ikan Arwana tergolong kuat siklus hidupnya. Maka tidak heran jika ada yang menyebut Arwana sebagai ikan hobi sepanjang masa.

Selain sebagai hobi, ada juga hobiis yang memanfaatkan sebagai barang “investasi”. Ya ada yang merawat Arwana untuk tujuan bisnis, jual beli. Dari anakan ikan yang dibeli dengan harga jutaan rupiah. Ketika dipelihara selama 5—7 tahun, harga Arwana bisa mencapai belasan, bahkan hingga puluhan juta rupiah.

 

arwana_perak

Cara Memilih Arwana

Langkah awal memilih Arwana adalah dengan mengenali jenis dan anatomi fisik ikan Arwana. Arwana asli Indonesia dikenal dengan Arwana Super Red yang berasal dari sungai Kapuas dan Danau Setarum, Kalimantan. Selain asli Indonesia, ada juga Arwana yang berasal dari Asia dan Afrika.

Bagi pemula hobiis ikan Arwana, berikut tip dan cara memilih jenis ikan Arwana yang disarankan oleh Sriyadi Arwana, seorang owner PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia dan penulis buku “Memelihara Arwana Si Ikan Naga”:

  1. Memilih sesuai selera, budget, dan pengalaman pemelihara

Parameter ini sangat rasional, terutama dari sisi budget Anda bisa memilih jenis arwana sesuai dengan isi kantong. Untuk bibit Arwana jenis Pino harganya mulai Rp250.000, sedangkan untuk jenis Red berukuran 10 cm bisa mencapai Rp 2,5 juta.

  1. Memilih dari sisi ukuran

Ukuran Arwana yang disarankan dipilih antara 20—25 cm. Mengapa? Bagi pemula, ukuran Arwana ini lebih mudah dipelihara dibandingkan dengan ukuran Arwana yang lebih kecil.

  1. Memilih Tempat Membeli

Walaupun ikan Arwana bisa dibeli secara online, akan lebih baik jika langsung datang ke lokasi pembelian. Dengan demikian, Anda akan bisa melihat langsung sosok ikan Arwana yang akan dipilih.

  1. Fisik ikan

arwana-coverPastikan tidak ada sisik yang lepas atau rusak. Selain itu, kondisi ikan mesti sehat. Hindari membeli anakan ikan dengan bibir cakil. Sebab, saat ikan tumbuh dewasa, bibir yang cakil akan mengurangi keindahan fisiknya.

Selengkapnya pembahasan seputar Arwana dapat disimak dalam buku “Memelihara Arwana Si Ikan Naga” karya Sriyadi Arwana. Buku ini berisi berbagai hal mengenai ikan arwana; dari panduan memilih, persiapan pemeliharaan, hingga teknis perawatan harian. Ada juga ulasan tentang teknik tanning, yaitu cara mengoptimalkan dan menebalkan warna merah pada arwana super red.

 

Tren Kontes LoveBird; dari Jalal hingga Kusumo

Tren Kontes LoveBird; dari Jalal hingga Kusumo

Lovebird dikenal dengan sebutan “Si Burung Cinta.” Sekitar tahun 90-an, burung kecil dengan bulu berwarna dan berparuh merah atau kuning ini belum begitu ramai dikenal di Indonesia. Kabarnya tren Lovebird mulai meroket antara tahun 2014 hingga 2015. Pemicunya kontes Lovebird yang dimenangkan oleh Ki Kusuma dan Jalal di berbagai event lomba di daerah.

Fenomena Ki Kusuma dan Jalal, menjadi pelatuk tren perkembangan Lovebird. Tidak hanya melambungkan nama, namun berpengaruh juga pada lonjakan harga burung yang fantastis; dari puluhan juta hingga ratusan juta, bahkan kabarnya ada yang digadang dengan harga 1 milyar. Fantastis bukan?

Memang, semenjak tahun 1999 hingga 2000, kontes Lovebird sudah ada. Namun pesertanya tidak terlalu banyak. Lovebird warna mulai banyak penggemarnya di tahun 2005. Jenis Lutino, harganya bisa mencapai 15 juta rupiah.

Keunikan lain hadir pada jenis Lovebird Fallow. Cirinya mata merah seperti batu Ruby. Warna merah Ruby ini akibat dari mutasi genetik. Sementara itu, ciri khas pada bulunya berwarna “jadul”, hijau pastel. Lovebird jenis Fallow per pasang saat ini dihargai antara 50 hingga 75 juta rupiah.

Di wilayah Pulau Jawa, tren Lovebird sudah merata. Begitu juga di luar Jawa, seperti Lampung dan Palembang. Tren Lovebird bisa ditengok dari maraknya lomba burung kicauan ala Lovebird. Kontes Lovebird tingkat lokal hingga provinsi kerap digelar, hampir setiap minggu kontes burung Lovebird bisa ditemukan. Pesertanya pun kian banyak. Diprediksi ke depan, Lovebird tetap menguasai tren pada penghobi burung kicauan.

Burung asal Afrika ini, selain warnanya yang indah, Lovebird disukai karena ciri suara yang ngekek. Makin panjang suara ngekek-nya makin berpeluang menjadi jawara. Lovebird termasuk jenis burung yang suka bersuara, berisik, dan gaduh.

Burung berukuran 14 cm ini memiliki kebiasaan suka mengunyah apa saja, termasuk kayu. Terlebih lagi ketika birahi, apa sapa dipatuk. Maka tak heran jika burung ini lebih cocok dipelihara dalam sangkar besi.

Dari segi penggemar, ternyata ada yang sekedar memelihara Lovebird karena suka, tetapi ada juga karena ingin mendapatkan hadiah dari kontes Lovebird. Sebut saja Joko Supriyanto, seorang karyawan swasta yang memiliki hobi memelihara Lovebird untuk alasan membuang stres.

Berbeda dengan Joko, ada Mujianto. Karyawan asal Ciganjur ini kerap aktif mengikuti berbagai kontes Lovebird. Hampir setiap hari Sabtu dan Minggu ia lakoni dengan membawa gantangan lovebird ke arena kontes. Tidak hanya kontes di Jakarta, ia juga sering mendatangi kontes di Bekasi, Karawang, bahkan hingga ke Yogyakarta.

Kontes Lovebird Tidak Pernah Sepi

kontes lovebird

Menurut catatan Ade Sulistiyo, seorang praktisi kontes lovebird, dalam satu bulan di wilayah Bandung, Bekasi, dan Jakarta diperkirakan mencapai 600 kontes. Tidak heran jika maraknya Lovebird ini, berpengaruh positif terhadap efek perekonomian. Jika ada kontes Lovebird, otomatis segala perlengkapan Lovebird, dari penangkaran, penjualan burung di pasar, pengrajin sangkar, penjual pakan, pembuat piala kontes, juri kontes, hingga penjual makanan ringan di arena kontes lovebird, akan menuai panen.

Menghasilkan Lovebird Siap Juara

Bagaimana cara menghasilkan lovebird yang siap kontes?

Setidaknya, kita bisa melatih dan meningkatkan performa ngekek Lovebird. Caranya dengan memperdengarkan aneka suara burung master ke burung Lovebird peliharaan Anda. Tujuan ini untuk memperkaya perbendaharaan suara burung yang sedang disiapkan untuk kontes. Selain itu, makanan ekstra perlu diberikan sebelum kontes dan pada saat akan kontest.

Semua hal mengenai cara menghasilkan Lovebird juara dituangkan oleh Ade Sulistio dalam bukunya berjudul “Mencetak Lovebird Juara” terbitan Agromedia. Selamat membaca.

Salam Lovebird, agromate.

 

jenis_lovebird_agromedia

 

 

 

 

 

 

 

pak soimun kolam terpal ikan

Inilah Cara Baru Pembenihan Gurami Metode Kolam Terpal di Air Dangkal

Seperti yang umum kita ketahui, budi daya gurami biasa dilakukan di kolam yang relatif luas dengan kedalaman minimum 80 cm. Kolam gurami dibangun dengan dinding tembok. Selain itu, air mengalir sepanjang tahun mesti tersedia. Bagi petani ikan yang tidak memiliki lahan luas dan debit air yang banyak tentu hal ini bisa menjadi kendala.

Lalu, bisakah gurami dibudidayakan di kolam sempit dengan air yang menggenang? Jawabannya bisa dan memungkinkan. Mau tahu rahasia pembenihan gurami metode terpal air dangkal?

Pembenihan gurami metode terpal air dangkal memang tergolong baru. Bermula dari hasil coba-coba seorang pembenih ikan gurami dari Purbalingga. Dialah Soimun, pencetus pertama metode pembenihan gurami kolam terpal plastik air dangkal. Lebih dari tiga tahun ia mempraktikan teknik tersebut, hingga sampai saat ini, ia memiliki 12 petak kolam. Ukuran kolam terbesar 8 x 6 meter. Soimun dalam waktu 3 tahun mampu memanen telur gurami dengan tingkat penetasan mencapai 98%.

Pada dasarnya, budi daya ikan gurami air dangkal ini memanfaatkan air tergenang yang bersumber dari air hujan dan air tanah. Dengan metode ini penghematan air sekitar 70% dibandingkan dengan metode budi daya di kolam biasa.

Keunggulan lain pembenihan gurami metode kolam terpal air dangkal dibandingkan dengan metode konvensional adalah budi daya metode kolam terpal air dangkal tidak mengenal musim. Dengan begitu, produksi telur ikan tetap berjalan ketika menghadapi cuaca ekstrem.

Teknis Pemijahan Gurami di Kolam Terpal Plastik

gurami_kolam_terpal

 

Pada prinsipnya, pemijahan gurami ini sama dengan metode konvensional di kolam biasa. Sebagai gambaran, jika kita memiliki 6 pasang induk gurami dengan perbandingan 1 : 3 (6 ekor jantan dan 18 ekor betina), diperlukan 6 kolam terpal dengan luas masing-masing 2 x 4 m, sehingga total luas lahan yang dibutuhkan berkisar 48 meter persegi.

Usaha pemijahan gurami akan menguntungkan jika pembudidaya membuat juga kolam terpal untuk pemeliharaan larva minimum 6 unit dengan ukuran 2 x 3 m. Asumsinya, satu unit kolam pemeliharaan larva bisa menampung 2.500 benih gurami hingga berukuran biji oyong. Jadi, pemijahan bukan hanya menjual telur gurami, tetapi juga menjual benih dengan ukuran maksimum.

Artikel di atas diambil dari buku “Pembenihan Gurami Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-ajang & Sosog.” Buku ini ditulis oleh Marbowo Leksono dan Mahmud Efendi, keduanya adalah penyuluh perikanan. Buku ini berisi panduan praktis membudidayakan gurami dengan hemat waktu, tempat, modal investasi pun relatif murah jika dibandingkan dengan cara konvensional.

Penasaran? Yuk, pelajari caranya melalui buku ini dan video panduannya.

 

 

Hidroponik Organik; Dari Penyemaian Sayuran Hingga Pemeliharaan Harian

Dalam budi daya tanaman hidroponik organik, terdapat dua tahapan dasar yang perlu dilakukan secara rutin. Dua hal ini juga sama dilakukan dalam budi daya hidroponik dengan POC Ki Pahit. Tahapan tersebut adalah penyemaian benih dan tahap pemeliharaan sayuran hingga siap panen.

 

Penyemaian Benih dan Pemeliharaan Bibit

Penyemaian aneka jenis benih sayuran pada budi daya hidroponik organik diawali dengan mempersiapkan rockwool sebagai media semai, wadah semai berupa tray plastik atau wadah lainnya yang bisa menampung air, dan benih sayuran yang ingin ditanam. Berikut tahapan penyemaian.

tahapan penyemaian hidroponik
Tahapan penyemaian hidroponik. Dari buku “Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami.

 

Perlu Diperhatikan dalam Penyemaian

  1. Khusus untuk tanaman sayuran berdaun lebar, seperti sawi, pakcoi, atau selada, lubang pada rockwool hanya dibuat satu buah di bagian tengah. Sementara itu, untuk menghasilkan pertumbuhan yang meninggi, seperti tanaman bayam dan kangkung, lubang yang dibuat perlu lebih banyak, yakni 4—6 buah lubang.

 

  1. Untuk hari pertama, sebaiknya benih dijemur langsung terkena paparan sinar matahari dari pagi hanya sampai siang hari. Di hari kedua dan berikutnya, penjemuran di bawah matahari dilakukan dari pagi hingga sore hari.

 

Pemeliharaan pada Tahap Penyemaian

  1. Agar bibit tidak layu dan tumbuh terus, rockwool harus senantiasa dalam kondisi lembap. Hal ini bisa dilakukan dengan mengalirkan air ke wadah semai hingga rockwool selalu lembap, tetapi tidak sampai menggenangi rockwool. Cara lain adalah dengan menyemprot rockwool menggunakan sprayer. Lakukan dengan semprotan yang halus agar rockwool terlihat lembap dan bibit tidak rusak akibat semprotan air yang terlalu kencang.
  1. Jagalah benih dari terpaan hujan ataupun gangguan hama, seperti ayam dan Wadah semaian sebaiknya diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung, tetapi tidak terkena terpaan hujan seperti di dalam green house. Bisa juga dengan memberikan naungan menggunakan plastik UV. Namun, jika tidak terdapat green house atau naungan plastik UV, sebaiknya bibit segera pindahkan ketika akan turun hujan. Pastikan juga lokasi bibit bebas dari gangguan hewan agar bibit tidak diacak-acak, terjatuh, ataupun dimakan.

 

bertanam sayuran hidroponik organikBerbagai tip di atas diambil dari buku “Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami.” Buku ini ditulis Charlie Tjendapati, seorang praktisi pertanian tanaman hidroponik. Berminat dengan hidroponik organik? Yuk simak bukunya dan praktikkan langkahnya!

 

anggrek bulan agromedia

Rahasia Pemupukan Anggrek ala Ade Andriyani

Salah satu bagian penting dalam perawatan tanaman anggrek adalah pemupukan. Pada dasarnya, perlakuan pemupukan pada setiap jenis tanaman anggrek itu berbeda. Usia tanaman anggrek menjadi kunci takaran pupuk yang akan dibutuhkan. Ade Andriyani penulis buku “Membuat Tanaman Anggrek Rajin Berbunga”memberikan ulasannya soal pemupukan, khususnya tanaman anggrek.

Tanaman anggrek muda dan remaja membutuhkan pupuk yang mengandung nitrogen (N) tinggi. Kandungan pupuk nitrogen ini mendorong pembentukan sel-sel baru, khususnya untuk pertumbuhan batang dan daun. Nah, salah satu ciri tanaman anggrek yang kekurangan nitrogen adalah menampilan daun memucat dan pertumbuhannya terhambat.

Sementara itu, pupuk yang mengandung fosfor tinggi diperlukan untuk tanaman dewasa, terutama untuk memacu pembungaan. Pupuk fosfor memiliki kandungan senyawa komplek dan penyusun metabolit, yang berfungsi sebagai pengatur enzim dan proses fisiologis.

bunga-anggrek-di-kebun-okIdealnya, cara pemberian pupuk pada tanaman anggrek melalui daun. Sebab, penyerapan pupuk melalui daun ini lebih efektif daripada penyerapan melalui akar.

Menurut pengalaman Ade Andriyani, pemupukan anggrek perlu dilakukan setiap hari dengan takaran sesuai anjuran. Dengan begitu, tanaman anggrek akan selalu mendapatkan asupan nutrisi. Selain pupuk anorganik yang banyak beredar di pasaran dengan beragam merek, ada juga pupuk organik yang bisa diberikan pada anggrek, seperti sisa air cucian beras, kulit bawang merah, dan pecahan kulit telur.

Agar pertumbuhan lebih maksimal, tambahkan juga pupuk slow release, seperti Methylin urea, di dalam dan di atas media tanam. Bahan-bahan, seperti vitamin atau susu yang sudah kadaluarsa, air sisa infus, air tebu, dan madu juga bisa diberikan ke anggrek sebagai tambahan energi yang bisa membuat anggrek cepat berbunga. Caranya, larutkan bahan-bahan tersebut ke dalam air, lalu siramkan ke anggrek.

Untuk pembahasan lebih lengkap tentang cara bagaimana membuat anggrek rajin berbunga, silakan pelajari ilmunya dari dalam buku “Membuat Tanaman Anggrek Rajin Berbunga.”

Selamat mempraktikkan.

 

bunga anggrek di kebun

Ini Rahasianya Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga

Siapa tidak mengenal Anggrek bulan? Salah satu jenis anggrek yang memiliki nama latin Phalaenopsis Amabilis ini, kini banyak digandrungi. Bentuknya yang unik, sepintas menyerupai kupu-kupu, menyebabkan banyak orang sering menyebutnya Buterfly Orchid. Bersama bunga Padma raksasa (Raflesia Arnoldi) dan Melati, Anggrek bulan masuk dalam kategori Bunga Nasional Indonesia.

Di habitatnya, Anggrek bulan hidup dengan cara menempel (epifit) atau menumpang pada batang pepohonan di hutan-hutan. Bunga ini mampu tumbuh hingga ketinggian 600 meter di atas permukaan air laut. Dalam perkembangannya, anggrek ini bisa dibudidayakan sendiri di taman hingga di teras-teras rumah.

bunga anggrekSayangnya, banyak penggemar anggrek yang hanya bisa menikmatinya bunganya saja, dan kesulitan kala ingin membungakan kembali. Mereka beralasan, membungakan Anggrek bulan tidaklah mudah. Sebenarnya, untuk membungakan Anggrek bulan tidak terlalu sulit asalkan tahu teknis perawatannya.

Hal yang patut diperhatikan di antaranya penyiraman, pencahayaan, pemupukan, dan penanggulangan hama penyakit. Untuk penyiraman, misalnya, tidak boleh dilakukan asal-asalan, volume dan kuantitasnya harus berdasarkan media tanam dan kondisi cuaca. Misalnya, ketika cuaca sedang terik, penyiraman sebaiknya dilakukan tiga kali sehari.

Dari sisi volume air yang disiram, tanaman anggrek membutuhkan air yang pas. Ini agak sulit, sebab dalam jika penyiraman dilakukan secara berlebihan, anggrek akan cepat membusuk. Penyiraman biasanya disasarkan kepada semua bagian tanaman kecuali bunga, hal ini untuk mencegah bunga cepat layu.

Dari sisi pencahayaan sinar matahari, anggrek bulan membutuhkan paparan cahaya yang sedang (tidak terlalu lama terkena terpaan cahaya langsung). Salah satu ciri anggrek yang terkena sinar matahari berlebihan akan terlihat menguning daunnya.

Selain itu, pemupukan juga harus dilakukan secara tepat. Jika usia anggrek masih muda, berikan pupuk yang mengandung unsur N (Nitrogen), P (Phospor), dan K (Kalium). Selanjutnya, jika tanaman sudah memasuki masa berbunga, bersamaan dengan pemberian pupuk daun, berikan pupuk yang mengandung unsur P lebih tinggi seminggu sekali, tentu dengan memperhatikan takaran yang dianjurkan pada kemasan pupuk.

Di samping pemupukan, faktor kelembapan udara juga menjadi faktor yang memengaruhi pembungaan anggrek. Menjaga kelembapan udara di sekitar tanaman anggrek agar tidak terlalu kering bisa membuat bunga cepat tumbuh dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Lebih lengkap seputar perawatan tanaman Anggrek bisa dipelajari lebih detail dalam buku “Membuat Tanaman Anggrek Rajin Berbunga”. Selain Phalaenopsis, beberapa jenis anggrek yang diulas antara lain Cattleya, Dendrobium, Oncidium, dan Vanda. Buku terbitan Agromedia ini, disusun oleh Ade Andriyani, pemilik Orchid Nusery. Penulis memiliki pengalaman cukup lama seputar Anggrek, dan kerap berbagi pengalaman tentang teknis perawatan hingga ke luar negeri.

 

vertikultur agromedia

Membangun Kebun Sayuran Mini di Teras Rumah Menggunakan Vertikultur

Berkebun di area lahan yang terbatas memang membutuhkan kreativitas. Vertikultur bisa menjadi salah satu cara bertanam untuk para hobiis dan para penyuka berkebun sayuran di pekarangan rumah. Kesan pertama memperhatikan dari hasil teknik Vertikultur, adalah soal estetikanya, nyaris mirip susunan tanaman hias. Selain untuk estetika lingkungan, sayuran hasil bertanam pun bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.

 

vertikultur_agromediaVertikultur adalah sistem tanam yang mengarahkan media tanam dan tanaman ke arah atas ini bisa menjadi alternatif yang menarik. Cara ini pun mudah diaplikasikan siapa saja. Selain bisa diterapkan di darat, vertikultur bisa juga diaplikasikan di atas kolam air. Bahkan ada pula yang mengembangkan tanpa media tanah, dengan hidroponik.

 

Vertikultur bisa dikatakan sebagai solusi berkebun di masa depan. Cara berkebun di lahan sempit ini selain hemat lahan dan aman bagi lingkungan, aktivitas mencangkul atau membajak tanah tidak lagi diperlukan. Terlebih lagi media tanam juga praktis dan mudah dipindah-pindah.

 

Yang menarik, aneka tanaman sayuran seperti seledri, peterseli, pakcoi, kangkung, bisa kembangkan dalam wadah teknik vertikultur. Bahkan, tidak hanya tanaman sayuran, tanaman umbi-umbian, hortikultur, dan tanaman pangan pun bisa tumbuh dengan teknik ini.

 

Nah, terkait masa panen, teknik vertikultur nyaris sama dengan teknik bertanam konvensional. Misalnya, untuk tanaman lombok membutuhkan waktu sekitar 90 hari. Sementara itu, tanaman sawi dan selada memiliki masa panen 40 hari.

 

Beberapa kelebihan lain dari teknik vertikultur di antaranya hemat lahan, hemat air dan pupuk, serta perawatannya pun mudah.

 

Bahkan, jika diseriusi, teknik tanam vertikultur bisa menghasilkan peluang bisnis. Inspirasi bisnis tanaman dengan teknik vertikultur datang dari Suhadi, Pasuruan yang menggunakan lahan 10 x 10 meter persegi untuk ditanami bawang merah. Sekali panen ia menghasilkan sekitar 18 juta rupiah. Setidaknya ada 300 pralon dengan tinggi 2 meter yang ia gunakan. Jadi, selain bisa untuk konsumsi sendiri, hasil sayuran vertikultur juga bisa bernilai ekonomi.

 

vertikultur_agromedia_pralon1Wadah Tanam untuk Vertikultur

 

Wadah untuk menanam dengan teknik vertikultur yang banyak digunakan adalah paralon PVC berukuran panjang 2 meter.

Dalam penerapannya, ukuran paralon diaplikasikan secara berbeda-beda sesuai jenis dan tipe tanaman. Ukuran paralon yang sedang akan cocok jika ditanami caisim, seledri, pakcoi, kangkung, dan peterseli. Hal ini berdasarkan pertimbangan akar tanaman bertipe kecil.

Jarak antartanaman (antarlubang) biasanya menggunakan 20—25 cm. Namun, khusus tanaman cabai diperlukan jarak yang lebih renggang atau menggunakan paralon spiral, sehingga tajuk tanaman satu dengan lainnya tidak bertemu dan tidak terlalu rimbun.

 

vertikultur agromediaUntuk melubangi paralon dibutuhkan gergaji dan panas api. Berikan jarak antara 20—25 cm dan lebar garis 10 cm. Buatlah garis-garis tersebut selang seling. Setelah semua garis jadi, gergaji sesuai ukuran. Lalu panaskan sisi bagian atas garis yang digergaji sampai agak lunak, lalu tekuk ke dalam menggunakan botol beling bekas. Sementara itu, di bagian bawah paralon, sebaiknya dicor atau diberi adonan semen yang diwadahi dengan ember atau baskom bekas.

Selain dengan paralon, para penyuka hobi berkebun bisa mencoba teknik vertikultur menggunakan jeriken bekas, botol bekas, talang air, bambu, kotak bekas tempat telur, dan lain sebagainya. Cara ini bisa dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan kreativitas masing-masing penanam.

Bagaimana Agromate, penasaran dengan teknik tanam ini? Lebih lengkap silakan simak dalam buku “Vertikultur; Bertanam Sayuran di Lahan Terbatas.” Buku ini akan mengajak para hobiis tentang tata cara mudah membuat instalasi vertikultur, tip menyemai dan merawat tanaman, dan cara tepat menanggulangi hama dan penyakit tanaman.

Salam hijau!

 

 

 

 

 

 

 

 

hidroponik organik

Ssstt…Ini Lho 5 Keunggulan Bertanam Sayuran Hidroponik Organik

Bertanam sayuran dengan metode hidroponik ternyata belum tentu organik lho! Coba lihat cara pemberian unsur hara pada hidroponik biasa, sebagian besar menggunakan nutrisi yang berasal dari produk bahan kimia sintetik. Praktik tanam ini dianggap tidak menghasilkan tanaman organik.

Lalu, bisakah hidroponik murni sepenuhnya organik? Hal ini coba dijawab Charlie Tjendapati, seorang praktisi pertanian organik dari Bandung. Ia membuat sistem budi daya hidroponik berbahan pupuk organik. Ia pun berani menjamin nutrisi yang digunakan sepenuhnya menggunakan bahan non kimiawi. Nutrisi berasal dari tanaman Ki Pahit (Tithonia diversifolia). Sementara itu, untuk pestisida juga menggunakan bahan baku nabati, salah satunya berupa buah kacang babi (Tephrosia Vogelii).

Keunggulan Hidroponik OrganikCharlie Tjendapati, seorang praktisi pertanian organik

Keistimewaan hidroponik dengan bahan nutrisi dan pestisida alami ini tentunya memiliki banyak keunggulan. Berikut keunggulan sistem hidroponik organik dibandingkan dengan hidroponik biasa.

  1. Tidak meninggalkan residu kimia di dalam tubuh

Sehatnya tanaman sayuran hidroponik yang dihasilkan secara organik disebabkan tidak digunakannya bahan kimia, baik dalam bentuk pestisida maupun pupuk, selama pemeliharaan dilakukan. Efeknya bagi tubuh, tidak akan tersimpan residu kimia yang jika mengendap dan menumpuk dalam waktu lama dapat merugikan tubuh itu sendiri.

  1. Bahan baku nutrisi tersedia di alam dan murah

Seperti diterangkan sebelumnya, bahan baku pupuk hidroponik organik berupa Ki Pahit tersedia bebas di alam dan mudah diperoleh.

  1. Pemberian nutrisi dalam jumlah berlebih tidak membuat tanaman mati

Inilah bedanya dengan pupuk kimia, tanaman tidak akan mati karena overdosis pupuk alami. Ki Pahit jika diberikan berlebihan tidak berbahaya bagi tanaman sayuran. Meski begitu, takarannya harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga menghemat dalam penggunaannya.

  1. Hasil produksi maksimum

Berdasarkan pengalaman penulis, hasil panen hidroponik organik tidak kalah dengan bertanam dengan hidroponik biasa. Hal ini dilihat dari sisi bobot maupun cita rasa. Hasil uji coba Charlie untuk tanaman selada dengan metode ini mencapai 250—500 gram/tanaman. Sementara itu, bobot selada dengan hidroponik biasa (menggunakan AB mix) berkisar 150—250 gram/tanaman.

  1. Ramah lingkungan

Pengaruh positif lainnya, penggunaan pupuk alami menjadikan metode tanam ini ramah lingkungan.

 

  1. Biaya produksi lebih rendah

Berdasarkan pengalaman penulis, penggunaan POC dari Ki Pahit bisa memangkas biaya produksi hingga 50%.

 

Kekurangan Hidroponik Organik

Tak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan tanaman Ki Pahit. Di balik segudang manfaatnya, ada sedikit kekurangan pada tanaman ini, di antaranya tidak di semua wilayah bisa ditanami tanaman Ki Pahit. Tanaman Ki Pahit umumnya banyak tumbuh liar di perdesaan dan perkampungan.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu budi daya tanaman Ki Pahit di berbagai wilayah untuk mendukung pertanian organik, khususnya hidroponik.

Kelemahan lain unsur hara pada tanaman Ki Pahit, unsur makro-nya terlampau sedikit. Hal ini yang membedakan nutri kimiawi seperti dalam AB mix. Nah, untuk mengatasi kekurangan ini, bisa dilakukan penambahan dosis larutan pupuk Ki Pahit.

Karena menggunakan bahan alami, proses fermentasi yang dihasilkan Ki Pahit membutuhkan waktu selama 7—14 hari. Tentu saja cukup lama jika dibandingkan dengan nutrisi kimiawi AB mix.

***

Pada dasarnya, persiapan budi daya cara tanam hidroponik organik sama dengan hidroponik pada umumnya; seperti persiapan instalasi, tahap penyemaian benih, pemeliharaan, hingga masa panen.

Mengenai teknis aplikasi dan perawatan harian hidroponik organik, Charlie Tjendapati telah menyusun panduannya dalam bentuk buku “how to” yang bisa diikuti oleh para penghobi tanaman. Buku yang diterbitkan oleh Agromedia ini berjudul “Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami.”

Dalam buku ini diulas tip cara menyemai dan merawat sayuran hidroponik organik, cara meracik sendiri POC dan aplikasinya, kiat membuat pestisida nabati, dan cara tepat menanggulangi hama dan penyakit.

Penasaran? Silakan simak bukunya. Dengan cara hidroponik organik, mengonsumsi sayuran hasil panen sendiri lebih sehat lho.

 

***

pelatihan hidroponik