Bebas Penyakit dengan Terapi Herbal

Sejak berabad-abad yang lalu, tanaman obat telah digunakan masyarakat umum. Banyak bukti kuat dari naskah-naskah peninggalan kuno yang berisi resep-resep obat herbal dan teknik meraciknya. Karena keampuhan dan efektifitas pengobatan tradisional sudah terbukti dan memiliki banyak keunggulannya, pengobatan herbal masih banyak digunakan sampai sekarang.

Menurut penelitian modern, obat-obatan tradisional, selain sangat bermanfaat bagi kesehatan, juga tidak memiliki efek samping dan masih bisa dicerna oleh tubuh. Karena itu, banyak perusahaan yang mengolah obat-obatan tradisional yang telah dimodifikasi, seperti berbentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia, dan tablet.

Berdasarkan data WHO, negara-negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terapkan. Bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi penduduknya menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer. Memang, penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern.

Di negara-negara maju sendiri, penggunaan obat herbal semakin meningkat. Faktor peningkatan ini didorong oleh usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu, seperti kanker, dan meluasnya akses informasi mengenai obat herbal di seluruh dunia.

Namun, sebagaimana obat modern, dalam penggunaan obat tradisional juga memiliki aturan-aturan yang harus diperhatikan, baik dalam pembuatannya maupun penggunaannya, yaitu sebagai berikut.

  1. Ketepatan bahan. Sebab, tanaman obat terdiri dari beragam spesies yang kadang-kadang sulit  dibedakan. Ketepatan bahan sangat menentukan tercapai atau tidaknya efek terapi yang diinginkan. Selain itu, pada satu jenis tanaman umumnya dapat ditemukan beberapa zat aktif yang berkhasiat dalam terapi. Rasio antara keberhasilan terapi dan efek samping yang timbul harus menjadi pertimbangan dalam pemilihan jenis tanaman obat yang akan digunakan dalam terapi.
  2. Ketepatan dosis. Sebab, seperti halnya obat buatan pabrik, tanaman obat juga tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Tetap ada dosis yang harus dipatuhi. Misalnya, mahkota dewa hanya boleh dikonsumsi dengan perbandingan 1 buah dalam 3 gelas.
  3. Ketepatan waktu penggunaan. Sebab, ketepatan waktu penggunaan obat tradisional menentukan tercapai atau tidaknya efek yang diharapkan. Contohnya, kunyit jika dikonsumsi saat datang bulan bisa mengurangi nyeri haid. Namun, jika dikonsumsi pada awal masa kehamilan, berisiko menyebabkan keguguran.
  4. Ketepatan telaah Informasi. Sebab, ketidaktahuan mengenai fungsi dan manfaat tanaman obat bisa menyebabkan obat tradisional berbalik menjadi bahan membahayakan. 
  5. Ketepatan cara penggunaan. Sebab, banyak zat aktif yang berkhasiat di dalam satu tanaman obat. Dan, setiap zat tersebut membutuhkan perlakuan yang berbeda dalam penggunaannya.  Misalnya, daun kecubung, jika diisap seperti rokok, bisa digunakan sebagai obat asma. Namun jika diseduh dan diminum, dapat menyebabkan keracunan atau mabuk.
  6. Mengenal jenis obat tradisional. Sebab, ada tiga jenis obat tradisional, yaitu jenis jamu, bahan ekstrak alami, dan fitofarmaka. Ketiganya memiliki perlakuan, sifat, dan khasiat yang berbeda-beda.
  7. Keamanan obat tradisional. Sebab, adakalanya obat tradisional yang beredar sudah dicampur bahan kimiawi. Maka, perlu diperhatikan tentang reaksi dan dosis obat tersebut serta tanggal kadaluarsanya. Dalam skala produksi, perlunya penanganan pascapanen yang tepat guna menghasilkan bahan yang aman dari mikroba dan aflatoksin.

Melihat aturan-aturan di atas, yang tentunya juga masih banyak hal yang mesti dijelaskan. Pengetahuan tentang herbal tidak boleh dianggap enteng. Tidak hanya bagi produsen atau peracik, tapi juga bagi konsumen. Sebab, melalui aturan-aturan ini, obat tradisional bisa bekerja efektif dan terhindarnya dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, selain hal-hal di atas, bagaimana cara meramu obat-obatan herbal sesuai dengan jenis penyakit dan kebutuhannya? Nah, dalam buku “Mengatasi Aneka Penyakit dengan Terapi Herbal” yang ditulis oleh Rizki Joko Sukmono, SH. ini, Anda akan menemukan secara lengkap dan detil atas segala hal yang dibutuhkan dalam pengobatan aneka penyakit dengan terapi herbal.

Buku yang diterbitkan AgroMedia Pustaka ini membahas secara rinci tentang prinsip-prinsip pengobatan dengan terapi herbal. Mulai dari mengenal tanaman obat berdasarkan fungsinya, mengenali atau mendeteksi suatu penyakit, hingga menentukan jenis ramuan yang akan digunakan sehingga Anda bisa menjadi herbalis bagi diri sendiri dan orang lain. Bahkan, bagi Anda yang ingin serius mendalami teknik pengobatan dengan herbal, buku ini bisa dijadikan panduan yang tepat. Anda tinggal mengikuti petunjuk-petunjuk  yang terdapat di dalam buku ini sampai cara mengurus perizinan praktik herbal. Mudah bukan!

Melalui buku ini, semoga hidup Anda sehat selalu dan terbebas dari segala penyakit. Yakni, hanya dengan terapi herbal. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.